Ulasan

Surat dari Pram: Kumpulan Surat untuk Sang Terkasih, Jenaka Aryadiningrat

Surat dari Pram: Kumpulan Surat untuk Sang Terkasih, Jenaka Aryadiningrat
Novel Surat dari Pram (dok.pribadi/Azilla)

"Nona Djenaka. Ini adalah permintaan yang tak akan pernah Anda dengar. Saya tidak akan pernah bosan menuliskannya. Jika suatu saat di masa depan terasa berat, kembalilah. Tidak perlu tergesa-gesa. Saya akan selalu ada di kota ini. Menunggu Anda dengan setia." (Surat dari Pram, halaman 50).

Surat dari Pram merupakan novel ketiga atau terakhir dari kisah Surat untuk Jenaka. Tidak seperti dua novel sebelumnya yang membahas tentang berbagai misteri kasus hukum di Hindia Belanda, Surat dari Pram merupakan sebuah kisah yang ditulis dari sudut pandang Pramoedya Bagoes Biroe setelah perpisahannya dengan Jenaka hingga akhir hayatnya. 

Novel yang memiliki tebal kurang dari 250 halaman ini akan membuat para pembaca jadi lebih memahami apa yang dirasakan oleh Pram, bagaimana lelaki itu menjalani hari-harinya, apa saja yang terjadi dalam tujuh tahun terakhir perpisahannya dengan Jenaka, hingga akhirnya dapat berada di sisi Jenaka, orang yang paling ia cintai. Selain itu, novel ini juga menjadi penutup akhir kisah yang terjadi antara Jenaka dan Pram.

Sinopsis Novel Surat dari Pram

Surat dari Pram merupakan sebuah novel yang berisi kumpulan surat yang dituliskan oleh Pramoedya atau Pram kepada Jenaka, orang yang paling ia cintai. Surat-surat yang dituliskan oleh Pram akan dimuat di setiap awal bab, lalu dilanjutkan dengan kisahnya dalam menjalani hari demi hari dan tahun demi tahun pasca kepergian Jenaka ke masa depan. 

Cerita diawali dengan Pram yang masih berduka atas kepergian Jenaka, memutuskan menuliskan surat untuk pertama kalinya di tahun 1923. Isi surat tersebut mengungkapkan apa yang tengah dirasakan oleh pria itu selama ini. Lalu, setelah surat tersebut berakhir, diceritakan juga pertemuan pertama dengan Jenaka di butik, lalu berlanjut ke perpustakaan. Pram yang awalnya hanya penasaran dengan sosok Jenaka, perlahan mulai mendekati gadis itu dan akhirnya jatuh cinta karena pemikiran, pribadi, dan keteguhan yang dimiliki gadis itu.

Semua surat yang dituliskan oleh Pram ia letakkan di sebuah kotak kecil. Anehnya, pada keesokan harinya, surat itu selalu menghilang. Pram mencoba untuk tidak memedulikan hal itu dan tetap melanjutkan menulis surat, hingga Jati membawakan kabar gembira kepadanya, yakni ia bisa menyusul Jenaka ke masa depan tepat tujuh tahun perpisahan keduanya. 

Bahkan, saat sudah di masa depan pun, Pram masih menuliskan berbagai surat untuk Jenaka. Meskipun orang yang ia cintai ada di sisinya, surat darinya tetap menghilang secara misterius, seolah-olah surat tersebut telah terlempar ke dimensi waktu yang lain.

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Secara keseluruhan, novel ini memiliki sudut pandang dari Pram, meskipun masih menggunakan sudut pandang orang ketiga. Surat dari Pram memiliki alur maju, dari masa lalu hingga masa depan. Selain itu, plot dan konflik dalam novel ini lebih ringan dibandingkan novel sebelumnya. Meski memiliki alur yang lebih ringan, novel ini tetap menyelipkan plot twist yang memukau di akhir cerita, membuat para pembaca dapat terhibur. 

Di sisi lain, karena novel ini menceritakan sudut pandang yang dialami oleh Pram, Surat dari Pram memiliki narasi yang lebih panjang dibandingkan dialog antartokoh, membuat para pembaca dapat dengan mudah merasa bosan karena banyaknya narasi yang ditampilkan. Selain itu, konflik yang lebih ringan di novel ini membuat beberapa pembaca lebih lama dalam menyelesaikan novel ini. 

Jika para pembaca menyukai dua novel sebelumnya, maka novel ini akan sangat direkomendasikan karena di dalamnya berisi tentang perasaan jujur yang dimiliki oleh Pram, kejadian-kejadian yang terjadi di masa lalu dalam rentang tujuh tahun, hingga hubungan akhir Jenaka dan Pram di masa depan. Selain itu, plot twist kecil yang ada di akhir cerita dapat membuat para pembaca menyukainya. 

Namun, jika pembaca kurang suka novel yang memiliki narasi dominan dibandingkan dialog, konflik yang lebih ringan, dan alur cerita yang sudah pasti bisa ditebak, maka novel ini bisa dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya. 

Identitas Novel

  • Judul: Surat dari Pram
  • Penulis: Gigrey
  • Tahun Terbit: April 2025
  • Penerbit: Penerbit Akad
  • Tebal: 204 halaman
  • ISBN: 9786347031150
  • Genre: Fiksi Sejarah

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda