Ulasan
Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja
Bagaimana jika suara dari panggilan darurat menjadi petunjuk anak yang hilang selama sebelas tahun mungkin masih hidup? Itulah titik awal Last Seen, serial thriller Australia yang nggak hanya mengajak penonton menebak siapa yang menyimpan rahasia, tapi juga ikut merasakan luka seorang ayah yang belum selesai dengan rasa kehilangan.
Last Seen rilis dengan premis simpel yang digarap lewat tekanan psikologis yang menumpuk. Serial thriller Australia ini tayang di Apple TV mulai 9 September 2026. Saat ini sudah tayang dua episode, dan berikutnya rilis satu episode seminggu sekali.
Serial ini diproduksi 60Forty Films bersama Werner Film Productions, diadaptasi dari novel The Dispatcher karya Ryan David Jahn, serta disutradarai Christian Schwochow. Serial ini berlatar sekaligus syuting di Victoria, Australia. Pemainnya meliputi Patrick Brammall, Brendan Cowell, Maxine Peake, Jessica Wren, Daniel Henshall, Zahra Newman, Tobias Muhafidin, dan Chloe Jean Lourdes.
Patrick Brammall memerankan Ian Ridley, mantan detektif polisi yang hidupnya runtuh sebelas tahun lalu setelah putrinya, Maggie, menghilang tanpa jejak. Kini Ian bekerja sebagai operator layanan darurat polisi. Setiap hari dia mendengar suara orang-orang panik, sementara dirinya sendiri masih terperangkap dalam tragedi di masa lalu. Ian terus memegang keyakinan, Maggie mungkin masih hidup.
Keyakinan tersebut berubah menjadi dorongan yang jauh lebih kuat ketika Ian menerima panggilan darurat dari seorang gadis remaja. Suara dan keadaan dalam panggilan itu membuatnya yakin gadis tersebut adalah Maggie.
Ian kembali masuk ke pencarian yang menggerogoti hidupnya. Penemuan sisa-sisa tubuh seorang anak ikut membuka kembali luka lama. Di saat yang sama, cerita memperkenalkan keluarga Reid, termasuk Henry Reid yang diperankan Brendan Cowell, Jenna Reid yang dimainkan Maxine Peake, serta Sarah Reid yang diperankan Chloe Jean Lourdes. Keluarga ini hidup tertutup dan penuh aturan, sementara Sarah tumbuh jauh dari kehidupan remaja pada umumnya.
Last Seen Cenderung Mengedepankan Tekanan Ketimbang Kejutan
Dari dua episode, serial ini tampak berhenti sebentar mengejar kejutan demi kejutan, lho. Misterinya tetap berjalan. Petunjuk disebar. Kecurigaan pada karakter tertentu juga terus dibangun. Namun, semuanya lebih efektif karena penonton diajak merasakan tekanan yang dialami Ian, bukan sekadar disuruh menebak siapa yang menyimpan rahasia.
Ian tentu yang paling jadi pusat tekanan. Kemungkinan Maggie masih hidup membuat luka itu kembali terbuka, sekaligus memberi Ian alasan untuk bergerak. Harapan dalam Last Seen terasa seperti bahan bakar yang bisa menghidupkan seseorang sekaligus membawanya semakin jauh.
Sarah pun ngasih tekanan dari sisi berbeda. Posisi Sarah penting karena misteri dalam serial ini terasa lebih manusiawi ketika dirinya diperlakukan sebagai karakter, bukan sekadar tujuan pencarian Ian. Keluarga Reid di sini jadi sumber ketegangan lewat suasana dan hubungan antar karakter.
Aku suka pendekatan tersebut karena thriller masa kini seringkali terlalu sibuk menyimpan kartu untuk kejutan berikutnya. Last Seen masih memakai perangkat genre seperti rahasia, petunjuk, dan dugaan, tapi ritmenya lebih sabar. Beberapa informasi memang mudah ditebak, sementara sejumlah perkembangan mengikuti pola thriller yang familier. Kelemahan itu tetap ada, tapi dua episode berhasil membuat tekanan emosional lebih penting daripada parade twist.
Menurutku, inilah alasan Last Seen menarik untuk diikuti. Serial ini belum perlu membuktikan dirinya lewat kejutan besar. Dari dua episode ini pun sudah punya modal yang lebih kuat berupa ayah yang belum selesai dengan kehilangan, seorang gadis yang hidup dalam keadaan penuh tekanan, serta keluarga yang menyimpan sesuatu di balik kehidupan tertutup mereka.
Kalau serial ini mampu mempertahankan keseimbangan tersebut ke episode berikutnya, Last Seen tentunya akan menjadi thriller yang kuat karena membuat penonton peduli pada manusia di balik misterinya. Sobat Yoursay tertarik nonton?