Ulasan

5 Keunikan Novel The Great Gatsby, Diceritakan dari Sudut Pandang Tetangga

5 Keunikan Novel The Great Gatsby, Diceritakan dari Sudut Pandang Tetangga
Ilustrasi Buku The Great Gatsby (unsplash/The Design Lady)

Apa yang membuat The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald terus dibaca dan dibicarakan hingga sekarang? Bagi sebagian pembaca, novel klasik ini mungkin dikenal sebagai kisah cinta Jay Gatsby yang berusaha mendapatkan kembali hati Daisy Buchanan.

Namun, di balik cerita cinta yang berakhir tragis dan kehidupan mewah pada era 1920-an, ada berbagai keunikan yang membuat novel ini menarik untuk dibahas. Mulai dari penggunaan sudut pandang narator yang tidak biasa hingga simbol-simbol yang menyimpan makna lebih dalam, Fitzgerald menyisipkan berbagai detail yang membuat novelnya tidak sekadar bercerita tentang cinta dan kekayaan.

Yuk, kita bahas apa saja keunikan novel The Great Gatsby yang masih menjadi salah satu novel klasik terkenal hingga saat ini.

1. Kisah Gatsby Diceritakan dari Sudut Pandang Tetangganya

Cover Buku The Great Gatsby (Gramedia)
Cover Buku The Great Gatsby (Gramedia)

Sejak awal membaca, kita dikenalkan dengan Nick Carraway, tetangga Gatsby sekaligus narator dalam novel ini. Artinya, cerita yang kita baca disampaikan melalui sudut pandang Nick. Uniknya, meskipun Nick memiliki peran besar dalam keseluruhan cerita, latar belakang dan kehidupan pribadinya tidak diceritakan sedetail Gatsby atau Daisy.

Jadi, yang biasanya pembaca mengenal si tokoh utama dari sudut pandang ketiga atau pertama, The Great Gatsby justru diceritakan dari pengamatan dan penilaian tokoh lain.

2. Popularitasnya Baru Naik setelah Perang Dunia II

Ilustrasi Tumpukan Buku (unsplash/Patrick Tomasso)
Ilustrasi Tumpukan Buku (unsplash/Patrick Tomasso)

Saat pertama kali diterbitkan pada 1925, The Great Gatsby tidak langsung mendapat kesuksesan besar seperti yang dinikmatinya sekarang. Fitzgerald meninggal pada 1940 tanpa sempat menyaksikan karyanya diakui secara luas sebagai salah satu novel klasik Amerika.

Awalnya, novel ini hanya dianggap sebagai kisah cinta biasa tanpa mengetahui pesan mendalamnya. Namun, saat Perang Dunia II, sebuah program bernama Armed Services Editions mencetak sebanyak 155.000 eksemplar buku ini dan membagikannya secara gratis kepada para anggota militer. Di luar dugaan, para tentara menyukai kisah Gatsby dan menjadikan novel ini salah satu karya sastra penting hingga kini.

3. Kontras Antara Bahasa yang Indah dengan Karakter Penuh Kepalsuan

ilustrasi sedang menulis (unsplash/Unseen Studio)
ilustrasi sedang menulis (unsplash/Unseen Studio)

Salah satu hal menarik dari The Great Gatsby adalah gaya bahasa F. Scott Fitzgerald yang puitis ketika menggambarkan kehidupan para karakternya. Pesta mewah, pemandangan malam, hingga impian Gatsby disampaikan melalui deskripsi yang indah dan terasa memikat. Namun, di balik keindahan tersebut, hubungan antarkarakter justru dipenuhi kebohongan, manipulasi, dan kepentingan pribadi.

Gatsby misalnya, ia membangun identitas baru dan menyembunyikan masa lalunya demi mendapat pengakuan dari Daisy. Di sisi lain, Tom, suami Daisy, dan Daisy sendiri yang sudah memiliki status sosial terpandang justru memanfaatkan kekayaan mereka untuk melindungi diri dari konsekuensi tindakan mereka, termasuk menghindari tanggung jawab atas tragedi yang terjadi.

4. Kekayaan Tidak Selalu Menjamin Penerimaan Sosial

Ilustrasi Menghitung Uang (unsplash/Alexander Mils)
Ilustrasi Menghitung Uang (unsplash/Alexander Mils)

Dalam The Great Gatsby, Fitzgerald memperlihatkan bahwa kekayaan tidak selalu membuat seseorang diterima di lingkungan sosial tertentu. Hal ini terlihat melalui perbedaan antara old money dan new money. 

Perbedaan tersebut terlihat dalam karakter Tom Buchanan dan Jay Gatsby. Tom berasal dari keluarga kaya dengan status sosial yang sudah mapan, sementara Gatsby memperoleh kekayaannya sendiri setelah tumbuh dari latar belakang yang sederhana. Meski kekayaan Gatsby sudah mendekati milik Tom dan Daisy, tetap saja ada batas tak kasat mata di antara mereka.

5. Dipenuhi Simbolisme yang Kuat

Ilustrasi Lampu Lalu Lintas (unsplash/Carlos Alberto Gómez Iñiguez)
Ilustrasi Lampu Lalu Lintas (unsplash/Carlos Alberto Gómez Iñiguez)

Novel ini menggunakan beberapa simbol yang menyimpan makna dalam, salah satunya lampu hijau di dekat rumah Daisy. Bagi Gatsby, lampu tersebut bukan sekadar penerangan di seberang teluk, melainkan gambaran dari harapan dan impian yang ingin ia capai, terutama keinginannya untuk kembali bersama Daisy. Meskipun ia bisa melihatnya dengan jelas, lampu itu seakan jauh dan tidak bisa ia gapai.

Selain itu, ada pula papan iklan dokter mata T. J. Eckleburg yang menampilkan sepasang mata besar. Simbol ini kerap ditafsirkan sebagai gambaran pengawasan atau kekosongan moral di tengah kehidupan para karakter.

Berbagai keunikan tersebut menunjukkan bahwa The Great Gatsby bukan sekadar cerita tentang seorang pria kaya yang ingin kembali bersama perempuan yang dicintainya. Melalui sudut pandang Nick, simbolisme penuh makna, bahasa yang indah, hingga kritik terhadap kelas sosial, tidak heran jika novel ini terus menarik perhatian pembaca lintas generasi. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda