Ulasan

Review A Little White Lie: Romansa Penuh Rahasia dengan Plot Twist Berlapis

Review A Little White Lie: Romansa Penuh Rahasia dengan Plot Twist Berlapis
Poster A Little White Lie (Instagram/@alittlewhitelie.series)

Berapa banyak kebohongan yang perlu disusun hanya untuk menutup satu kebohongan kecil? Pertanyaan inilah yang menjadi motor utama penggerak cerita "A Little White Lie".

Diadaptasi dari novel populer karya Titish A.K. dengan penulisan skenario oleh Cassandra Massardi, serial "A Little White Lie" resmi menyapa penonton lewat platform Netflix pada 15 Juli 2026 dan MAXSTREAM pada 22 Juli 2026.

Di bawah arahan sutradara Sondang Pratama serta rumah produksi Unlimited Production bersama MAXSTREAM TV, serial 8 episode ini menyajikan drama yang sarat akan rahasia, pengkhianatan, kebohongan, dan permasalahan menuju dewasa lainnya.

Dilengkapi oleh jajaran pemeran muda seperti Callista Arum, Junior Roberts, Jerome Kurnia, hingga Shania Gracia, Ciccio Manassero, Adel Reva, dan Teuku Rizky, "A Little White Lie" mencoba membedah bagaimana kebohongan kecil bisa berkembang menjadi benang kusut yang membongkar topeng kehidupan banyak orang.

Kisah ini dibuka dengan suasana reuni sekolah yang digelar di hotel milik Adit (Jerome Kurnia). Adit digambarkan sebagai sosok pemilik hotel yang perfeksionis hingga sering kali membuat para karyawannya merasa terintimidasi. Reuni yang semula diniatkan sebagai ajang melepas rindu justru menjadi panggung awal terciptanya kebohongan demi kebohongan.

Tokoh utama kita, Ocha (Callista Arum), menghadiri reuni tersebut dalam kondisi memprihatinkan setelah baru saja terkena layoff. Berharap bisa mendapatkan koneksi pekerjaan baru, Ocha justru terjebak situasi yang paling ia hindarkan yang terjadi saat sedang sesi lelang foto angkatan untuk dana bantuan guru.

Akibat sebuah insiden yang membuat dirinya tak sengaja mengangkat tangan, Ocha justru memenangkan lelang bernilai Rp15 juta. Karena gengsi dan enggan terlihat terpuruk di depan teman-temannya, Ocha berpura-pura baik-baik saja dan menyanggupi angka tersebut.

Tak berhenti di situ, reuni ini mempertemukannya kembali dengan Bintang (Junior Roberts), sahabat lamanya yang menyimpan banyak memori manis lewat surat-surat masa sekolah. Di sisi lain, hubungan Ocha dengan Adit justru diawali dengan kekesalan masa lalu yang berlanjut menjadi ajang saling sindir.

Tak hanya dinamika cinta segitiga antara Ocha, Bintang, dan Adit, episode demi episode lantas mengupas tuntas bahwa hampir setiap karakter memiliki "white lies", mulai dari perselingkuhan, kepura-puraan kaya di tengah kebangkrutan, hingga penyakit mematikan yang disembunyikan.

Materi Cerita Solid, Namun Terganjal Eksekusi Pacing dan Dialog

Sebagai sebuah karya adaptasi novel, "A Little White Lie" sebenarnya memiliki fondasi materi cerita yang potensial dan memikat.

Konflik antar karakternya terasa kaya dan relevan dengan realita sosial dewasa muda saat ini. Sayangnya, potensi besar ini terasa belum tereksekusi secara maksimal di layar kaca.

Kendala utama terletak pada pacing dan transisi antaradegan yang terasa terburu-buru. Perpindahan scene demi scene tampak kurang smooth dan cenderung patah-patah, seolah memotong detail penting yang seharusnya bisa memperkuat kedalaman emosi tiap karakter.

Meski demikian, hal ini masih bisa dimaklumi mengingat format serialnya yang terbilang singkat, hanya dikemas dalam 8 episode berdurasi 40 hingga 50-an menit.

Selain masalah pacing, aspek dialog juga menjadi catatan tersendiri. Di beberapa adegan, dialog pemain terasa terlalu mengandalkan improvisasi tanpa panduan naskah yang matang.

Hal tersebut membuat beberapa ucapan terdengar "mentah" dan kaku, menyerupai pementasan tugas seni peran tingkat sekolah.

Beruntung, kelemahan dialog ini lebih banyak ditemukan pada jajaran pemeran pendukung minor, sehingga jajaran pemeran utama masih mampu menjaga dinamika emosi cerita tetap aman.

Kesimpulan

"A Little White Lie" tetap menjadi tontonan drama romantis yang menghibur untuk melepas penat. Kombinasi trope hubungan yang disukai penonton, kejutan plot twist, serta dinamika cinta segitiga antara Adit, Ocha, dan Bintang menjadi daya tarik utama yang sayang untuk dilewatkan.

Meski eksekusinya masih memiliki beberapa celah teknis, serial ini berhasil menyampaikan pesannya, bahwa terkadang, satu kebohongan kecil membutuhkan ribuan kebohongan lain untuk menutupinya.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda