Ulasan
Bedah Isu Plagiarisme Yellowface: Saat Etika Penulis Diuji Habis-Habisan!
Buku yang sudah lama ngangkring di keranjang oren kini akhirnya bisa terbaca juga, untungnya nemu versi gratis di perpustakaan.
Judulnya Yellowface, sebuah novel karya R.F. Kuang yang sejak lama membuat penasaran karena perbincangan hangat di dunia maya seputar isu plagiarisme dan dinamika industri penerbitan.
Novel ini menyoroti isi kepala seorang penulis yang mengalami krisis eksistensial, di mana batas antara kekaguman, kecemburuan, dan ambisi gelap melebur menjadi satu dalam kisah yang menegangkan.
Sinopsis
Cerita ini berpusat pada June Hayward dan Athena Liu, dua orang wanita yang sama-sama berprofesi sebagai penulis. Athena adalah sosok keturunan Asia yang kehidupannya berbanding terbalik dengan June.
Athena melesat menjadi bintang literasi yang dipuja, sukses besar dengan karya-karya laris, dan hidup dalam kemewahan gemerlap dunia penerbitan.
Sebaliknya, June tertinggal di latar belakang sebagai gadis kulit putih biasa yang novel debutnya gagal total di pasaran, membuatnya merasa tidak ada seorang pun yang akan tertarik pada karyanya. Hubungan keduanya yang tadinya hanya sebatas kenalan dari masa kuliah di Yale tiba-tiba diuji oleh sebuah tragedi tak terduga.
Semua petaka dan peluang emas itu bermula pada suatu malam di apartemen mewah milik Athena. Saat itu, mereka sedang merayakan kabar baik dari karier Athena, sebelum akhirnya sebuah insiden konyol terjadi ketika Athena mendadak tersedak panekuk dan meninggal dunia di hadapan June.
Alih-alih berhasil menyelamatkan temannya, June justru dihadapkan pada kenyataan pahit sekaligus godaan terbesar dalam hidupnya.
Di atas meja apartemen tersebut, ia menemukan sebuah manuskrip novel baru milik Athena yang belum pernah dipublikasikan sama sekali—sebuah karya riset mendalam tentang Korps Buruh Tiongkok di tengah Perang Dunia I.
Dikuasai oleh rasa iri dan ambisi yang terpendam, June melakukan tindakan tercela: ia mencuri manuskrip tersebut dan membawanya pulang. Setelah dibaca, June sadar bahwa draf itu adalah sebuah berlian mentah yang bisa ia perbaiki dan sempurnakan. Singkat cerita, ia memutuskan untuk mengeditnya habis-habisan dan menyerahkannya ke penerbit seolah-olah itu adalah karya aslinya sendiri.
Pihak penerbit bahkan membuatkan citra baru yang disesuaikan, lengkap dengan penggunaan nama pena Juniper Song demi memberikan ambiguitas etnis agar bukunya lebih mudah diterima dan mendulang sensasi di pasaran.
Di luar dugaan, strategi itu berhasil luar biasa. Novel tersebut meledak di pasaran, menjadi buku terlaris, dan membawa June pada kesuksesan finansial serta ketenaran instan yang selama ini ia impikan.
Namun, di sinilah mimpi buruk yang sebenarnya dimulai. June tidak akan pernah bisa lolos dari bayang-bayang Athena yang terus menghantuinya. Seiring berjalannya waktu, berbagai bukti dan kejanggalan mulai bermunculan ke permukaan, mengancam seluruh pencapaian yang baru saja ia raih dengan cara curang.
Saat harus berpacu dengan waktu untuk menutupi kebohongannya dari sorotan publik dan warganet yang kritis, June akhirnya benar-benar tahu seberapa jauh ia berani bertindak untuk mempertahankan apa yang menurutnya layak ia dapatkan.
Ia mulai menghalalkan segala cara, mulai dari menolak pembaca sensitivitas hingga menghadapi tuduhan plagiarisme yang disuarakan oleh mantan kekasih Athena di dunia maya.
Novel ini membawa pembaca melihat sisi paling gelap dari dunia literasi, di mana moralitas menjadi abu-abu, kepemilikan sebuah cerita diperdebatkan secara budaya, dan ambisi seseorang bisa berujung pada kehancuran total akibat tipu daya yang dibangunnya sendiri.
Novel Yellow face cukup liar sekaligus relevan dengan realitas dunia kreatif hari ini. R.F. Kuang berhasil memotret sisi gelap industri buku yang sering kali tidak terlihat dari luar tentang bagaimana sebuah karya diperjualbelikan, bagaimana isu ras, privilese, dan tokenism bekerja di balik layar penerbitan, serta betapa rapuhnya integritas seorang kreator ketika dihadapkan pada godaan popularitas.
Sudut pandang unreliable narrator dari June membuat kita gemas, kesal, tetapi sekaligus sulit berhenti membalik halaman demi halaman karena penasaran seberapa jauh kebohongan ini akan menyeretnya. Buku ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang menyukai cerita fiksi psikologis dengan tokoh utama yang "berantakan" secara moral, serta pembaca yang tertarik mendalami isu-isu sosial di balik industri kreatif modern tanpa merasa sedang diceramahi lewat bahasa akademik yang kaku.
Identitas Buku
Judul : Yellowface
Penulis: R. F. Kuang
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Editor: Dini Pandia
Penerbit: Penerbit Gramedia Pustaka Utama (Jakarta)
Tahun Terbit: 2023 (Cetakan kedelapan: Januari 2026)
Tebal & Ukuran: 336 hlm; 23 cm
ISBN: 978-602-06-7279-3