Ulasan

Ulasan Novel Akan Kulintasi Dunia Untukmu: Surat yang Menjembatani Dua Masa

Ulasan Novel Akan Kulintasi Dunia Untukmu: Surat yang Menjembatani Dua Masa
Akan Kulintasi Dunia Untukmu (Gramedia)

Akan Kulintasi Dunia Untukmu karya Lee Kkoch-Nim menghadirkan cerita remaja dengan sentuhan magical realism yang memadukan perjalanan menembus waktu dan hubungan emosional antara dua orang dari zaman berbeda. Alih-alih hanya menjadikan perjalanan waktu sebagai unsur fantasi, novel ini memanfaatkannya untuk membicarakan keluarga, kehilangan, kesepian, dan berbagai perasaan yang terkadang sulit disampaikan kepada orang terdekat.

Kisahnya berpusat pada Eun-yu, seorang gadis yang hidup pada tahun 2016. Suatu hari, ayahnya meminta Eun-yu menulis surat yang ditujukan kepada dirinya sendiri. Surat itu kemudian dimasukkan ke sebuah fasilitas bernama “kotak pos lambat”, yang memungkinkan seseorang menerima kembali suratnya setelah satu tahun berlalu. Eun-yu pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencurahkan berbagai hal yang selama ini tersimpan di dalam pikirannya.

Isi suratnya bukan sekadar pesan untuk dirinya di masa mendatang. Ia menuliskan kekecewaan terhadap ayahnya yang tiba-tiba menunjukkan perhatian, sesuatu yang terasa janggal karena sebelumnya ia merasa tidak mendapatkan kepedulian tersebut.

Di balik kemarahannya, terdapat pula pertanyaan besar mengenai ibu kandungnya. Eun-yu tidak mengetahui banyak tentang sosok tersebut karena ayahnya memilih menyimpan rapat masa lalu keluarganya.

Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi pada surat itu. Alih-alih sampai kepada Eun-yu setahun kemudian, surat tersebut justru menyeberangi waktu dan tiba di tahun 1982. Penerimanya adalah seorang gadis lain yang kebetulan memiliki nama yang sama, yaitu Eun-yu. Dari sinilah hubungan unik antara dua gadis yang terpisah puluhan tahun mulai terbentuk.

Keduanya kemudian saling berkirim surat dan perlahan menjadi sahabat pena lintas generasi. Meskipun menjalani kehidupan dalam kondisi sosial dan zaman yang berbeda, mereka menemukan kesamaan melalui berbagai persoalan yang dihadapi.

Percakapan mereka berkembang menjadi ruang aman untuk menceritakan kesedihan, persoalan keluarga, tekanan hidup, serta perasaan yang tidak mudah mereka ungkapkan kepada orang lain.

Ketika Eun-yu dari masa kini mengungkapkan kebingungannya mengenai sang ibu, Eun-yu yang hidup pada 1982 berusaha mencari jawaban. Usahanya membuka jalan bagi pengungkapan berbagai hal yang selama ini tersembunyi.

Perjalanan tersebut membuat cerita tidak hanya berfokus pada misteri, tetapi juga mengajak pembaca melihat bagaimana keputusan seseorang pada masa lalu dapat memengaruhi kehidupan orang lain di kemudian hari.

Bagi saya, novel ini meninggalkan perasaan yang cukup beragam setelah halaman terakhir selesai dibaca. Ada beberapa bagian yang terasa begitu hangat dan mampu menyentuh hati. Dengan sekitar 224 halaman, buku ini juga termasuk bacaan yang dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Saya sendiri menikmati alurnya sehingga tidak terasa berat untuk terus membaca, terlebih rasa penasaran terhadap hubungan kedua Eun-yu membuat saya ingin mengetahui kelanjutannya.

Hal yang paling berkesan bagi saya adalah pesan mengenai keluarga. Novel ini memperlihatkan bahwa baik anak maupun orang tua sama-sama sedang menjalani pengalaman pertama dalam peran mereka. Karena itu, hubungan keluarga membutuhkan kesediaan untuk belajar, memahami, dan memberi kesempatan bagi satu sama lain untuk memperbaiki kesalahan.

Interaksi kedua Eun-yu juga mengingatkan bahwa seseorang tidak pernah benar-benar tahu beban yang sedang dipikul orang lain. Setiap individu memiliki kesepian dan persoalannya masing-masing. Di sisi lain, berbagai rahasia dan kurangnya komunikasi dapat menciptakan jarak yang semakin lebar di dalam keluarga.

Melalui kisah ini, Lee Kkoch-Nim menunjukkan bahwa kejujuran, empati, dan kemauan untuk mendengarkan dapat menjadi awal untuk memulihkan hubungan yang sempat kehilangan kehangatan.

Pada akhirnya, Akan Kulintasi Dunia Untukmu bukan hanya kisah tentang surat yang melampaui waktu, melainkan cerita tentang manusia yang berusaha memahami manusia lainnya. Fantasi perjalanan waktunya menjadi sarana untuk menyampaikan pesan sederhana tetapi kuat, bahwa terkadang untuk memahami seseorang, kita perlu melihat dunia dari sudut pandangnya terlebih dahulu.

Identitas Buku

Judul: Akan Kulintasi Dunia Untukmu
Penulis: Lee Kkoch-Nim
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020686592

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda