Ulasan
Novel Zero Byte: Ketika Deadline Skripsi dan Perjodohan Datang Bersamaan
"Kata orang, seumur hidup itu lama, jadi menikahlah dengan orang yang tepat." (Zero Byte, halaman 338).
Zero Byte merupakan salah satu novel romansa tentang perjodohan yang mampu membuat para pembaca merasakan perasaan campur aduk saat membacanya. Novel yang memiliki tebal 348 halaman ini memiliki premis yang lumayan mainstream untuk genre romansa namun tetap membuat para pembaca ingin menyelesaikan bacaan.
Meski memiliki premis dan plot yang mainstream, yakni tentang perjodohan, novel ini juga memiliki pelajaran yang dapat diambil dari kisah Sabitha dan Kenjiro. Zero Byte mengajarkan para pembaca bahwa komunikasi merupakan salah satu kunci agar hubungan pernikahan tetap terjaga. Rasa gengsi dan suka menyembunyikan bahyak hal terkait masa lalu dengan pasangan lambat laun dapat mengancam komitmen dan hubungan menjadi retak.
Selain itu, setiap orang memiliki waktu untuk dapat bersinar atas jalan yang telah dipilih. Hal ini dapat dilihat dari tokoh utama perempuan, Sabitha yang sering sekali membandingkan dirinya dengan orang lain dan merasa tertinggal karena harus menambah semester perkuliahan di saat teman-temannya yang lain sudah lulus. Rasa tertinggal dari orang lain merupakah hal yang valid untuk dirasakan, namun hal tersebut bukanlah akhir dari segalanya, karena setiap orang punya waktu dan jalan sendiri untuk bisa bersinar.
Sinopsis Novel Zero Byte
Sabitha Amadea, seorang mahasiswi tingkat akhir yang tidak hanya disibukkan oleh deadline skripsi, tapi juga harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena kondisi finansial keluarganya memburuk. Ayah Sabitha saat itu baru terkena PHK dari kantornya, restoran ibunya bangkrut, dan adiknya harus masuk kuliah tahun ini membuat Sabitha tidak punya pilihan lain selain menerima lamaran dari Kenjiro Aldare untuk dapat menyelamatkan keluarganya dari keterpurukan finansial.
Masalahnya, saat Kenjiro melamar dirinya, Sabitha saat itu tengah berpacaran dengan Sabian, pacar yang dulunya adalah sahabat karib Sabitha dari zaman SMA. Ketika akhirnya hubungan Sabitha dan Sabian berakhir, Sabitha mulai menjalani hari-hari bersama Kenjiro. Sikap Kenjiro yang jahil dan terkadang memperlakukan Sabitha dengan spesial, perlahan membuat Sabitha akhirnya luluh pada lelaki itu. Namun, di saat Sabitha sudah mulai membuka hatinya untuk Kenjiro, tiba-tiba muncul sosok perempuan yang selalu hadir di saat Kenjiro selalu membatalkan janjinya dengan Sabitha.
Tidak hanya itu, Sabitha juga menyadari bahwa Kenjiro tengah menyembunyikan sesuatu darinya dan tidak membiarkan gadis itu mengetahui masa lalu Kenjiro. Hal ini lah yang membuat Sabitha ragu akan perasaan Kenjiro yang sebenarnya. Apakah Sabitha bisa mempertahankan kehidupan pernikahannya dengan Kenjiro? Sebenarnya, siapa perempuan itu dan apa masa lalu yang selama ini ditutupi oleh Kenjiro dari Sabitha?
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Zero Byte memiliki narasi yang ringan, mudah dipahami, dan diselingi oleh humor ringan, sehingga para pembaca akan lebih merasa santai ketika membaca cerita ini. Lalu, karena novel ini mengambil topik tentang skripsi dan perjodohan, penggambaran tokoh Sabitha yang merasa sedang berjuang menyelesaikan skripsi dan merasa tertinggal dari teman-temannya terasa sangat relate untuk para mahasiswa akhir.
Selain itu karakter Kenjiro Aldare tidak digambarkan sebagai sosok kaku dan sempurna seperti yang digambarkan oleh kebanyakan novel romansa tentang perjodohan. Kenjiro Aldare digambarkan sebagai seseorang yang menyebalkan, jahil, dan cemburuan, membuat karakternya terasa sangat manusiawi dengan beberapa kelebihan yang dimilikinya, yakni perhatian, dewasa, dan perlahan bersikap lembut. Lalu, perkembangan karakter utama dalam novel ini sangat berkembang, di mana fokus utama cerita bukan hanya romansa manis saja, melainkan berfokus pada permasalahan dua orang yang dulunya asing kini tinggal di satu atap dan saling belajar untuk memahami struggle masing-masing.
Meskipun demikian, topik yang diambil dari cerita ini tentang perjosohan karena masalah finansial keluarga terbilang sangat klise bagi para pembaca romansa yang sudah sering membaca terkait topik tersebut. Selain itu, konflik hadirnya orang ketiga dalam cerita ini mampu membuat emosi sebagian para pembaca semakin meningkat, terutama bagi para pembaca yang ingin mencari novel romansa komedi yang ingin konflik ringan.
Bagi para pembaca yang menyukai topik perjodohan, latar kampus dan masalah yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir, maka novel ini bisa dijadikan rekomendasi utama jika ingin membacanya. Namun, jika para pembaca kurang menyukai adanya konflik orang ketiga dan topik cerita yang mainstream, maka novel ini dapat dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: Zero Byte
- Penulis: Matcha
- Tahun Terbit: 2024
- Penerbit: Penerbit Akad x Skuad
- Tebal: 348 halaman
- ISBN: 9786231000910
- Genre: Romance Fiction