Ulasan

Ulasan Motherhood: Ketika Kasih Sayang Ibu Terjebak dalam Luka Masa Lalu

Ulasan Motherhood: Ketika Kasih Sayang Ibu Terjebak dalam Luka Masa Lalu
Motherhood (Gramedia)

Novel Motherhood karya Minato Kanae, yang diterbitkan di Indonesia oleh Penerbit Haru, menghadirkan kisah psikologis tentang hubungan rumit antara seorang ibu dan putrinya. Alih-alih menggambarkan keibuan sebagai sesuatu yang selalu hangat dan naluriah, novel ini justru mengajak pembaca mempertanyakan bagaimana seseorang belajar menjadi ibu serta apa yang terjadi ketika luka masa lalu ikut terbawa ke dalam keluarga.

Cerita dibuka dengan penemuan seorang siswi SMA yang tergeletak tak sadarkan diri di sebuah taman perumahan. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan upaya mengakhiri hidup. Kejadian ini mengundang keterkejutan dari pihak sekolah karena selama ini tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa siswi tersebut sedang menghadapi persoalan berat.

Namun, perhatian kemudian tertuju pada sang ibu. Pernyataan yang disampaikannya kepada masyarakat dan pihak kepolisian justru menimbulkan sejumlah pertanyaan. Dari sinilah pembaca perlahan diajak menelusuri hubungan ibu dan anak yang selama ini menyimpan banyak persoalan tersembunyi.

Kisah bergerak melalui waktu yang tidak linear dan menghadirkan perspektif tokoh-tokohnya secara bergantian. Salah satu sosok utama merupakan perempuan yang sejak kecil begitu haus akan penerimaan dari ibunya. Hampir seluruh pilihan hidupnya diarahkan untuk memperoleh kebahagiaan dan persetujuan sang ibu.

Bahkan ketika memilih pasangan hidup, keputusannya menikah dengan Tadokoro Satoshi tidak sepenuhnya lahir dari keinginan pribadi. Ada harapan besar bahwa pilihan tersebut akan membuat ibunya bangga. Ketika kemudian memiliki seorang putri bernama Sayaka, ia memasuki posisi yang sebelumnya hanya ia kenal sebagai seorang anak.

Masalah muncul ketika ia mengharapkan Sayaka memperlakukannya dengan cara yang sama seperti dirinya memperlakukan sang ibu. Ia ingin putrinya patuh, berbakti, dan berusaha membuatnya bahagia. Akan tetapi, Sayaka tumbuh sebagai pribadi yang berbeda. Kenyataan tersebut membuat sang ibu kesulitan memahami bahwa hubungan orang tua dan anak tidak seharusnya menjadi pengulangan dari hubungan yang pernah ia jalani.

Ketegangan semakin meningkat ketika sebuah peristiwa mengerikan membawa keluarga tersebut pada situasi yang penuh dilema. Pilihan antara ibu dan anak kemudian menjadi titik penting yang membuka berbagai luka lama. Melalui jurnal, kesaksian, dan pergantian sudut pandang, Minato Kanae memperlihatkan betapa berbeda sebuah kejadian dapat dipahami oleh orang-orang yang mengalaminya.

Dalam 348 halaman, saya merasa seperti diajak menyusuri pergulatan emosional dari dua generasi. Saya tidak hanya melihat persoalan dari sisi anak ataupun ibu, tetapi juga memahami bagaimana keduanya memiliki luka dan cara masing-masing dalam memaknai kasih sayang. Novel ini membuat saya banyak memikirkan sisi kelam naluri keibuan sekaligus bagaimana trauma dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Salah satu gagasan yang paling kuat adalah bahwa menjadi ibu tidak selalu datang bersama naluri yang otomatis terbentuk setelah melahirkan. Seseorang tetap membutuhkan proses untuk memahami peran tersebut. Ada perempuan yang secara emosional siap menjadi orang tua, tetapi ada pula yang masih terjebak sebagai seorang anak yang mendambakan perlindungan dan pengakuan.

Novel ini juga memperlihatkan bagaimana pola pengasuhan dapat membentuk lingkaran trauma. Ketika seseorang terlalu sibuk mengejar status sebagai anak sempurna di hadapan orang tuanya, ia bisa kehilangan kemampuan untuk melihat anaknya sebagai individu yang memiliki kebutuhan dan perasaan sendiri.

Pada akhirnya, Motherhood mengingatkan bahwa kasih sayang yang bergantung pada kepatuhan dan pencapaian ekspektasi dapat berubah menjadi beban. Hubungan yang sehat membutuhkan ruang untuk menjadi diri sendiri, bukan sekadar memenuhi peran yang ditentukan orang lain.

Selain itu, kebenaran dalam novel ini tidak pernah hadir secara sederhana. Perspektif yang berbeda membuat pembaca menyadari bahwa satu kejadian dapat meninggalkan makna yang sama sekali berlainan bagi setiap orang. Karena itu, kita perlu berhati-hati dalam menilai hubungan dari luar tanpa mengetahui luka yang dibawa masing-masing pihak.

Bagi saya, Motherhood bukan hanya cerita mengenai ibu dan anak, tetapi juga tentang keberanian menemukan identitas di luar tuntutan keluarga. Seseorang tetap memiliki hak untuk menjadi dirinya sendiri, baik ketika berperan sebagai anak maupun ketika dipercaya menjadi seorang ibu.

Identitas Buku

Judul: Motherhood
Penulis: Minato Kanae
Penerbit: Penerbit Haru
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786235467122

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda