Ulasan
Review Love Reset: Ketika Kita Jatuh Cinta Lagi setelah Sempat Saling Benci
Kalau diberi kesempatan untuk mengulang sebuah hubungan dari awal, apakah kita akan memilih orang yang sama? Apalagi jika hubungan tersebut sudah dipenuhi pertengkaran, kekecewaan, dan keinginan untuk berpisah. Mungkin kita akan menjawab tidak. Untuk apa kembali pada seseorang yang pernah membuat kita merasa lelah? Namun, bagaimana jika kita melupakan semua alasan yang membuat kita membencinya?
Pertanyaan itulah yang membuat Love Reset (2023) menarik untuk ditonton. Film komedi romantis Korea Selatan garapan Nam Dae-jung ini dibintangi Kang Ha-neul sebagai Noh Jung-yeol dan Jung So-min sebagai Hong Na-ra. Keduanya merupakan pasangan suami istri yang berada di ambang perceraian, sampai sebuah kecelakaan mengubah segalanya.
Jung-yeol dan Na-ra awalnya sangat jatuh cinta hingga berani menentang keluarga demi menikah. Sayangnya, setelah menjalani rumah tangga, perbedaan kepribadian dan cara pandang justru membuat mereka terus bertengkar. Hubungan yang dahulu diperjuangkan mati-matian berubah jadi sesuatu yang ingin mereka akhiri.
Ketika pengadilan memberi mereka waktu 30 hari sebelum perceraian resmi, keduanya mengalami kecelakaan mobil dan kehilangan ingatan. Ironisnya, mereka justru mulai tertarik satu sama lain lagi. Keluarga yang awalnya ingin membantu mereka menyelesaikan perceraian pun berusaha memulihkan ingatan pasangan ini.
Dari premisnya saja, film ini sudah menjanjikan situasi yang absurd sekaligus menghibur. Bayangkan dua orang yang sebelumnya tidak tahan melihat wajah satu sama lain, tiba-tiba kembali bersikap seperti orang yang sedang jatuh cinta.
Mereka tidak mengingat pertengkaran, kekecewaan, atau alasan mengapa pernikahan mereka berakhir. Dan di situlah kekacauan sekaligus keseruannya dimulai. Menurut saya, salah satu kekuatan Love Reset adalah kemampuan Kang Ha-neul dan Jung So-min membangun komedi dari hubungan yang penuh konflik.
Tingkah keduanya sering kali berlebihan, tetapi justru itulah yang membuat film ini terasa hidup. Kita bisa tertawa melihat pertengkaran mereka, lalu ikut tersenyum ketika keduanya mulai menunjukkan sisi manis yang sebelumnya seolah hilang.
Namun, di balik semua kelucuannya, ada pertanyaan yang cukup menarik untuk direnungkan, apakah kita mencintai seseorang karena siapa dirinya, atau karena kenangan yang kita bangun bersamanya?
Ketika Jung-yeol dan Na-ra kehilangan ingatan, mereka seperti diberi kesempatan mengenal satu sama lain tanpa membawa beban masa lalu. Tidak ada daftar kesalahan yang terus diungkit. Tidak ada pertengkaran lama yang menjadi alasan untuk kembali marah. Mereka bisa melihat satu sama lain dengan perasaan yang lebih segar.
Hal ini membuat saya berpikir bahwa terkadang, masalah dalam hubungan bukan hanya tentang perbedaan, melainkan juga tentang bagaimana kita memperlakukan perbedaan tersebut.
Kita bisa sangat mencintai seseorang, tetapi ketika sudah terlalu sering bertengkar, semua hal kecil yang dahulu terasa menggemaskan justru berubah menjadi sesuatu yang menyebalkan. Kebiasaan yang dulu kita maklumi perlahan menjadi sumber masalah. Mungkin kita sampai mulai lupa alasan mengapa dulu memilih orang tersebut.
Tentu saja, film ini tidak sedang mengatakan bahwa kehilangan ingatan adalah solusi untuk memperbaiki hubungan. Justru, situasi yang tidak masuk akal itu menjadi cara untuk memperlihatkan bagaimana perasaan dapat berubah ketika seseorang tidak lagi melihat pasangannya melalui tumpukan kekecewaan.
Sayangnya, menurut saya beberapa konflik film ini memang sengaja dibuat berlebihan demi menghasilkan komedi. Ada bagian yang terasa tidak masuk akal, dan durasinya yang hampir dua jam mungkin terasa cukup panjang. Namun, chemistry kedua pemeran membuat perjalanan ceritanya tetap menyenangkan untuk diikuti.
Yang paling menarik, Love Reset tidak hanya memperlihatkan bagaimana dua orang bisa jatuh cinta kembali, tetapi juga mengajak kita mempertanyakan arti kesempatan kedua. Apakah kita benar-benar ingin memperbaiki hubungan, atau hanya merindukan masa ketika semuanya terasa menyenangkan?
Sebab memulai hubungan memang bisa terasa mudah ketika semuanya masih baru. Tantangan sebenarnya muncul ketika kita mulai mengenali kekurangan satu sama lain, menghadapi masalah, dan belajar berkompromi tanpa kehilangan diri sendiri.
Pada akhirnya, Love Reset adalah film yang cocok untuk kamu yang ingin menonton komedi romantis ringan, tetapi tetap mendapatkan sesuatu untuk direnungkan setelahnya.
Film ini mengingatkan saya bahwa jatuh cinta mungkin membuat kita memilih seseorang, tetapi mempertahankan hubungan membutuhkan lebih dari sekadar perasaan. Ada komunikasi, penerimaan, kesediaan untuk berubah, dan keberanian untuk membicarakan masalah sebelum semuanya menumpuk.
Karena terkadang, kita tidak perlu melupakan seluruh masa lalu untuk jatuh cinta lagi. Kita hanya perlu mengingat kembali alasan mengapa pernah memilih seseorang, sambil belajar memperbaiki hal-hal yang membuat kita hampir menyerah.
Dan mungkin, itulah bentuk reset yang sebenarnya, bukan menghapus semua kenangan buruk, melainkan memberi kesempatan kepada diri sendiri dan pasangan untuk menciptakan cerita yang lebih baik.