Ulasan

Belajar Memeluk Diri Sendiri Lewat Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain

Belajar Memeluk Diri Sendiri Lewat Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain
Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain (Gramedia)

Ada kalanya kita begitu mudah memberikan perhatian kepada orang lain, tetapi justru lupa menanyakan kabar kepada diri sendiri. Kita sibuk memastikan orang-orang di sekitar baik-baik saja, sementara perasaan sendiri dibiarkan menunggu. Gagasan itulah yang menjadi salah satu benang merah dalam buku Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain karya Cho Seongyong.

Buku ini hadir bukan sebagai cerita rekaan dengan tokoh dan konflik fiktif. Cho Seongyong menuangkan renungan personal melalui tulisan yang dekat dengan pengalaman manusia sehari-hari. Ia membicarakan perjalanan mengenali diri, menghadapi kegagalan, melewati masa-masa sulit, hingga menemukan kembali keberanian untuk melangkah. Karena itu, buku ini terasa seperti percakapan panjang yang mengajak pembaca berhenti sejenak dari kesibukan dan menengok ke dalam diri.

Salah satu hal yang paling terasa adalah ajakan untuk tidak terus-menerus menempatkan diri sebagai orang terakhir yang harus diperhatikan. Dalam kehidupan, kepedulian kepada sesama memang penting, tetapi bukan berarti kebutuhan emosional sendiri harus selalu dikorbankan. Kebiasaan mendahulukan orang lain terkadang terbentuk begitu lama sampai kita lupa bahwa diri sendiri juga membutuhkan pengertian, perhatian, dan kasih sayang.

Cho Seongyong mengajak pembaca mengubah cara pandang tersebut. Mengenal diri bukan hanya tentang menemukan jawaban besar mengenai tujuan hidup, tetapi juga memahami apa yang dirasakan, menerima keterbatasan, serta belajar memperlakukan diri dengan lebih lembut. Kita tidak harus terus hidup berdasarkan tuntutan masa lalu atau berusaha memenuhi ekspektasi semua orang.

Buku setebal 356 halaman ini juga terasa personal karena dipenuhi kisah dan pengalaman penulis. Kegagalan, luka, tekanan, serta proses untuk kembali bangkit diceritakan dengan pendekatan yang manusiawi. Sebagai figur publik dan kreator di media sosial, penulis turut memperlihatkan bahwa berada di tengah perhatian banyak orang tidak selalu berarti seseorang terbebas dari pergulatan batin. Ilustrasi-ilustrasi sederhana yang hadir di sepanjang buku membuat pengalaman tersebut terasa semakin ringan untuk diikuti.

Saya sendiri termasuk orang yang tidak terlalu sering membaca buku pengembangan diri. Namun, buku ini memberikan pengalaman membaca yang berbeda. Meski jumlah halamannya cukup banyak untuk buku dalam genre tersebut, saya tidak merasa sedang diceramahi atau dipaksa menerima suatu nasihat. Sebaliknya, tulisan-tulisannya terasa hangat, seperti mendapatkan pelukan ketika sedang membutuhkan tempat untuk beristirahat.

Selesai membaca buku ini, saya kembali diingatkan bahwa menyayangi diri sendiri bukanlah tindakan egoistis. Ada penghargaan terhadap diri sebagai ciptaan Tuhan di dalamnya. Kita perlu memiliki hubungan yang baik dengan diri sendiri agar kepedulian kepada orang lain tidak selalu datang dari pengorbanan yang menguras diri.

Buku ini juga berbicara tentang keberanian menerima sisi diri yang tidak sempurna. Kesalahan masa lalu tidak harus menjadi alasan untuk terus menghukum diri. Kita dapat mengakui kekurangan, memaafkan keputusan yang pernah dibuat, lalu memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk tumbuh.

Pada akhirnya, Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain mengajak pembaca berdamai dengan rasa tidak aman dan keraguan yang kerap muncul dari dalam diri. Tidak semua orang harus menyukai kita, dan tidak semua luka harus disembunyikan. Air mata, kegagalan, maupun masa-masa sulit dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk memahami siapa diri kita sebenarnya.

Buku ini mungkin tidak memberikan jawaban untuk seluruh persoalan hidup. Namun, menawarkan sesuatu yang sederhana sekaligus penting, yakni sebelum terlalu sibuk memeluk dunia, jangan lupa memberikan pelukan yang sama hangatnya kepada diri sendiri.

Identitas Buku

Judul: Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain
Penulis: Cho Seongyong
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020530840

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda