Ulasan
Ulasan Film Gohan, Kisah Seekor Anjing yang Mengajarkan Arti Rumah
Dirilis pada 2026, Gohan digarap oleh Chayanop Boonprakob, Nattawut Poonpiriya, dan Atta Hemwadee. Produksinya berada di bawah GDH 559, rumah produksi yang sebelumnya menghadirkan sejumlah film populer seperti How to Make Millions Before Grandma Dies, The Paradise of Thorns, dan Bad Genius. Film ini menampilkan Jinjett Wattanasin, Tontawan Tantivejakul, Chartchai Chinsri, Nopphand Boonyai, Kitachima Yasushi, serta Poe Mamhe Thar. Penonton dapat menyaksikannya melalui Netflix.
Sepuluh Tahun Perjalanan Mencari Tempat untuk Pulang

Cerita Gohan mengikuti kehidupan seekor anjing liar berjenis Bangkaew dengan bulu putih dan hidung berwarna merah muda. Selama kurang lebih sepuluh tahun, ia berpindah dari satu manusia ke manusia lainnya. Perjalanan tersebut kemudian terbagi ke dalam tiga periode kehidupan yang memperlihatkan bagaimana pengalaman berbeda dapat membentuk arti “rumah” bagi seekor hewan.
Pada masa kecil, Gohan ditemukan terlantar di sekitar sebuah minimarket di Bangkok. Ia kemudian diadopsi Hiro, seorang teknisi otomotif berkebangsaan Jepang yang hidup sendirian dan mulai mendekati masa pensiun. Bagi Hiro, kehadiran Gohan menjadi sumber kehangatan sekaligus teman menjalani hari-hari di Thailand. Sayangnya, pandemi membuat keduanya harus berpisah. Hiro kemudian meninggal akibat COVID-19, meninggalkan Gohan tanpa sosok yang selama ini merawatnya.
Memasuki usia dewasa, kehidupan Gohan kembali menghadapkan dirinya pada situasi sulit. Ia sempat berada di sebuah tempat penampungan yang memperlakukannya dengan buruk. Nasibnya berubah setelah Namcha, pekerja asal Myanmar yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, menyelamatkannya. Namcha memberinya nama Brownie dan memberikan perhatian yang membuat Gohan kembali merasakan kasih sayang meskipun kehidupan mereka jauh dari kata mudah.
Ketika memasuki usia tua dan kondisi tubuhnya mulai menurun, Gohan yang kemudian dipanggil Hima bertemu Pele dan Jaidee di sekitar sebuah stasiun. Pasangan muda tersebut sedang menghadapi masalah dalam hubungan mereka. Tanpa disengaja, keberadaan Hima justru membantu keduanya menemukan kembali kedekatan yang sempat hilang.
Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Sejujurnya, saya biasanya menghindari film yang menjadikan hewan sebagai pusat cerita karena saya termasuk orang yang mudah menangis. Sebelum menonton Gohan, saya bahkan sempat khawatir film ini akan memiliki akhir tragis seperti Hachiko.
Kekhawatiran itu ternyata tidak sepenuhnya salah. Salah satu bagian yang paling membuat saya menangis adalah ketika Hiro meninggal karena COVID-19 dan Gohan kembali harus menghadapi kehilangan. Kesedihan tersebut semakin terasa ketika ia kemudian berada di tempat penampungan yang ternyata tidak memperlakukannya dengan baik.
Meskipun film ini memiliki akhir yang cukup melegakan, perjalanan panjang Gohan tetap membuat saya merasa iba. Ceritanya juga membuat saya teringat pada banyak anjing dan kucing yang hidup di jalanan tanpa makanan maupun tempat berlindung yang layak.
Salah satu momen favorit saya adalah ketika Gohan berhasil melewati batas waktu yang diperkirakan dokter. Sebelumnya, kondisi kesehatannya membuatnya diprediksi hanya memiliki waktu hidup yang singkat. Namun, berkat perawatan dan kasih sayang yang diterimanya, Gohan mampu bertahan jauh lebih lama. Ia bahkan mendapatkan kesempatan untuk menjalani kehidupan baru bersama rumah yang kembali menerimanya.
Bagi saya, adegan tersebut terasa sederhana, tetapi sangat emosional. Itu menunjukkan bagaimana perhatian yang tulus dapat memberikan kesempatan kedua bagi makhluk yang sebelumnya kehilangan harapan.
Pesan terbesar yang saya tangkap dari Gohan adalah bahwa rumah tidak selalu berbentuk bangunan atau alamat tertentu. Rumah dapat hadir melalui seseorang, sebuah hubungan, atau bahkan momen kecil yang membuat kita merasa aman dan diterima.
Film ini juga memperlihatkan bahwa mencintai berarti siap menerima kemungkinan kehilangan. Perpisahan memang menyakitkan, tetapi hubungan yang tulus tetap meninggalkan sesuatu yang berharga. Dalam cerita ini, Gohan bukan hanya menerima kasih sayang dari manusia, tetapi juga memberikan pengaruh kepada mereka. Kehadirannya membantu menyembuhkan luka, memperbaiki hubungan yang retak, dan membuat manusia di sekitarnya melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.
Lebih jauh lagi, Gohan mengajak penonton menghargai waktu yang dimiliki bersama orang-orang maupun hewan yang dicintai. Film ini mengingatkan bahwa hewan juga dapat menjadi korban dari tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab. Sebaliknya, kepedulian terhadap mereka dapat membuat kita menjadi manusia yang lebih peka.
Pada akhirnya, Gohan bukan sekadar film tentang seekor anjing yang mencari tempat untuk tinggal. Ini adalah cerita tentang kehilangan, kesempatan kedua, kenangan, cinta tanpa syarat, serta keberanian untuk melepaskan masa lalu dan menciptakan kehidupan baru. Penilaian saya untuk film ini adalah 7,5/10.