Ulasan

Review Is God Is: Balas Dendam Dua Saudari Kembar Penuh Luka

Review Is God Is: Balas Dendam Dua Saudari Kembar Penuh Luka
Salah satu adegan Racine dan Anaia dalam film Is God Is. [IMDb]

Is God Is merupakan film thriller balas dendam yang dirilis pada 2026. Film ini menjadi debut Aleshea Harris sebagai sutradara layar lebar sekaligus adaptasi dari drama panggung karyanya sendiri. Ceritanya dibintangi Kara Young, Mallori Johnson, Sterling K. Brown, Vivica A. Fox, dan Janelle Monáe.

Film ini mengikuti kisah saudara kembar Racine dan Anaia yang sejak kecil harus hidup dengan luka akibat kekerasan dalam keluarga. Keduanya memiliki bekas luka bakar yang menjadi pengingat atas kejadian tragis di masa lalu.

Kisah Racine dan Anaia Mencari Sang Ayah

Cerita dimulai ketika Racine dan Anaia kembali dipertemukan dengan ibu mereka, Ruby, yang selama ini mereka kira telah meninggal. Pertemuan tersebut justru membuka kembali luka lama yang selama bertahun-tahun mereka coba tinggalkan.

Ruby kemudian mengungkap bahwa ayah mereka merupakan orang yang bertanggung jawab atas tragedi yang membuat kedua putrinya terluka. Dalam kondisi yang sudah sangat lemah, Ruby meminta Racine dan Anaia mencari sang ayah dan membalas semua perbuatannya.

Permintaan itu membawa keduanya dalam perjalanan menuju tempat tinggal sang ayah. Namun, mereka bukan dua orang yang sejak awal terbiasa dengan dunia kekerasan. Racine terlihat lebih berani dan siap menghadapi apa pun, sedangkan Anaia lebih banyak menyimpan keraguan.

Perjalanan tersebut kemudian mempertemukan mereka dengan beberapa orang yang ikut terseret dalam kisah masa lalu keluarga mereka. Dari sini, cerita mulai berkembang menjadi lebih dari sekadar perjalanan dua saudari untuk membalas dendam.

Review Film Is God Is

Awalnya aku mengira Is God Is akan lebih banyak berisi aksi balas dendam. Ternyata setelah menonton sampai selesai, hubungan Racine dan Anaia justru menjadi bagian yang paling membekas.

Kara Young dan Mallori Johnson punya chemistry yang terasa kuat sebagai saudara kembar. Racine yang lebih keras dan Anaia yang cenderung pendiam punya cara berbeda dalam menghadapi trauma. Meski begitu, keduanya tetap terlihat sangat dekat.

Aku juga suka bagaimana hubungan mereka ditampilkan tanpa harus selalu dijelaskan lewat dialog. Ada beberapa momen ketika keduanya seperti bisa memahami apa yang dipikirkan satu sama lain tanpa banyak bicara. Hal kecil seperti ini membuat hubungan mereka terasa lebih hidup.

Filmnya sendiri punya gaya yang cukup nyeleneh. Is God Is tidak berjalan seperti film balas dendam yang langsung dari awal sampai akhir penuh aksi. Ada drama keluarga, komedi gelap, kekerasan, sampai nuansa film koboi yang membuat perjalanan Racine dan Anaia terasa seperti road trip yang tidak biasa.

Di tengah tujuan mereka yang cukup kelam, masih ada momen ketika kedua saudari itu bercanda, berdebat, atau sekadar menikmati waktu bersama. Buatku, bagian seperti ini justru membuat film tidak terasa berat sepanjang waktu.

Akting para pemain juga cukup membantu. Kara Young berhasil membawa Racine sebagai karakter yang keras, penuh amarah, tetapi tetap punya sisi rapuh. Mallori Johnson memberikan keseimbangan lewat Anaia yang lebih tenang dan banyak memendam perasaan.

Sterling K. Brown juga cukup mencuri perhatian sebagai ayah mereka. Karakternya tidak harus terus-menerus berteriak atau menunjukkan kekerasan untuk terasa mengancam. Sikapnya yang relatif tenang justru membuat sosok tersebut terasa semakin tidak nyaman untuk dilihat.

Di balik kisah balas dendamnya, film ini sebenarnya banyak berbicara tentang trauma dan keluarga. Racine dan Anaia bukan hanya ingin membalas perlakuan ayah mereka. Mereka juga harus menghadapi pertanyaan tentang bagaimana hidup setelah bertahun-tahun membawa luka dari masa kecil.

Bagian inilah yang membuat Is God Is menjadi lebih dari sekadar film tentang dua saudari yang ingin membunuh ayahnya. Kekerasan dalam keluarga digambarkan sebagai sesuatu yang meninggalkan dampak panjang, bahkan setelah kejadian utamanya berlalu.

Kalau ada bagian yang mungkin membuat penonton tidak langsung cocok, itu adalah gaya penceritaannya. Film ini punya pengaruh yang cukup terasa dari drama panggung dan beberapa genre lain. Alurnya juga tidak selalu bergerak cepat seperti film thriller pada umumnya.

Jadi, kalau kamu masuk dengan harapan mendapatkan film balas dendam yang isinya pertarungan dari awal sampai akhir, mungkin ada beberapa bagian yang terasa cukup lambat.

Tapi buatku, pendekatan tersebut justru menjadi bagian dari identitas Is God Is. Film ini berani membawa cerita yang awalnya berasal dari panggung ke bentuk layar lebar tanpa membuatnya terasa seperti film aksi biasa.

Setelah menonton sampai akhir, kesan yang paling terasa adalah film ini sebenarnya lebih banyak bercerita tentang dua saudari yang berusaha menghadapi luka lama daripada sekadar mengejar orang untuk dibalas.

Aku cukup menikmati perpaduan antara thriller, drama keluarga, dan komedi gelap yang digunakan Aleshea Harris. Ceritanya memang tidak selalu mudah ditebak, tetapi hubungan Racine dan Anaia membuat perjalanan mereka tetap punya alasan untuk diikuti sampai akhir.

Buat kamu yang suka film dengan karakter kuat dan cerita balas dendam yang tidak mengikuti pola biasa, Is God Is bisa dicoba. Jangan berharap film ini hanya menyajikan aksi, karena yang lebih banyak dibahas justru hubungan keluarga, trauma, dan bagaimana seseorang mencoba berdamai dengan masa lalu.

Film Is God Is sudah tersedia di Prime Video mulai 19 Agustus 2026. Film ini bisa disaksikan dengan berlangganan Prime Video, dan tersedia subtitle bahasa Indonesia.

Rating pribadi: 8,7/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda