Ulasan
Behind Every Star: Sisi Gelap Ambisi di Balik Gemerlap Industri Hiburan
Kalau melihat kehidupan artis dari layar, industri hiburan memang tampak penuh dengan hal-hal menyenangkan. Padahal, ada sisi lain yang jarang ikut terlihat ketika kamera mulai menyorot seorang artis.
Ada banyak orang yang bekerja di belakang layar agar semuanya berjalan sesuai rencana. Mereka mengatur jadwal, mendampingi artis, bernegosiasi dengan pihak produksi, sampai memikirkan langkah terbaik untuk karier sang artis. Tidak jarang, masalah pekerjaan juga ikut terbawa ke kehidupan pribadi.
Situasi tersebut menjadi dasar cerita Behind Every Star. Drama ini tidak menempatkan artis sebagai pusat cerita, tetapi juga mengikuti kehidupan para manajer yang mengurus mereka.
Lantas, apakah Behind Every Star berhasil menunjukkan sisi lain industri hiburan yang jarang terlihat di layar? Simak ulasan lengkapnya.
Melihat Industri Hiburan dari Sisi yang Jarang Disorot
Behind Every Star merupakan drama rilisan 2022 yang mengikuti kehidupan para manajer di Method Entertainment, sebuah agensi yang menangani banyak artis terkenal. Ceritanya berfokus pada Ma Tae Oh, Chun Je In, Kim Jung Don, dan So Hyun Joo yang punya karakter serta cara kerja berbeda.
Drama ini diadaptasi dari serial Prancis Call My Agent! dan menghadirkan berbagai cameo aktor Korea yang memerankan versi fiksi diri mereka sendiri.
Dari berbagai kasus yang harus ditangani para manajer, penonton diajak melihat dunia hiburan dari balik layar, termasuk tekanan pekerjaan, persaingan, ambisi, hingga kehidupan pribadi yang ikut berantakan karena pekerjaan.
Menurut saya, drama ini tidak menyorot bagaimana seorang artis menjadi terkenal, tetapi memperlihatkan orang-orang yang ikut jungkir balik agar seorang artis tetap bisa terkenal. Hal itu membuat cerita terasa lebih fresh, apalagi karena pekerjaan para manajer ternyata tidak sesederhana mendampingi artis ke lokasi syuting.
Hal ini membuat saya melihat Behind Every Star sebagai drama yang cukup dekat dengan kehidupan pekerja pada umumnya. Lingkungannya memang industri hiburan, tetapi rasa lelah, tekanan, persaingan, dan tuntutan untuk selalu bisa menyelesaikan masalah terasa sangat relate.
Ambisi Membuat Karakter Terasa Abu-Abu
Ma Tae Oh adalah contoh paling jelas dari bagaimana drama ini memainkan ambisi. Ia cerdas, tenang, dan sangat tahu apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Masalahnya, cara yang ia pilih sering kali membuat penonton sulit bersimpati. Ia bisa memanipulasi keadaan dan menggunakan orang lain demi kepentingannya sendiri.
Namun, saya justru suka karena Tae Oh tidak ditulis sebagai karakter jahat yang gampang ditebak. Kita bisa kesal dengan tindakannya, tetapi di sisi lain harus mengakui bahwa ia memang kompeten.
Sementara itu, Chun Je In juga punya ambisi yang sama kuatnya, hanya saja bentuknya berbeda. Ia sudah menghabiskan bertahun-tahun dalam pekerjaan tersebut dan benar-benar ingin menjadi yang terbaik. Sifatnya keras, kompetitif, dan mudah terpancing emosi.
Menurut saya, hubungan Tae Oh dan Je In menjadi salah satu daya tarik drama ini karena keduanya memperlihatkan bahwa ambisi tidak selalu punya wajah yang sama. Ada orang yang mengejar keberhasilan dengan strategi dan perhitungan, ada pula yang mengandalkan kerja keras dan keberanian.
Cerita Ringan dengan Konflik yang Berlapis
Kalau dari segi cerita, saya cukup menikmati Behind Every Star karena drama ini punya cara yang ringan untuk membahas dunia kerja yang sebenarnya cukup melelahkan.
Konfliknya tidak dibuat besar atau dramatis. Banyak masalah yang muncul dari hal-hal kecil. Pola seperti ini membuat setiap episode terasa punya cerita sendiri, tetapi tetap terhubung dengan kehidupan para karakter utamanya.
Namun, saya merasa drama ini mulai kehilangan sedikit ritmenya menjelang bagian akhir. Beberapa konflik terasa seperti diulur, sementara sejumlah karakter pendukung belum mendapatkan ruang yang cukup untuk berkembang.
Meski begitu, Behind Every Star tetap berhasil memberikan pengalaman menonton yang menyenangkan. Drama ini punya konsep yang berbeda, karakter yang cukup kuat, cameo yang menarik, dan cerita kantor yang mudah diikuti.