Ulasan
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System
Saat seseorang mengalami masalah kesehatan mental, risiko untuk menyakiti diri sendiri dapat meningkat. Sayangnya, tak banyak orang yang sadar ketika dirinya sedang membutuhkan pertolongan.
Ketika berada dalam kondisi yang sangat berat, seseorang bahkan bisa merasa tidak memiliki jalan keluar dari masalah yang dihadapinya.
Hal tersebut juga banyak digambarkan melalui cerita dalam novel. Beberapa tokoh harus menghadapi kesepian, kehilangan, tekanan, atau masalah pribadi, tetapi kehadiran orang lain perlahan membuat mereka menyadari bahwa mereka tidak harus menghadapi semuanya sendirian.
Di bulan September ini, untuk memperingati Suicide Awareness Month, kamu bisa baca 5 novel ini yang ajarkan pentingnya kehadiran orang lain di saat-saat sulit.
1. The Bell Jar - Sylvia Plath

The Bell Jar karya Sylvia Plath mengikuti kisah Esther Greenwood yang mengalami tekanan batin dan perlahan kesulitan menjalani kehidupan seperti biasanya. Di tengah berbagai tuntutan dan ekspektasi, Esther merasa semakin terasing hingga kondisi mentalnya mulai memengaruhi kesehariannya.
Lewat perjalanan Esther, saya dapat melihat bahwa seseorang yang sedang mengalami masalah kesehatan mental mungkin tidak selalu bisa menyadari atau mengungkapkan apa yang sedang terjadi pada dirinya. Karena itu, kehadiran orang lain yang mau memperhatikan dan memberikan bantuan menjadi hal yang penting.
2. Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati - Brian Khrisna

Lewat Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Brian Khrisna mengangkat cerita tentang orang-orang yang sedang berada di titik sulit dalam hidupnya. Ale, seorang pria yang sedang mengalami depresi berat, berniat mengakhiri hidupnya di hari ulang tahunnya yang ke 37.
Namun, sebelum itu, ia ingin makan semangkuk mie ayam di tempat langganannya. Di perjalanan menuju kedai mie ayam, ia justru bertemu dengan banyak orang dengan berbagai kisah yang membuatnya berpikir dua kali untuk keputusan besarnya tadi.
3. No Longer Human - Osamu Dazai

No Longer Human karya Osamu Dazai mengikuti Oba Yozo, seorang laki-laki yang sejak kecil merasa kesulitan memahami dan berbaur dengan orang-orang di sekitarnya. Ia selalu berpura-pura untuk menyembunyikan perasaan terasing yang dialaminya dengan bersikap konyol layaknya badut.
Sepanjang cerita, Yozo semakin kesulitan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain dan menghadapi berbagai persoalan dalam hidupnya. Lewat Yozo, saya jadi sadar kalau perasaan terasing sudah mulai muncul jangan sampai diabaikan. Sangat penting untuk memiliki seseorang atau lingkungan yang bisa menerima kita apa adanya tanpa ada yang harus ditutupi.
4. Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring - Andreas Kurniawan

Kehilangan orang yang berarti tidak selalu mudah untuk dilewati. Dalam buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ, pembaca diajak mengikuti seorang pria yang sedang berusaha menjalani hari-harinya setelah mengalami kehilangan.
Cerita ini juga menunjukkan bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam melewati masa berduka. Kadang, seseorang hanya membutuhkan kehadiran orang lain tanpa memberikan nasihat berlebihan. Kehadiran orang lain memang tidak dapat menghilangkan rasa kehilangan, tetapi bisa membuat seseorang tahu bahwa ia tidak harus melewati masa sulit tersebut sendirian.
5. The Perks of Being a Wallflower — Stephen Chbosky

The Perks of Being a Wallflower menceritakan kisah Charlie, seseorang yang cenderung pendiam dan sering merasa dirinya berbeda dari orang-orang di sekitarnya. Namun, semuanya perlahan berubah ketika ia bertemu Sam dan Patrick.
Dari persahabatan mereka, saya bisa melihat bahwa support system tidak selalu hadir dalam bentuk nasihat atau solusi. Terkadang, memiliki seseorang yang mau menemani, mendengarkan cerita, atau sekadar membuat kita merasa keberadaan kita berarti sudah cukup untuk membuat hari yang berat terasa sedikit lebih ringan.
Dari cerita-cerita di atas, saya bisa bilang kalau support system memang sepenting itu di saat titik terendah seseorang. Tak perlu memberikan nasihat atau saran, dengan hadir untuk menemani dan membuktikan kalau tidak sendiri saja sudah cukup.
Di momen Suicide Awareness Month ini, yuk mulai peka dengan keadaan orang-orang di sekitar. Kita mungkin tidak selalu tahu apa yang sedang dihadapi seseorang, tetapi kita bisa mulai dengan hal sederhana, seperti bertanya kabar, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian. Novel mana yang paling ingin kamu baca?