Ulasan
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah
It’s My Time (judul asli Mo Fang Xiao Jie) merupakan film drama komedi olahraga Tiongkok yang disutradarai Bai Xue dan diproduseri Wen Muye. Film ini dibintangi Michelle Yeoh dalam peran utama sebagai Zhao Yanhong, seorang nenek berusia sekitar tujuh puluh tahun yang penuh semangat dan pemberontak, serta Liu Haoran sebagai Wu Youwei, pelatih muda yang sempat kehilangan arah.
Durasi film mencapai 107 menit. Kisahnya diangkat dari kisah nyata Zhao Wenying, seorang mantan guru matematika yang menemukan bakat luar biasa dalam speedcubing (menyelesaikan Rubik’s Cube dengan cepat) di usia lanjut dan meraih rekor dunia pada kategori usia di atas 60 tahun, termasuk kemampuan menyelesaikan cube dalam keadaan tertutup mata.
Drama Komedi Hangat yang Penuh dengan Pesan Moral

Film ini mengisahkan Zhao Yanhong yang dikirim ke panti jompo oleh putranya setelah sakit dan rumahnya disewakan. Ia menolak menerima kehidupan yang monoton dan penuh prasangka terhadap lansia. Sifatnya yang bandel, suka membuat onar kecil, dan menantang aturan menjadikannya tokoh yang tidak mudah dikendalikan.
Suatu ketika bakatnya dalam memecahkan Rubik’s Cube terungkap. Ia bertemu Wu Youwei, mantan juara dunia yang kini menjalani kehidupan sederhana sebagai pedagang di pasar malam dan menghadapi kesulitan keuangan pada pusat pelatihan cube-nya.
Keduanya membentuk hubungan mentor–murid yang saling melengkapi: Zhao ingin merebut kembali kendali atas hidupnya dan meraih kemandirian finansial, sementara Wu menemukan kembali tujuan hidup melalui bimbingan terhadap muridnya yang istimewa. Melalui latihan intensif, kompetisi lokal hingga internasional, serta berbagai tantangan usiaisme dan skeptisisme keluarga, Zhao tampil sebagai bintang senior di dunia speedcubing.
Review Film It's My Time

Film ini menekankan tema bahwa setiap usia memiliki kemungkinan tak terbatas, kehidupan dapat disusun ulang seperti cube yang acak, serta pentingnya keberanian untuk memulai kembali. Michelle Yeoh, yang dilatih hampir dua tahun untuk menguasai gerakan cube yang natural dan cepat, memberikan penampilan yang energik, penuh daya tarik, dan mampu menghadirkan kombinasi humor, ketegasan, serta kelembutan. Liu Haoran berperan solid sebagai sosok muda yang frustrasi namun bertumbuh bersama tokoh utama.
It’s My Time mulai diputar di bioskop Indonesia pada 11 September 2026 dengan klasifikasi usia 13+. Film ini sebelumnya dirilis di Tiongkok sekitar akhir Juni hingga awal Juli 2026, kemudian di Malaysia dan Singapura pada 23 Juli 2026.
Salah satu adegan yang paling berkesan adalah rangkaian pelatihan intensif yang dipimpin Wu Youwei. Pelatih tersebut secara berulang melempar dan menghancurkan banyak cube agar Zhao harus menyusunnya kembali dalam waktu singkat, sambil menekankan algoritma, strategi tangan dominan, dan kecepatan. Adegan ini penuh ketegangan visual, humor ringan, sekaligus menunjukkan ketekunan luar biasa tokoh utama yang menolak menyerah meski usia dan kondisi fisik menjadi tantangan.
Adegan kompetisi di mana Zhao mengalahkan pesaing muda yang sombong dan dengan lantang mengejeknya (“Kau terlalu lambat”) juga meninggalkan kesan kuat karena menampilkan pembalikan stereotip dan semangat underdog yang memuaskan. Puncaknya adalah pertandingan final blindfolded di World Cubing Championship yang menegangkan dan penuh ketepatan gerak.
Adegan paling menyentuh muncul ketika Zhao berhadapan dengan realitas hubungan keluarga dan rasa tidak berdaya di panti jompo. Momen-momen di mana ia menyadari bahwa bakat cube bukan sekadar hiburan, melainkan jalan untuk mendapatkan kembali martabat, perhatian, dan kendali atas hidupnya, terasa mendalam. Interaksi emosional antara Zhao dan Wu, di mana keduanya saling menyelamatkan dari keputusasaan masing-masing, juga menghadirkan kehangatan.
Adegan penutup yang menghubungkan kisah fiksi dengan inspirasi nyata, termasuk kehadiran atau penghormatan terhadap tokoh asli, serta pesan bahwa kehidupan seperti Rubik’s Cube—perlu keberanian untuk mengacaknya dan kebijaksanaan untuk menyusunnya kembali—meninggalkan rasa terharu yang bertahan lama. Aku pun sempat tertawa lepas sekaligus terharu hingga menangis di bagian-bagian emosional tersebut.
Intinya, It’s My Time merupakan film feel-good yang formulaik namun dieksekusi dengan baik. Ia menawarkan hiburan ringan, pesan positif tentang usiaisme, dan penampilan Michelle Yeoh yang karismatik. kritikku mungkin ada pada pola yang mengandalkan underdog klasik dan karakter pendukung yang kurang dikembangkan, daya tarik utama tetap terletak pada semangat hidup yang menginspirasi.
Film ini cocok buat kamu yang mencari cerita penuh harapan, humor, dan pengingat bahwa tidak ada kata terlambat untuk menemukan kembali gairah hidup. Dengan rilis di Indonesia tepat pada 11 September 2026, film ini menjadi pilihan yang layak disaksikan di bioskop. Yuk segera tonton! Rating pribadi: 8/10.