Ulasan

Review Turning Point: Generation 9/11, Mereka yang Hidup Setelah Tragedi

Review Turning Point: Generation 9/11, Mereka yang Hidup Setelah Tragedi
Foto Turning Point: Generation 9/11 (Netflix)

Sebagian orang punya ingatan langsung tentang 11 September 2001. Sebagian lain cuma mengenalnya dari rekaman televisi, foto, buku sejarah, atau cerita orang tua. Turning Point: Generation 9/11 yang rilis di Netflix pada 2 September 2026 tampak tertarik pada kelompok kedua sebagai pusat cerita. Dokumenter Netflix ini melihat bagaimana anak-anak, memahami serangan 9/11, yang akhirnya tumbuh di dalam tragedi tersebut. 

Disutradarai Brian Knappenberger, film dokumenter berdurasi ±97 menit ini diproduksi Luminant Media. Josh Brolin tampil sebagai narator, sementara film menampilkan sejumlah narasumber nyata: Michael Smoak, Laurel Homer, An Nguyen, Mohammad Razvi, Jenny Pachucki, hingga beberapa jurnalis, akademisi, veteran, dan tokoh yang punya pengalaman langsung dengan konsekuensi 9/11.

Film dimulai dari mengerikan itu. Empat pesawat dibajak pada 11 September 2001, dua menghantam World Trade Center, satu menyerang Pentagon, dan satu jatuh di Pennsylvania setelah penumpang berusaha merebut kendali. Dari sana, dokumenter bergerak jauh ke depan, mengikuti kehidupan manusia yang tumbuh di bawah bayang-bayang War on Terror, perang Afghanistan, perubahan kebijakan keamanan, Islamofobia, imigrasi, sampai penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan pada 2021. Sangat menarik buat Sobat Yoursay yang ingin tahu banyak sejarah tragedi ini, lho. 

Menilik Tragedi dari Point of You Korban Anak-anak 

Perpindahan dari peristiwa menuju generasi setelahnya, membuat film ini menarik. Kita sudah terlalu sering melihat pesawat menabrak Menara Kembar, asap membubung, gedung runtuh, dan orang-orang berlarian. Rekaman itu tetap mengguncang, tapi sulit lagi menawarkan perspektif baru. Knappenberger kemudian bermain dalam melihat akibatnya, melalui orang-orang yang saat tragedi berlangsung belum mampu memahami apa yang terjadi.

Michael Smoak jadi contoh paling kuat. Ketika 9/11 terjadi, dia masih berusia lima tahun. Bertahun-tahun kemudian, dia bergabung dengan Marinir Amerika Serikat dan mengalami perang Afghanistan secara langsung. Ada hal miris yang begitu besar dalam perjalanan tersebut. Yup, anak yang tumbuh dalam dunia pasca-9/11 akhirnya menjadi bagian dari perang yang lahir dari respons tragedi itu. Ketika dia berada dalam kekacauan evakuasi Afghanistan, 9/11 sudah bukan lagi cerita dari televisi. Peristiwa itu berubah jadi pengalaman hidup.

Kisah Laurel Homer membawa bentuk pengalaman yang berbeda. Ayahnya, LeRoy W. Homer Jr., merupakan first officer United Airlines Flight 93. Bagi sejarah Amerika, ayahnya dikenang sebagai bagian dari tragedi dan kepahlawanan Flight 93. Bagi Laurel, sosok itu tetap ayah yang hilang ketika dirinya masih kecil. Film memperlihatkan bagaimana kehilangan orang tua bisa terus hidup selama puluhan tahun, bahkan ketika dunia sudah menganggap tragedinya sebagai sejarah.

Sementara Mohammad Razvi memperlihatkan konsekuensi lain. Sebagai Muslim-Amerika, dia tumbuh dalam lingkungan yang sebelumnya terasa sebagai bagian dari American Dream. Setelah 9/11, identitasnya mendadak dibaca melalui kecurigaan dan prasangka. Dia nggak perlu berada di lokasi serangan untuk merasakan dampaknya.

Di sinilah aku melihat, film ini nunjukin, trauma nggak selalu hadir melalui ingatan langsung. Seseorang bisa mendapat trauma melalui keluarga, kebijakan, budaya, perang, bahkan cara masyarakat memandangnya. 

Sayangnya, durasi ±97 menit membuat film terlalu padat. Terlalu banyak isu dimasukkan dalam satu perjalanan sehingga beberapa kisah personal belum digali maksimal. Padahal, kisah manusia seperti Michael, Laurel, An, dan Mohammad yang membuat dokumenter ini punya daya emosional.

Bila Sobat Yoursay tetap penasaran selepas membaca ini, cuz buka Netflix! Yuk, resapi kisah nyata mereka bareng-bareng sambil menyerap berbagai informasi penting yang mungkin belum beredar di pemberitaan. Selamat menonton. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda