Ulasan

Backstreet Rookie: Ketika Dewasa Berarti Berani Perjuangkan Hidup Sendiri

Backstreet Rookie: Ketika Dewasa Berarti Berani Perjuangkan Hidup Sendiri
Poster Backstreet Rookie. (Instagram/@thv_legend)

Selalu ada masa dalam hidup ketika kita tidak benar-benar tahu sedang menuju ke mana. Kita hanya bangun setiap pagi, pergi bekerja atau kuliah, menyelesaikan berbagai kewajiban, lalu pulang dan mengulang semuanya lagi keesokan harinya. Di usia ketika orang-orang di sekitar mulai terlihat punya kehidupan yang jelas, kita justru masih bertanya-tanya, “Sebenarnya aku mau jadi apa?”

Mungkin karena itulah Backstreet Rookie terasa cukup dekat dengan kehidupan anak muda. Drama Korea yang dibintangi Ji Chang Wook dan Kim Yoo Jung ini memang dikemas sebagai komedi romantis dengan latar sebuah minimarket. Namun, kalau diperhatikan lebih jauh, cerita tentang Choi Dae Hyun dan Jung Saet Byul bukan hanya soal dua orang yang perlahan jatuh cinta.

Ada cerita tentang pekerjaan, keluarga, impian, kegagalan, dan bagaimana seseorang mencoba mencari tempatnya sendiri di dunia.

Backstreet Rookie tayang pada 2020 dengan total 16 episode. Ji Chang Wook berperan sebagai Choi Dae Hyun, seorang pria baik hati yang meninggalkan pekerjaannya di perusahaan besar untuk mengelola minimarket milik keluarganya.

Sementara itu, Kim Yoo Jung memerankan Jung Saet Byul, perempuan muda yang kemudian bekerja sebagai pegawai paruh waktu di minimarket tersebut. Pertemuan mereka sebenarnya sudah terjadi beberapa tahun sebelumnya.

Saat masih remaja, Saet Byul pernah bertemu Dae Hyun secara tidak sengaja. Pertemuan singkat tersebut meninggalkan kesan yang cukup dalam bagi Saet Byul. Beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu ketika Saet Byul melamar sebagai pegawai paruh waktu di minimarket Dae Hyun.

Dari sinilah kekacauan sekaligus keseruan cerita dimulai. Kalau dilihat dari karakternya, Dae Hyun bukan tipikal tokoh utama laki-laki yang sempurna. Ia memang baik, tetapi juga ceroboh dan terkadang terlalu lembut.

Ia pernah bekerja di perusahaan besar, tetapi akhirnya memilih keluar dan membantu mengelola minimarket keluarganya. Sementara Saet Byul terlihat jauh lebih berani dan percaya diri. Ia memiliki sisi tomboy, kuat secara fisik, tetapi di balik itu sebenarnya sedang berusaha membangun kehidupannya sendiri.

Dan justru di situlah saya merasa drama ini menarik. Kita sering menganggap bahwa menjadi dewasa berarti sudah mengetahui apa yang kita inginkan. Padahal kenyataannya tidak selalu begitu.

Ada orang yang lulus kuliah tetapi belum tahu ingin bekerja di mana. Ada yang sudah bekerja tetapi merasa pekerjaannya bukan sesuatu yang ingin dilakukan seumur hidup. Ada yang terlihat santai di depan orang lain, padahal setiap malam masih memikirkan masa depannya. Saet Byul juga berada di fase tersebut. Backstreet Rookie menunjukkan bahwa perjalanan hidup tidak harus selalu terlihat keren untuk menjadi berarti.

Ada sesuatu yang menyenangkan dari latar minimarket dalam drama ini. Tempat tersebut menjadi ruang kecil tempat berbagai macam orang bertemu. Ada pelanggan, pegawai, keluarga, teman, hingga orang-orang yang membawa masalah masing-masing.

Minimarket akhirnya terasa seperti gambaran kecil kehidupan itu sendiri. Kita bertemu banyak orang dalam perjalanan, tetapi tidak pernah benar-benar tahu apa yang sedang mereka perjuangkan. Karena itu, salah satu hal yang cukup terasa dari Backstreet Rookie adalah bagaimana karakter-karakternya tidak selalu sempurna. Mereka bisa egois, salah mengambil keputusan, cemburu, salah memahami perasaan orang lain, bahkan terkadang membuat pilihan yang membuat penonton gemas sendiri.

Tetapi bukankah manusia memang seperti itu? Kita belajar bukan karena selalu membuat keputusan yang benar. Kita belajar karena pernah salah, kemudian mencoba memperbaikinya.

Hubungan Dae Hyun dan Saet Byul pun berkembang dengan cara yang cukup sederhana. Tidak langsung menjadi kisah cinta yang sempurna. Ada salah paham, ada keraguan, ada orang ketiga, dan ada proses untuk memahami perasaan masing-masing. 

Saya justru menyukai bagian tersebut. Karena cinta seharusnya bukan alasan untuk berhenti mengejar kehidupan sendiri. Kita boleh mencintai seseorang, tetapi tetap perlu punya mimpi, pekerjaan, tujuan, dan identitas di luar hubungan tersebut.

Ini cukup relevan untuk anak muda sekarang. Di tengah media sosial, kita sering melihat kehidupan orang lain yang tampaknya sudah tertata. Teman sebaya sudah mendapatkan pekerjaan bagus. Ada yang sudah punya bisnis. Ada yang menikah. Ada yang pindah ke kota lain. Ada yang terlihat sukses sebelum usia 25 tahun.

Sementara kita? Masih mencari lowongan pekerjaan. Masih belajar skill baru. Masih bingung mau memilih jalan yang mana. Bahkan mungkin masih tinggal bersama orang tua dan merasa tertinggal. Tapi Backstreet Rookie seperti mengingatkan bahwa hidup bukan perlombaan yang memiliki garis finish yang sama untuk semua orang.

Pada akhirnya, Backstreet Rookie bukan drama yang harus ditonton hanya untuk mencari kisah romantis Ji Chang Wook dan Kim Yoo Jung. Di balik komedi, kekacauan minimarket, dan kisah cinta keduanya, ada cerita sederhana tentang orang-orang yang sedang berusaha menemukan tempatnya di dunia.

Drama ini mengajarkan bahwa menjadi dewasa bukan tentang memiliki semua jawaban. Menjadi dewasa adalah keberanian untuk tetap melangkah meskipun kita belum tahu persis ke mana langkah itu akan membawa kita. Apakah kamu sudah menonton drama Kim Yoo Jung yang satu ini? Bagaimana pendapatmu?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda