Ulasan

Novel Dilizzy: Ketika Cinta, Luka dan Mimpi Terbentur Kasta serta Restu

Novel Dilizzy: Ketika Cinta, Luka dan Mimpi Terbentur Kasta serta Restu
Novel Dilizzy (gramedia)

"Kebaikan nggak selamanya akan dibalas dengan kebaikan, kita sebagai manusia jangan suka berekspektasi tinggi. Kalau mau berbuat baik, ya, berbuat baik aja. Enggak perlu mengharapkan apa-apa." (Dilizzy, halaman 216).

Dilizzy merupakan novel fiksi remaja karya Tresia yang memiliki premis cerita yang lumayan familiar di novel remaja pada umumnya, yakni seorang gadis yang gigih mengejar cowok yang selalu cuek dan bersikap realistis akan masa depan. Meski memiliki desain cover yang manis, cerita dan alur di dalamnya tidak semanis yang ada dalamnya. Ada banyak isu sosial yang diangkat dalam buku ini dan beberapa pelajaran yang berharga di dalamnya.

Dari novel Dilizzy, para pembaca jadi belajar bahwa akan selalu ada harapan bagi yang berani bermimpi. Dalam karakter Dirga di novel ini, meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi, hal itu tidak akan menjadi alasan untuk bisa berhenti bermimpi dan berusaha dalam hidup.

Lalu, rasa cinta harus beriringan dengan tanggung jawab, di mana karakter Dirga yang selalu berhati-hati terlebih dahulu sebelum menerima Lizzy merupakan rasa tanggung jawab dan kesadaran bahwa menjalin hubungan bukan sekadar hanya untuk main-main, melainkan membutuhkan sebuah kesiapan mental dan kedewasaan.

Selain itu, baik dari kisah cinta remaja maupun orang dewasa, akan selalu ada isu sosial yang berbenturan dengan tembok realitas, yakni restu orang tua dan perbedaan latar belakang keluarga yang dimiliki.

Pembaca jadi mendapatkan pelajaran bahwa terkadang rasa cinta saja tidak cukup untuk dapat bersama, ada beberapa faktor lain yang menjadi pertimbangan dan hal-hal yang tidak bisa dikendalikan. 

Tentang Novel Dilizzy

Dilizzy mengisahkan tentang kisah seorang gadis SMA manis yang memiliki mimpi menjadi seorang pastry bernama Lizzy Cinnamon Adhikari. Dari awal menginjakkan kaki di bangku SMA, Lizzy telah menjatuhkan hatinya terlebih dahulu dengan Dirga Margantara, seorang lelaki sederhana yang kini telah menjadi teman sebangkunya.  

Dirga merupakan seorang cowok sederhana, tidak terlalu pintar, dan memiliki keterbatasan ekonomi. Meski demikian, keluarga Dirga sangat menyayanginya dengan tulus dan ia memiliki teman-teman yang sefrekuensi. Namun, siapa sangka karena kesederhanaan Dirga inilah yang membuat Lizzy jatuh cinta dengan lelaki itu. Berulang kali Lizzy mendekati dan menyatakan perasaan pada Dirga, namun selalu ditolak oleh lelaki itu. Walaupun begitu, Lizzy tentunya tidak gampang menyerah.

Sebenarnya, ada alasan lain di balik Dirga yang menolak Lizzy yang terus berusaha untuk mendekatinya. Hal tersebut dikarenakan status sosial yang dimiliki oleh gadis itu yang memiliki latar belakang keluarga terpandang. Suatu hari, Dirga menyadari bahwa Lizzy tidak lagi mengganggunya karena masalah yang menimpa keluarganya, membuat Dirga kali ini gantian untuk berusaha menghibur dan mengembalikan kepercayaan diri Lizzy agar gadis itu bisa kembali percaya diri dan bermimpi kembali.

Bagaimana kelanjutan hubungan antara Dirga dan Lizzy? Apakah mereka bisa menembus tembok status sosial yang sering menjadi penghalang bagi kedua orang yang jatuh cinta untuk bisa bersama?

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Dilizzy memiliki karakter utama yang familiar sekaligus unik, di mana Lizzy yang sangat ekspresif berusaha untuk mengejar Dirga dengan memberikan lelaki itu cinnamon roll setiap pagi dan berujung selalu ditolak membuat para pembaca merasa gemas dan tertarik untuk mengikuti hubungan keduanya. Lalu, Tresia mampu menggambarkan narasi yang emosional ketika dihadapkan pada berbagai adegan penolakan dan perjuangan cinta yang membuat pembaca turut merasakan emosi tersebut.

Meskipun memiliki premis yang familiar khas cerita cinta remaja, novel ini berani menyentuh isu sosial yang sering terjadi dalam kehidupan nyata, seperti perbedaan kasta atau status ekonomi dan restu dari orang tua. Isu sosial ini turut menambah elemen emosional yang lebih mendalam bagi para pembaca yang membaca kisah Dirga dan Lizzy. 

Di sisi lain, para pembaca mungkin akan merasakan bahwa premis cerita ini sangat familiar dan mainstream, sehingga sebagiannya mungkin akan merasa alurnya mudah ditebak di bagian awal cerita. Lalu, alur cerita yang lambat di bagian pertengahan cerita membuat para pembaca yang sering membaca cerita romansa remaja dengan alur cepat akan merasa bosan ketika membacanya. 

Bagi para pembaca yang menyukai kisah romansa remaja dengan isu sosial tentang perbedaan status ekonomi dan restu orang tua, serta penggambaran cerita dan narasi yang emosional, maka novel ini bisa dijadikan rekomendasi utama jika ingin membacanya. Namun, jika para pembaca kurang menyukai premis yang familiar di awal cerita dan alur yang lambat di bagian pertengahan, maka novel ini bisa dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya.

Identitas Novel

  • Judul: Dilizzy
  • Penulis: Tresia
  • Tahun Terbit: November 2022
  • Penerbit: Penerbit Coconut Books
  • Tebal: 296 halaman
  • ISBN: 9786230906008
  • Genre: Fiksi Remaja

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda