Ulasan

When I Am Not with You: Tentang Cinta yang Tak Berjarak

When I Am Not with You: Tentang Cinta yang Tak Berjarak
Buku When I Am Not with You: How We’re Together, Even When We’re Apart (goodreads.com)

Ada kalanya perpisahan sederhana terasa begitu besar bagi seorang anak.

Hari pertama masuk sekolah, waktu tidur ketika orang tua harus meninggalkan kamar, atau perjalanan yang membuat mereka tidak bisa bertemu orang-orang tersayang untuk sementara waktu dapat memunculkan rasa takut dan kesepian. 

Bagi anak-anak yang belum terbiasa berjauhan dari pengasuhnya, memahami bahwa seseorang bisa pergi tetapi tetap menyayangi mereka bukanlah hal yang selalu mudah.

Melalui When I Am Not with You: How We’re Together, Even When We’re Apart, Sarah Wright Olsen menghadirkan sebuah buku bergambar yang lembut untuk membantu anak memahami perasaan tersebut.

Buku ini mengangkat gagasan sederhana tetapi bermakna: cinta tidak menghilang hanya karena seseorang tidak berada di dekat kita.

Jarak mungkin membuat orang-orang terkasih tidak bisa saling melihat atau menyentuh, tetapi kenangan, pikiran, dan kasih sayang tetap bisa menjadi penghubung.

Pesan inilah yang menjadi inti cerita, disampaikan melalui rangkaian kalimat puitis yang menenangkan dan mudah dinikmati bersama anak-anak.

Alih-alih menggambarkan perpisahan sebagai sesuatu yang harus ditakuti, Sarah Wright Olsen mengajak pembaca melihatnya melalui sudut pandang yang lebih hangat.

Ketika orang tua tidak berada di samping anak, mereka tetap bisa hadir melalui ingatan tentang kebersamaan, percakapan yang menyenangkan, dan aktivitas favorit yang pernah dilakukan bersama.

Dengan demikian, anak diajak memahami bahwa tidak bertemu untuk sementara waktu bukan berarti kehilangan kasih sayang.

Salah satu keunikan buku ini adalah cara penulis memadukan imajinasi dengan dukungan emosional.

Anak-anak diajak membayangkan petualangan menyenangkan, mulai dari membangun benteng menggunakan selimut hingga menikmati teh bersama di bulan.

Aktivitas imajinatif tersebut membuat gagasan tentang kedekatan emosional terasa lebih konkret bagi pembaca cilik. Mereka dapat membayangkan orang yang dicintai sambil mengingat pengalaman menyenangkan yang pernah dibagikan bersama.

Pendekatan ini juga membantu mengubah momen menunggu menjadi kesempatan untuk berimajinasi. Ketika sedang berjauhan, anak bisa mengingat permainan kesukaan, membayangkan cerita baru, atau memikirkan kegiatan yang ingin dilakukan saat bertemu kembali.

Tentu saja, setiap anak memiliki cara berbeda dalam menghadapi perpisahan. Namun, buku ini menawarkan salah satu cara sederhana bagi orang tua untuk memulai percakapan mengenai perasaan tersebut.

Dari segi gaya bahasa, When I Am Not with You menggunakan bahasa yang puitis, berima, dan menenangkan.

Susunan kalimatnya dirancang agar nyaman dibacakan dengan suara lantang, sehingga cocok dijadikan bagian dari rutinitas sebelum tidur. Irama yang lembut membantu menciptakan suasana akrab antara orang tua dan anak.

Meskipun mengangkat konsep emosional yang cukup abstrak, buku ini menyampaikannya melalui gambaran sederhana yang dekat dengan dunia anak-anak.

Ilustrasi karya Asa Gilland turut memperkuat daya tarik buku ini. Karakter-karakter yang digambarkan bersama orang-orang terdekatnya membantu menyampaikan perasaan hangat yang menjadi inti cerita.

Adegan-adegan imajinatif memberikan ruang bagi anak untuk membayangkan berbagai kemungkinan, sekaligus membuat pengalaman membaca terasa seperti sebuah petualangan.

Perpaduan teks dan ilustrasi ini menjadi salah satu kekuatan buku, terutama bagi pembaca yang masih mengandalkan gambar untuk memahami cerita.

Hal menarik lainnya adalah buku ini dapat digunakan dalam berbagai situasi. Orang tua bisa membacakannya sebelum anak mulai bersekolah, ketika harus pergi bekerja, menjelang perjalanan panjang, atau saat anak merasa rindu kepada anggota keluarga.

Buku ini juga dapat menjadi pembuka percakapan tentang emosi, membantu orang tua mengenali perasaan anak tanpa langsung menganggap rasa takut atau sedih sebagai sesuatu yang berlebihan.

Meski demikian, pesan yang disampaikan mungkin terasa sederhana bagi anak yang lebih besar. Buku ini juga tidak menawarkan solusi yang berlaku untuk semua situasi perpisahan.

Anak yang mengalami kecemasan cukup berat mungkin tetap membutuhkan pendampingan dan dukungan tambahan dari orang dewasa yang dipercaya.

Karena itu, buku ini paling tepat dipandang sebagai sarana untuk membangun komunikasi dan memberikan rasa aman, bukan sebagai satu-satunya cara mengatasi kecemasan.

Pada akhirnya, When I Am Not with You merupakan buku bergambar yang hangat tentang cinta, jarak, dan kenangan. Sarah Wright Olsen mengingatkan pembaca bahwa kedekatan tidak selalu bergantung pada kehadiran fisik.

Melalui cerita berima dan ilustrasi penuh imajinasi, buku ini mengajak orang tua membantu anak memahami bahwa mereka tetap disayangi, bahkan ketika orang-orang terdekat sedang tidak berada di samping mereka.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda