Ulasan

Review Parasomnia: Ketakutan Bikin Obsesi Mengendalikan Segalanya, Ngeri!

Review Parasomnia: Ketakutan Bikin Obsesi Mengendalikan Segalanya, Ngeri!
Poster Film Parasomnia (Shudder)

Tidur seharusnya lelap saat tubuh beristirahat dan pikiran berhenti bekerja. Namun, Parasomnia membalik gagasan itu menjadi sesuatu yang mengerikan. Bagi Riley, memejamkan mata berarti menyerahkan kendali pada sesuatu yang selama bertahun-tahun menghantui hidupnya.

Film horor berdurasi 85 menit ini disutradarai sekaligus ditulis James Ross II dalam debut penyutradaraan film panjangnya. Parasomnia diproduksi Lurid Films dan Parasomnia Movie, dengan Gabrielle Chapman dan Pacey Hansen sebagai produser. Jasmine Mathews memerankan Riley, ditemani RJ Brown sebagai Cam, Sally Stewart sebagai Mama, Stephen Barrington sebagai David, Danny Brown, serta Simon Longnight sebagai The Seer. Film ini rilis di Shudder pada 4 September 2026, dan Sobat Yoursay bisa cek langsung, ya!

Ceritanya mengenai Riley, perempuan muda yang hidup dengan trauma dan teror malam. Sejak remaja, hidupnya dibayangi serangkaian tragedi mengerikan. Salah satu peristiwa terburuk terjadi ketika Riley berusia 15 tahun dan tinggal di group home bersama sejumlah remaja, termasuk David. Malam itu berubah menjadi tragedi berdarah yang meninggalkan luka panjang bagi mereka.

Setelah dewasa, Riley mencoba menjalani hidup senormal mungkin. Sayangnya, masa lalu terus mengikutinya. Dia masih mengalami mimpi buruk dan mulai membuat berbagai aturan untuk mencegah teror itu muncul kembali. Orang-orang di sekitarnya harus tidur lebih dulu, sementara Riley berusaha menekan emosi yang diyakininya dapat memicu kejadian buruk. Ketika sahabatnya menghilang, Riley mulai percaya ada sosok iblis yang selama ini muncul dalam tidurnya telah menyeberang ke dunia nyata.

Ketakutan Sebenarnya Adalah Hilangnya Kendali Diri

Riley mencoba mengatur segalanya karena pernah mengalami sesuatu yang menghancurkan hidupnya. Rutinitas menjadi pagar. Aturan menjadi perlindungan. Tidur bahkan harus dikendalikan. Semua dilakukan dengan harapan masa lalu nggak akan kembali.

Masalahnya, semakin keras Riley berusaha mengontrol hidupnya, semakin terlihat rapuh kendali yang dia miliki. Ada hal-hal yang memang nggak bisa diatur hanya dengan disiplin atau kebiasaan. Tubuh tetap membutuhkan tidur. Emosi tetap muncul. Trauma juga nggak hilang hanya karena seseorang melarang dirinya menangis.

Bagiku, Parasomnia cukup filosofis. Kita juga sering menciptakan ilusi kontrol dalam kehidupan. Kita punya jadwal, rutinitas, aturan, dan kebiasaan yang membuat segalanya terasa aman. Padahal, rasa aman itu kadang cuma keyakinan: selama semua berjalan sesuai rencana, kita bisa menghindari hal buruk.

Parasomnia menunjukkan betapa cepat keyakinan itu runtuh ketika ancaman datang dari tempat yang paling sulit dikendalikan, yaitu pikiran sendiri. Riley bisa menutup pintu rumah, mengatur jam tidur, bahkan mengawasi orang-orang di sekitarnya. Dia tetap nggak bisa sepenuhnya mengendalikan apa yang muncul ketika kesadarannya hilang.

Karena itu, aku melihat film ini sebagai cerita tentang ketakutan yang perlahan berubah menjadi obsesi. Riley ingin aman, lalu berusaha mengendalikan semuanya. Semakin dia takut, semakin banyak kendali yang ingin dia miliki. Semakin banyak kendali yang diciptakan, semakin besar pula ketakutan ketika semuanya gagal.

Sayangnya, gagasan sedalam ini belum digali maksimal dalam film. Parasomnia kadang terlalu sibuk memakai formula horor familier dan menjelaskan beberapa hal terlalu terang-terangan. Padahal, ketika fokusnya dibiarkan lebih lama pada kegelisahan Riley, ketakutan kehilangan kendali itu bisa jauh lebih mengerikan. 

Film Parasomnia mengingatkan kita, manusia mungkin bisa mengatur banyak hal, tapi nggak mungkin mampu mengendalikan segalanya. Dan yang paling menakutkan bukan monster yang datang dari luar, melainkan momen ketika kita sadar bahwa selama ini kendali yang kita genggam ternyata cuma ilusi.

Sobat Yoursay penasaran? Cek Shudder dan jangan nonton sendirian, ya. Selamat menonton. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda