Ulasan
Di Antara Bahasa Isyarat dan Musik: Keindahan Twinkling Watermelon (2023)
Twinkling Watermelon mungkin termasuk drama yang sederhana, namun pengemasannya begitu hangat, dan emosional. Drama Korea produksi tvN yang tayang pada 2023 ini memadukan unsur perjalanan waktu, musik, keluarga, dan coming-of-age menjadi kisah yang menghibur sekaligus menyentuh.
Dibintangi oleh Ryeoun, Choi Hyun-wook, Seol In-ah, dan Shin Eun-soo, drama ini berhasil menjadi salah satu serial remaja Korea paling berkesan tahun 2023. Meski premisnya terdengar ringan, Twinkling Watermelon menyimpan banyak isu emosional tentang keluarga, mimpi, disabilitas, hingga hubungan orang tua dan anak.
Sinopsis Twinkling Watermelon
Ha Eun-gyeol, seorang siswa SMA cerdas yang lahir sebagai CODA (Children of Deaf Adults) atau anak yang bisa mendengar dari keluarga tunarungu. Ayah, ibu, dan kakaknya tidak dapat mendengar, sehingga sejak kecil Eun-gyeol menjadi penghubung keluarganya dengan dunia luar.
Di usia muda, ia sudah memikul tanggung jawab besar. Ia menjadi penerjemah bahasa isyarat, membantu urusan keluarga, sekaligus berusaha menjadi anak yang membanggakan. Karena itulah, ketika ia jatuh cinta pada musik, Eun-gyeol memilih menyembunyikannya dari orang tuanya.
Padahal, musik adalah dunianya.
Ia bermain gitar dengan sangat berbakat hingga bergabung dengan band sekolah bernama SPINE9. Namun demi menjaga citra sebagai siswa teladan yang diproyeksikan masuk fakultas kedokteran, ia tampil dengan masker agar identitasnya tidak diketahui.
Episode awal drama ini terasa cukup serius karena membahas kehidupan CODA secara emosional. Penonton diajak melihat bagaimana anak-anak seperti Eun-gyeol sering tumbuh terlalu cepat demi membantu keluarganya. Namun setelah unsur perjalanan waktu muncul, suasana drama berubah menjadi lebih ringan, lucu, dan penuh nuansa drama remaja.
Perjalanan waktu itu dimulai ketika Eun-gyeol bertemu toko musik misterius bernama La Vida Music. Setelah menjual gitarnya, ia tiba-tiba terlempar ke tahun 1995.
Di sanalah inti cerita sebenarnya dimulai.
Eun-gyeol bertemu dengan ayahnya sendiri, Ha Yi-chan, versi remaja berusia 18 tahun. Ia syok karena ayahnya ternyata dahulu bisa mendengar dan berbicara dengan normal. Lebih mengejutkan lagi, Yi-chan muda sangat berbeda dari sosok ayahnya yang dewasa: berisik, ceroboh, penuh energi, dan tergila-gila pada cinta pertama.
Karakter Yi-chan menjadi salah satu daya tarik terbesar drama ini. Choi Hyun-wook memainkan sosok remaja yang sangat hidup dan karismatik. Ia jatuh cinta mati pada Choi Se-kyung, siswi populer pemain cello dari sekolah seni elit.
Masalahnya, Eun-gyeol tahu perempuan itu bukan ibunya.
Karena itulah, muncul misi kocak sekaligus emosional: membuat ayahnya berhenti mengejar Se-kyung dan jatuh cinta pada ibu kandungnya, Yoon Chung-a.
Di sisi lain, drama ini juga memperlihatkan kisah menyakitkan Chung-a muda. Ia adalah gadis tunarungu yang tumbuh dalam keluarga kaya tetapi penuh kekerasan emosional. Ayahnya membiarkan guru tirinya melarang penggunaan bahasa isyarat dan memaksanya membaca gerak bibir secara brutal. Chung-a tumbuh menjadi pribadi tertutup dan kesepian.
Hubungan antara Yi-chan dan Chung-a berkembang perlahan, tetapi terasa sangat manis. Tidak dramatis berlebihan, melainkan hangat dan tulus. Drama ini berhasil menunjukkan bagaimana cinta bisa tumbuh dari perhatian kecil dan rasa aman.
Kelebihan dan Kekurangan
Selain kisah romantis, Twinkling Watermelon juga kuat dalam tema keluarga. Eun-gyeol perlahan memahami bahwa ayahnya bukan sekadar sosok dewasa yang keras kepala, melainkan manusia biasa yang pernah punya mimpi, ketakutan, dan luka.
Unsur musik menjadi nyawa drama ini. Band “Watermelon Sugar” yang dibentuk Yi-chan dan Eun-gyeol menghadirkan banyak adegan menyenangkan penuh semangat masa muda. Lagu-lagu rock, latihan band, hingga festival sekolah membuat drama ini terasa hidup dan nostalgik.
Meski mengangkat tema perjalanan waktu, Twinkling Watermelon sebenarnya bukan drama yang rumit secara sci-fi. Fokus utamanya tetap pada hubungan manusia: anak dan orang tua, mimpi dan tanggung jawab, serta usaha memahami orang-orang yang kita cintai.
Yang membuat drama ini begitu disukai adalah emosinya terasa tulus. Penonton bisa tertawa karena tingkah konyol Yi-chan, lalu beberapa menit kemudian menangis melihat perjuangan Chung-a atau hubungan keluarga Eun-gyeol.
Namun di akhir cerita, drama ini masih menyisakan sedikit misteri. Tentang si Kakek Viva La Vida, siapakah sebenarnya orang tersebut?
Pada akhirnya, Twinkling Watermelon bukan sekadar drama fantasi remaja. Ia adalah cerita tentang bagaimana musik, cinta, dan keluarga mampu menyembuhkan luka yang diwariskan dari masa lalu.
Identitas Serial
- Judul: Twinkling Watermelon
- Judul Asli: (Bbanjjagineun Woteomellon)
- Negara Asal: Korea Selatan
- Sutradara: Son Jong-hyun
- Penulis Naskah: Jin Soo-wan
- Genre: Fantasi, Romansa, Remaja, Musik
- Jumlah Episode: 16 Episode
- Jaringan Siaran: tvN