Ulasan

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health
Buku All The Bright Places (goodreads.com)

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya ketika dua orang yang sama-sama berada di titik terendah dalam hidup bertemu secara tidak sengaja di tepi jurang keputusasaan? Novel All The Bright Places karya Jennifer Niven, yang terbit pada tahun 2015, membuka kisahnya secara amat memikat dan menegangkan di atas menara bel Bartlett High School.

Buku bergenre fiksi remaja dewasa (Young Adult) setebal 400 halaman ini berhasil menyabet penghargaan Best Young Adult Fiction di Goodreads Choice Awards berkat penceritaannya yang begitu jujur dan emosional. Niven tidak sekadar menyajikan kisah cinta remaja manis yang klise, melainkan berani mengupas isu-isu sensitif seperti kesehatan mental, depresi, rasa bersalah, dan duka akibat kehilangan.

Sinopsis Buku All The Bright Places

Alur cerita mulai berkembang dinamis ketika guru geografi memberikan tugas kelompok untuk menjelajahi dan menemukan keajaiban-keajaiban tempat unik di negara bagian Indiana. Finch secara spontan memilih Violet sebagai pasangannya, mengajak gadis itu keluar dari cangkang kesedihannya yang telah membuatnya berhenti menulis dan mengubur impian kuliah di New York University.

Melalui petualangan menjelajahi sudut-sudut Indiana bersama Finch, Violet perlahan kembali menemukan tawa dan semangat untuk menikmati hari-harinya. Melalui sudut pandang bergantian antara kedua tokoh utama, pembaca diajak menyaksikan bagaimana hubungan yang berawal dari tugas sekolah ini mekar menjadi benih cinta dan rasa saling membutuhkan yang sangat kuat.

Namun, di balik momen-momen manis perjalanan mereka, cerita ini menghadirkan kenyataan pahit mengenai pergulatan batin Finch. Finch yang berjuang menghadapi kondisi mentalnya dengan periode yang ia sebut sebagai masa Awake dan Asleep akibat indikasi gangguan bipolar perlahan makin kewalahan menghadapi kegelapan dalam dirinya sendiri.

Kelebihan

Jennifer Niven dengan sangat jujur memperlihatkan betapa beratnya perjuangan seseorang yang mengalami depresi hebat di tengah lingkungan yang minim pemahaman terhadap isu kesehatan mental. Pembaca disadarkan bahwa kepedulian dan cinta yang tulus dari orang terdekat sekalipun tidak selalu serta-merta bisa menyembuhkan luka psikologis tanpa bantuan medis yang memadai.

Salah satu kelebihan utama dari buku All The Bright Places adalah keberanian penulis dalam menyampaikan isu kesehatan mental secara mentah, jujur, dan tanpa romantisasi berlebihan. Penggunaan sudut pandang ganda membuat karakterisasi Finch dan Violet terasa sangat hidup, dalam, dan mudah membuat pembaca berempati.

Selain itu, dialog-dialog puitis yang bertabur kutipan bermakna serta latar perjalanan melintasi tempat-tempat unik di Indiana memberikan sentuhan hangat yang menyeimbangkan nuansa cerita yang emosional. Tokoh pendukung seperti Amanda juga menambah kekuatan cerita dengan menunjukkan bahwa setiap orang dapat menyembunyikan luka besar di balik penampilan luar yang tampak sempurna.

Ditulis dengan gaya bahasa yang ringan, mengalir, dan mudah dipahami, novel ini mengundang kita untuk menyelami sudut-sudut emosi manusia yang paling dalam namun tetap sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kekurangan

Di sisi lain, terdapat beberapa hal yang menjadi kekurangan dalam buku ini. Penanganan nasib akhir Finch dinilai oleh sebagian pembaca mereduksi karakternya menjadi sekadar alat pemicu (plot device) demi pertumbuhan dan pemulihan karakter Violet semata. Hal ini berisiko memberikan kesan implisit bahwa sebagian orang dengan gangguan mental tidak dapat diselamatkan.

Selain itu, proses penerimaan duka yang dilalui Violet di bagian akhir terasa agak terlalu cepat dan terburu-buru, ditambah dengan masih ditemukannya beberapa kiasan karakter klise seperti "not like other girls" yang sedikit mengganggu dinamika hubungan antartokoh.

Kesimpulan

Meskipun mengangkat tema yang terbilang berat dan sarat emosi, All The Bright Places adalah sebuah karya fiksi yang sangat berharga dan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang membacanya. Buku ini menjadi pengingat yang berharga akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, membuka mata kita tentang isu kesehatan mental, serta meruntuhkan stigma negatif yang masih sering melekat.

Lewat perjalanan Finch dan Violet, kita diajak untuk lebih menghargai setiap momen kecil dan belajar menemukan titik-titik terang di tengah kegelapan hidup. Jika kamu sedang mencari bacaan remaja yang tidak sekadar menghibur tetapi juga menyentuh sanubari dan kaya akan pelajaran hidup, buku karya Jennifer Niven ini sangat wajib masuk ke dalam daftar bacaanmu. 

Identitas Buku

  • Judul: All The Bright Places
  • Penulis: Jennifer Niven
  • Penerbit: Knopf
  • Tanggal Terbit: 6 Januari 2015
  • Tebal: 388

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda