Ulasan

Dear Bunda, Anak juga Butuh Cinta: Membaca Buku Parenting with Heart

Dear Bunda, Anak juga Butuh Cinta: Membaca Buku Parenting with Heart
Parenting With Heart (Dok.Pribadi/Oktavia)

Buku ini membuatku sadar bahwa menjadi orang tua pun harus belajar. Menjadi orang tua sering dianggap sebagai sesuatu yang alami. Banyak orang berpikir bahwa begitu menikah dan memiliki anak, kemampuan mengasuh akan datang dengan sendirinya. Padahal kenyataannya, parenting adalah salah satu pekerjaan paling rumit di dunia.

Tidak ada sekolah resmi yang benar-benar mengajarkan bagaimana menghadapi anak yang membangkang, remaja yang mulai tertutup, atau balita yang tantrum setiap hari. Di situlah buku Parenting with Heart: Menumbuhkan Anak dengan Hati karya Elia Daryati dan Anna Farida terasa begitu relevan.

Buku yang diterbitkan oleh Kaifa pada tahun 2014 ini  isinya bukan sekadar teori psikologi yang berat, melainkan kumpulan pengalaman nyata, refleksi, dan contoh kasus yang sering dialami keluarga masa kini.

Isi Buku

Salah satu bagian yang paling membekas adalah pembahasan tentang “Ibu Kawat dan Ibu Kain”, konsep yang dipopulerkan psikolog Harry F. Harlow. Eksperimen tersebut menunjukkan bahwa anak bukan hanya membutuhkan makanan atau kebutuhan fisik, tetapi juga sentuhan kasih sayang dan rasa aman.

Pesan ini terasa sangat menampar kehidupan modern sekarang. Banyak orang tua sibuk bekerja, mengejar target, dan memenuhi kebutuhan materi, tetapi lupa memberikan kehangatan emosional pada anak-anak mereka.

Kalimat sederhana seperti “anak tidak butuh orang tua sempurna, tetapi orang tua yang hadir” terasa begitu menohok dalam buku ini. Karena memang sering kali anak tidak mengingat mainan mahal atau fasilitas mewah yang diberikan orang tuanya. Mereka justru mengingat apakah pernah didengarkan saat sedih, dipeluk ketika takut, atau ditemani saat merasa sendirian.

Buku ini juga menolak anggapan bahwa anak yang “rusak” sudah tidak bisa diperbaiki. Ada bagian yang sangat menarik ketika penulis membahas bahwa dalam parenting selalu ada fase membangun dan fase memperbaiki.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar menjadi orang tua yang lebih baik. Pesan ini penting sekali, terutama bagi banyak ayah dan ibu yang sering dihantui rasa bersalah karena merasa gagal mendidik anak.

Elia Daryati sebagai seorang psikolog memperlihatkan bahwa kesalahan anak tidak bisa sepenuhnya dilepaskan dari pola pengasuhan orang tua. Namun buku ini tidak menyalahkan. Justru mengajak pembaca untuk bercermin dan memahami bahwa parenting adalah proses belajar seumur hidup.

Menariknya lagi, Parenting with Heart tidak hanya membahas anak kecil, tetapi juga fase remaja yang sering menjadi tantangan terbesar orang tua. Di era media sosial dan gadget seperti sekarang, hubungan antara orang tua dan anak remaja memang semakin rumit. Banyak orang tua kehilangan cara untuk berkomunikasi karena anak mulai tertutup dan merasa tidak dipahami.

Kelebihan dan Kekurangan

Buku ini memberikan sudut pandang bahwa remaja sebenarnya tidak ingin dijauhi. Bahkan ketika mereka membangkang atau memilih diam, mereka tetap ingin didengar. Ada kutipan yang sangat relate:

Tidak ada anak yang senang didiamkan. Mereka membangkang dengan cara diam, tapi sebenarnya ingin diajak bicara.”

Kalimat ini sederhana, tetapi menyadarkan bahwa banyak konflik keluarga muncul bukan karena kurang cinta, melainkan kurang komunikasi.

Selain itu, buku ini juga membahas berbagai isu yang sangat dekat dengan kehidupan modern seperti kecanduan game, pornografi, bullying, kata-kata kasar, hingga konsep me time bagi orang tua. Semua dibahas dengan pendekatan yang manusiawi, bukan menghakimi. Penulis seolah ingin mengatakan bahwa setiap zaman memang punya tantangan sendiri, tetapi kasih sayang tetap menjadi fondasi utama dalam mendidik anak.

Yang membuat buku ini menarik adalah gaya penulisannya yang ringan dan tidak terasa seperti membaca buku teori parenting. Pembaca seperti sedang mendengarkan curhatan dan pengalaman sesama orang tua. Kadang menyentuh, kadang membuat hati tertusuk karena terasa begitu nyata.

Sebagai pembaca, buku ini memberi kesadaran bahwa parenting bukan soal membentuk anak sesuai ambisi orang tua. Anak bukan robot yang harus selalu mengikuti keinginan keluarga. Mereka adalah individu yang punya perasaan, pikiran, luka, dan potensi masing-masing.

Di tengah dunia yang semakin sibuk dan serba cepat, Parenting with Heart hadir sebagai pengingat sederhana: anak-anak mungkin lupa semua nasihat panjang orang tuanya, tetapi mereka akan selalu ingat bagaimana mereka dicintai.

Identitas Buku

  • Judul: Parenting with Heart (Menumbuhkan Anak dengan Hati)
  • Penulis Utama: Elia Daryati dan Anna Farida
  • Penerbit: Kaifa 
  • Tahun Terbit: 2014 
  • ISBN: 978-602-7870-314 
  • Tebal: 172 halaman
  • Kategori: Perkembangan Anak, Pola Asuh

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda