Ulasan

Novel Izinkan Aku Mencintaimu: Saat Harus Mengurus Pernikahan Mantan

Novel Izinkan Aku Mencintaimu: Saat Harus Mengurus Pernikahan Mantan
Novel Izinkan Aku Mencintaimu. (Dok. Pribadi/Agustian)

Siapa yang tidak panik kalau tiba-tiba harus mengurus hari bahagia orang yang pernah mengisi hati di masa lalu? Sensasi campur aduk, canggung, sekaligus jengkel itulah yang disajikan secara apik oleh Esi Lahur dalam novel metropop berjudul Izinkan Aku Mencintaimu.

Gadis Lembayung, yang sehari-hari dipanggil Adis, merupakan perempuan muda yang menjalani kehidupan ganda di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Dalam kehidupan profesionalnya, Adis bekerja sebagai staf wedding organizer yang cekatan, disiplin, andal, dan selalu bersikap dingin demi menjaga profesionalitas di depan klien.

Namun, tidak ada yang menyangka bahwa Adis sebenarnya adalah Dilara Tsarina, penulis novel romantis best-seller yang identitas aslinya disembunyikan rapat dari publik dan media.

Kehidupan Adis mulai terusik ketika perusahaan wedding organizer tempatnya bekerja menerima proyek besar dari klien penting. Klien tersebut ternyata Jason, pria mapan sekaligus teman satu sekolah Adis saat SMA yang dulu gemar menjahili dan mengusilinya.

Kini, Jason kembali bukan untuk berteman, melainkan meminta bantuan profesional Adis untuk merencanakan pesta pernikahannya bersama calon istrinya. Pertemuan tak terduga itu seketika membuka kembali kenangan masa lalu yang selama ini dikunci rapat oleh Adis. Sifat Jason yang masih gemar menggoda dan memancing emosinya membuat suasana kerja mereka menjadi canggung dan penuh ketegangan emosional.

Adis harus mati-matian menjaga profesionalismenya di depan pria yang dulu diam-diam pernah mematahkan hatinya. Di sisi lain, Jason yang gemar membaca mulai menyadari adanya kemiripan aneh antara masa lalu mereka dengan plot dalam novel terbaru karya Dilara Tsarina. Detail kejadian di sekolah, status media sosial, hingga dialog emosional dalam buku terasa begitu akrab baginya.

Rasa penasaran mendorong Jason menyelidiki sosok di balik nama pena Dilara Tsarina. Penyelidikannya perlahan mengarah kepada Adis, membuat rahasia besar yang selama ini disimpannya terancam terbongkar.

Di tengah tekanan pekerjaan sebagai WO, tenggat hari pernikahan yang semakin dekat, serta ego masing-masing, Adis dan Jason justru kembali terjebak dalam pusaran perasaan lama yang ternyata belum sepenuhnya padam.

Buku ini membawa pembaca mengikuti lika-liku emosi Adis yang berusaha mempertahankan rahasianya dan Jason yang mengejar kebenaran di balik sebuah karya fiksi.

Novel ini beneran seru buat dijadikan teman bacaan santai di kala senggang karena gaya bahasanya yang ringan khas novel romansa metropop tanah air. Pembawaan karakternya sangat relate dengan kehidupan anak muda kantoran, terutama karakter Adis yang sukses bikin gemas karena gengsinya yang setinggi langit buat jujur soal perasaan aslinya.

Dinamika benci tapi cinta antara Adis dan Jason di masa sekarang juga dibangun dengan porsi komedi yang segar serta momen romantis yang pas, membuat alur ceritanya tidak terasa membosankan.

Sejujurnya, aku sempat merasa alur ceritanya agak sedikit lambat dan bertele-tele di bagian pertengahan buku, terutama ketika konflik kesalahpahaman di antara mereka berdua mulai berputar-putar di area yang sama saja tanpa perkembangan berarti.

Ada beberapa bagian drama dan perdebatan kecil yang rasanya bisa sedikit dipangkas agar pergerakan plotnya bisa berjalan jauh lebih taktis, cepat, dan tidak memberikan kesan mengulur-ulur waktu yang tidak perlu sebelum akhirnya menuju ke bagian penyelesaian konflik utama.

Meskipun memiliki sedikit kekurangan di bagian ritme penceritaan tengah, Esi Lahur sangat pintar dalam menjaga rasa penasaran pembaca mengenai bagaimana cara Jason membongkar rahasia nama pena Adis. Bagian klimaks dari buku ini ditulis dengan sangat manis, hangat, dan memberikan kepuasan tersendiri bagi pembaca setelah diajak merasa gregetan dan kesal sepanjang cerita berlangsung.

Secara keseluruhan, aku sangat merekomendasikan buku ini buat kalian yang sedang mencari cerita romantis yang menghibur dengan tambahan bumbu nostalgia masa-masa sekolah yang indah.

Konflik yang dihadirkan di dalamnya tidak akan membuat kepala pusing atau stres, melainkan tetap memiliki daya pikat yang cukup kuat untuk membuat pembaca ingin terus menyimak hingga selesai. Buku ini juga menjadi pengingat bahwa terkadang cinta sejati hanya butuh waktu dan kesempatan kedua untuk bisa kembali bersatu secara utuh.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda