Ulasan
Akting Zendaya di Euphoria Season 1 Dipuji Habis-Habisan, Layak Ditonton?
Euphoria Season 1, yang tayang perdana di HBO pada 16 Juni 2019 dan berakhir pada 4 Agustus 2019, merupakan adaptasi Amerika dari serial Israel berjudul sama. Karya Sam Levinson ini menghadirkan 8 episode yang menggambarkan kehidupan sekelompok remaja di East Highland High School dengan cara yang sangat mentah, visual yang memukau, serta pendekatan terhadap isu-isu dewasa yang jarang dijumpai dalam drama remaja. Serial ini kupuji karena sinematografi yang kuat, skor musik karya Labrinth, serta penampilan para pemain, khususnya Zendaya.
Sebuah Perjalanan Ruang Gelap Ketergantungan

Kisah berpusat pada Rue Bennett (Zendaya), seorang remaja berusia 17 tahun yang baru saja keluar dari rehabilitasi setelah overdosis. Rue, yang juga berperan sebagai narator tidak dapat diandalkan, berjuang melawan kecanduan narkoba, gangguan kecemasan, depresi, dan trauma masa lalu, termasuk kematian ayahnya akibat kanker. Ia segera kembali menggunakan narkoba setelah tiba di rumah. Pertemuannya dengan Jules Vaughn (Hunter Schafer), seorang gadis transgender yang baru pindah ke kota, menjadi titik balik emosional. Hubungan mereka berkembang menjadi ikatan yang kompleks, menyeimbangkan antara persahabatan dan romantisme, di tengah tekanan sosial dan personal masing-masing.
Di sekeliling Rue, berbagai tokoh menghadapi tantangan mereka sendiri. Nate Jacobs (Jacob Elordi) adalah atlet sepak bola yang penuh amarah dan ketidakamanan seksual, yang terungkap terkait masa lalunya menemukan rekaman video ayahnya, Cal Jacobs (Eric Dane). Hubungan toksik Nate dengan Maddy Perez (Alexa Demie) melibatkan kekerasan fisik dan manipulasi. Cassie Howard (Sydney Sweeney) bergulat dengan isu harga diri dan sejarah seksualnya, sementara Kat Hernandez (Barbie Ferreira) mengeksplorasi seksualitasnya melalui internet setelah pengalaman traumatis. Lexi Howard (Maude Apatow), Fezco O’Neill (Angus Cloud), dan tokoh-tokoh lain memperkaya gambaran tentang tekanan media sosial, kekerasan, identitas, dan absennya peran orang tua.
Review Serial Euphoria Season 1

Serial ini unggul dalam menghadirkan realitas remaja kontemporer tanpa menghindar dari topik-topik sensitif seperti kecanduan, kekerasan dalam hubungan, identitas gender, dan trauma. Gaya visualnya yang hipnotis—dengan pencahayaan neon, make-up yang mencolok, dan sekuens mimpi yang surreal—berpadu dengan narasi yang jujur. Penampilan Zendaya mendapat apresiasi tinggi atas kemampuannya menggambarkan kerentanan dan kehancuran karakter Rue secara subtler namun mendalam. Akan tetapi, serial ini juga menimbulkan kontroversi karena konten seksual dan penggunaan narkoba yang eksplisit, yang kuanggap berlebihan mengingat usia karakternya.
Di wilayah Indonesia, Euphoria Season 1 tersedia untuk streaming di HBO Max. Platform tersebut menyediakan akses penuh terhadap season ini bagi pelanggan yang berlangganan.
Salah satu adegan paling dramatis terjadi di episode keempat, dengan judul Shook Ones Pt. II, saat Nate mencekik Maddy di area karnaval. Adegan tersebut menampilkan kekerasan fisik yang tiba-tiba dan intens dalam hubungan mereka, dengan Nate mendorong Maddy ke dinding trailer hingga meninggalkan memar di lehernya. Ketegangan visual dan emosionalnya sangat kuat, menggambarkan dinamika kekuasaan dan kontrol yang merusak tanpa perlu penjelasan verbal yang berlebihan. Adegan ini menjadi salah satu momen yang paling menegangkan dan mengganggu dalam keseluruhan season.
Adapun adegan paling emosional terdapat di episode penutup, yang judulnya And Salt the Earth Behind You. Rue dan Jules merencanakan untuk melarikan diri bersama, namun di stasiun kereta Rue memutuskan untuk tinggal. Jules akhirnya naik kereta sendirian, meninggalkan Rue yang hancur. Setelah itu, Rue mengalami relapse dan masuk ke dalam sekuens halusinasi musikal yang indah sekaligus menyedihkan, diiringi lagu All For Us. Dalam sekuens tersebut, Rue dibawa oleh paduan suara yang mengenakan jubah berwarna merah maroon—warna yang sama dengan hoodie ayahnya—seolah menggambarkan prosesi pemakaman sekaligus pelepasan. Momen ini menggabungkan kesedihan mendalam, nostalgia, dan keputusasaan kecanduan dengan cara yang sangat menyentuh, menjadikannya klimaks emosional yang sulit dilupakan.
Jadi kesimpulannya, Euphoria Season 1 berhasil menyajikan potret remaja yang kompleks, indah secara visual, namun sering kali menyakitkan untuk ditonton. Serial ini menuntut perhatian penuh dariku dan meninggalkan kesan yang mendalam mengenai kerapuhan manusia di tengah tekanan modern. Rating pribadi: 7.5/10.