Ulasan

Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD

Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD
Buku Enchanting the Sea with My ADHD (goodreads.com)

Bagaimana jika hal yang selama ini dianggap sebagai kekurangan justru bisa menjadi kekuatan.

Pertanyaan sederhana tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Enchanting the Sea with My ADHD karya Shari LaRosa, sebuah buku anak bergambar yang mengajak pembaca menyelami dunia Dune, seekor pari manta yang penuh energi, memiliki cara berpikirnya sendiri, dan menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan ADHD.

Buku ini diterbitkan pada Februari 2026 dan memiliki 36 halaman.

Dune digambarkan sebagai sosok yang tidak selalu mudah mengikuti arus. Ia bergerak dengan ritmenya sendiri, mudah terdistraksi, mengalami kesulitan menghadapi situasi tertentu, dan harus berusaha memahami berbagai emosi yang muncul dalam dirinya.

Namun, alih-alih menjadikan ADHD sebagai sesuatu yang harus diperbaiki atau disembunyikan, Shari LaRosa justru menunjukkan sisi positif dari cara berpikir Dune.

Energinya, rasa ingin tahunya, kemampuannya bergerak cepat, serta caranya melihat dunia dapat menjadi kekuatan ketika diarahkan dengan tepat.

Pemilihan pari manta sebagai tokoh utama terasa unik dan cocok dengan tema buku. Pari manta merupakan hewan yang harus terus bergerak ketika berada di laut, sehingga karakteristik tersebut menjadi metafora yang menarik untuk menggambarkan Dune.

Di sepanjang cerita, pembaca juga bertemu dengan Remora, Fidget si bintang laut mainan, dan Mr. Inky, guru gurita yang terkadang membuat Dune frustrasi.

Kehadiran karakter-karakter ini membuat perjalanan Dune terasa lebih hidup sekaligus memberikan ruang untuk membahas hubungan dengan teman, guru, dan orang-orang di sekitarnya.

Salah satu hal yang paling menonjol adalah cara buku ini memperkenalkan ADHD melalui cerita yang ringan dan penuh warna.

Anak-anak tidak hanya diajak memahami tantangan Dune, tetapi juga melihat bahwa setiap orang memiliki cara berpikir dan merespons dunia yang berbeda.

Pesan seperti ini penting karena dapat membantu anak yang mengalami hal serupa merasa lebih dipahami, sekaligus mengajarkan anak lain untuk memiliki empati terhadap teman mereka.

Ilustrasi karya Alessandra Cimatoribus menjadi pasangan yang sangat tepat untuk ceritanya. Dunia bawah laut digambarkan penuh warna, dengan terumbu karang, ikan, dan berbagai makhluk laut yang membuat setiap halaman terasa ramai dan menarik untuk diamati.

Visual yang cerah juga membantu mempertahankan nuansa ceria meskipun cerita sesekali menyentuh emosi seperti frustrasi, kesulitan berkonsentrasi, dan rasa kewalahan.

Goodreads mencantumkan Alessandra Cimatoribus sebagai ilustrator buku ini.

Selain cerita, buku ini memiliki nilai edukatif yang cukup kuat. Pada bagian akhir terdapat pertanyaan diskusi, kosakata, serta fakta-fakta mengenai pari manta.

Bagian tersebut membuat buku tidak berhenti sebagai cerita sebelum tidur, tetapi bisa menjadi titik awal percakapan antara anak dan orang dewasa mengenai emosi, perbedaan, persahabatan, serta cara memberikan dukungan kepada orang lain.

Beberapa pembaca Goodreads juga menilai bagian pertanyaan diskusi dan materi tambahan tersebut sebagai salah satu kekuatan buku.

Meski begitu, pengalaman membaca dengan lantang mungkin tidak selalu terasa mulus. Beberapa bagian sajak dan rima terasa kurang alami ketika diucapkan, sehingga orang tua mungkin perlu menyesuaikan ritmenya saat membacakan cerita.

Ada pula bagian cerita yang terasa muncul cukup tiba-tiba, termasuk kemunculan hiu yang dapat membuat alurnya sedikit terasa tidak menyatu.

Namun, adegan tersebut tetap berhasil membuat perhatian pembaca kembali tertuju pada cerita.

Pada akhirnya, Enchanting the Sea with My ADHD adalah buku anak yang menawarkan pesan positif tentang menerima perbedaan dan menemukan kekuatan dalam diri sendiri.

Buku ini tidak hanya memperkenalkan ADHD dengan cara yang ramah anak, tetapi juga mengajarkan bahwa seseorang tidak harus selalu mengikuti arus untuk bisa menemukan tempatnya sendiri.

Dengan ilustrasi cantik, karakter laut yang menarik, informasi tentang pari manta, serta pertanyaan diskusi yang dapat membuka percakapan bermakna.

Buku ini cocok dibaca bersama anak usia sekolah awal, terutama untuk keluarga, guru, maupun pendamping yang ingin mengenalkan ADHD dengan pendekatan yang hangat dan penuh empati.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda