Ulasan
Ulasan Gadis Kretek: Ketika Cinta, Ambisi, dan Sejarah Bertemu
Gadis Kretek merupakan serial Indonesia yang hadir di Netflix pada 2023 melalui kolaborasi produksi BASE Entertainment dan Fourcolours Films. Karya ini diangkat dari novel populer Ratih Kumala dan diarahkan oleh Kamila Andini bersama Ifa Isfansyah. Deretan pemain seperti Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Arya Saloka, dan Putri Marino membuat kisahnya semakin kuat. Tidak hanya menawarkan drama percintaan, serial ini membawa penonton menyusuri sejarah keluarga, perkembangan bisnis kretek, serta pergolakan sosial-politik Indonesia.
Pencarian Lebas Menguak Rahasia Masa Lalu

Cerita bermula ketika Soeraja berada dalam kondisi kritis. Dalam keadaan sakit, ia berulang kali menyebut nama seorang perempuan bernama Jeng Yah. Anak-anaknya, terutama Lebas, tidak mengetahui siapa sosok tersebut. Rasa penasaran membuat Lebas berusaha menemukan perempuan yang ternyata memiliki hubungan penting dengan masa lalu ayahnya.
Perjalanan tersebut membawanya ke Jawa Tengah. Di sana, Lebas berkenalan dengan Arum, seorang dokter yang kemudian ikut membantu mengungkap misteri keluarga. Bersama-sama, mereka menelusuri berbagai peninggalan masa lalu dan mencari kaitan antara Jeng Yah dengan pabrik kretek milik keluarga Soeraja.
Jeng Yah ternyata adalah Dasiyah, putri Idroes Moeria, pemilik sebuah usaha kretek. Dasiyah bukan sekadar anak pemilik pabrik. Ia mempunyai kemampuan luar biasa dalam meracik saus kretek, bagian penting yang menentukan cita rasa sebuah produk.
Kehadiran Soeraja kemudian mengubah perjalanan hidupnya. Sebagai pemuda dari latar belakang sederhana yang bekerja di lingkungan keluarga Dasiyah, Soeraja mendapat kesempatan untuk belajar dan berkembang. Kedekatan mereka perlahan berubah menjadi perasaan cinta. Keduanya juga memiliki harapan untuk membawa usaha kretek menuju masa depan yang lebih besar.
Namun, hubungan tersebut tidak berjalan mudah. Perjodohan, kepentingan bisnis, serta kondisi politik yang semakin tidak stabil membuat impian mereka menghadapi banyak rintangan. Perasaan pribadi akhirnya harus berhadapan dengan tuntutan keluarga dan keadaan zaman.
Ketegangan politik pada 1965 menjadi salah satu titik penting dalam cerita. Situasi tersebut berdampak besar terhadap keluarga Dasiyah dan usaha yang selama ini mereka bangun. Konflik bisnis turut memperumit keadaan hingga Soeraja berada dalam posisi yang sulit.
Setelah berbagai peristiwa terjadi, perjalanan Soeraja berlanjut hingga ia berhasil membangun kesuksesan besar dalam industri kretek. Sementara itu, jejak Dasiyah dan berbagai rahasia keluarga tetap tersimpan selama puluhan tahun. Pencarian Lebas dan Arum akhirnya perlahan membuka kembali luka, cinta, serta keputusan masa lalu yang selama ini tersembunyi.
Pelajaran tentang Bisnis dan Kesetaraan

Saya justru merasa sedikit menyesal karena baru menyempatkan diri menonton Gadis Kretek belakangan ini. Setelah menyaksikannya, saya mendapatkan gambaran menarik mengenai kehidupan industri tembakau dan perkembangan bisnis rokok di Indonesia pada masa lampau.
Hal yang paling saya nikmati adalah penampilan para pemain. Akting mereka terasa meyakinkan dan mampu membuat karakter dari dua masa berbeda terasa hidup. Selain itu, pilihan warna dalam serial ini juga menarik perhatian saya. Nuansanya berhasil menciptakan atmosfer masa lalu yang kuat. Cara para tokoh berbicara, penggunaan bahasa, hingga busana yang dikenakan turut membuat latar zamannya terasa lebih nyata.
Adegan favorit saya adalah ketika Jeng Yah diam-diam masuk ke ruang pembuatan saus. Bagian ini terasa penting karena memperlihatkan tekadnya untuk membuktikan kemampuan sendiri di tengah lingkungan yang membatasi perempuan.
Bagi saya, tindakan tersebut menggambarkan keberanian Dasiyah untuk keluar dari aturan yang sudah dianggap biasa. Ia tidak ingin hanya menjadi perempuan yang berada di belakang layar, tetapi ingin menunjukkan bahwa dirinya juga mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi bisnis keluarganya.
Serial ini memberikan sejumlah pelajaran yang menurut saya relevan hingga sekarang. Dasiyah menunjukkan bahwa kerja keras dan ketekunan diperlukan untuk menghasilkan produk berkualitas. Keberanian berinovasi juga menjadi kunci agar sebuah bisnis tidak berhenti pada kesuksesan sementara.
Selain inovasi, Gadis Kretek memperlihatkan pentingnya merek. Produk yang tidak memiliki identitas akan lebih mudah dianggap sebagai komoditas biasa. Sebaliknya, sebuah merek dapat membangun karakter produk sekaligus menumbuhkan kepercayaan konsumen.
Kisah Dasiyah juga menyampaikan pesan kuat mengenai kesetaraan gender. Di tengah budaya patriarki, ia berusaha membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi pemimpin sekaligus pencipta gagasan dalam dunia usaha.
Di luar persoalan bisnis, serial ini tetap memiliki kekuatan melalui kisah hubungan Dasiyah dan Soeraja. Hubungan mereka menunjukkan bahwa cinta tidak selalu berjalan sesuai harapan. Keadaan politik, ambisi, keluarga, dan tragedi dapat membuat seseorang harus membayar mahal atas pilihan yang diambil.
Bagi saya, cerita tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan juga membutuhkan visi jangka panjang. Kesuksesan yang sudah diraih bukan alasan untuk berhenti berkembang. Dunia bisnis selalu bergerak, sehingga inovasi dan keberanian menghadapi persaingan tetap dibutuhkan.
Secara keseluruhan, Gadis Kretek berhasil memadukan drama keluarga, romansa, sejarah, dan dunia bisnis dalam satu cerita yang menarik. Visual, akting, kostum, serta atmosfer zamannya menjadi kekuatan tersendiri. Serial ini bukan hanya menghibur, tetapi juga memberikan gambaran mengenai perjuangan perempuan, arti ketekunan, pentingnya membangun merek, serta dampak besar sejarah terhadap kehidupan manusia. Bagi saya, film ini layak mendapatkan penilaian 8,5/10.