Ulasan
Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu
"Kalau semua orang sudah tahu hasil akhirnya, lalu bagian mana lagi dari proses itu yang bikin kita tetap beeusaha untuk berjuang, Ghea? Kalau lo sudah tahu bakal gagal, lo nggak bakal mau usaha, Ghe." (Anesthetized, halalaman 192).
Bagi Ghea yang merupakan karakter utama dalam novel ini, hal terberat bukanlah ketika kehilangan seseorang, melainkan harus menjalani hidup seperti biasanya setelah kehilangan orang tersebut. Dalam novel Anesthetized karya Nurul Izzati, pembaca tidak hanya disuguhkan kisah romansa biasa, melainkan cerita ini akan menghadirkan perjuangan para tokoh yang berusaha lepas dari bayang masa lalu, menyembuhkan trauma masa lalu, dan menjalani hidup dengan bahagia.
Dalam novel yang memiliki tebal 308 halaman ini, para pembaca mendapatkan banyak pelajaran di dalamnya, seperti setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk bisa sembuh. Kehilangan yang dialami oleh dua orang tokoh utama mengajarkan para pembaca bahwa manusia membutuhkan cara tersendiri untuk dapat memproses duka yang dialami, ada yang bisa bangkit dengan cepat, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama, sehingga kita harus menghargai proses tersebut tanpa perlu menghakimi.
Selain itu, melanjutkan hidup tidak sama dengan merayakan hidup. Perlu adanya sebuah keberanian agar tidak membiarkan bayang masa lalu merenggut hak seseorang untuk bisa bahagia di masa depan. Lalu, kehadiran orang baru ataupun berada di lingkungan yang supportif dapat menjadi obat penawar bagi hati yang tengah berduka. Menutup diri sepenuhnya dari dunia luar justru akan memperburuk proses penyembuhan trauma yang dimiliki.
Sinopsis Novel Anesthetized
Anesthetized mengisahkan tentang pertemuan dua orang yang sebelumnya telah sama-sama mengalami kehilangan orang tercinta. Agil yang kehilangan ibunya saat kecil, dan Ghea yang kehilangan calon suaminya. Namun, cara Agil dan Ghea dalam memproses duka itu sangat berbeda. Agil yang berusaha menjalani hidup dengan mencoba berdamai akan kenangan masa lalunya, dan Ghea yang menjalani hidup tanpa merayakan apa pun.
Pertemuan pertama Agil dan Ghea terjadi secara tidak terduga bagaikan sebuah takdir. Saat itu, sedang ada acara fanmeeting artis Korea yang datang ke Indonesia. Agil yang tengah menjaga dua orang keponakannya karena kakaknya sibuk ikut acara fanmeet pun harus menunggu acara itu hingga selesai. Namun, tanpa disangka ia malah bertemu dengan Ghea, dan membuat Ghea salah paham tentang status dirinya.
Berawal dari kesalahpahaman Ghea yang mengira Agil seorang duda dua orang anak, pertemuan mereka kembali terjadi, di mana hotel tempat Ghea magang ternyata milik keluarga Agil yang dikelola langsung oleh dirinya. Karena terlalu sering bertemu, perasaan keduanya tanpa sadar mulai berubah. Agil mulai menyimpan rasa kepada Ghea, namun ia tahu hal itu tidak mudah karena saingan Agil adalah masa lalu dari Ghea, yakni mantan tunangannya yang telah lama meninggal dan belum Ghea lupakan sampai sekarang.
Akankah Agil bisa bersama dengan Ghea dan menjadi obat penawar bagi luka di hati gadis itu? Bagaimana Ghea bisa lepas dari bayang masa lalu yang hingga kini masih terus menghantuinya?
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Nurul Izzati mampu mengemas novel Anesthetized dengan gaya bahasa yang ringan dan menambahkan unsur komedi meskipun cerita ini banyak membahas tentang trauma dan rasa kehilangan yang mendalam. Beberapa dialog yang terkesan jenaka mampu menjadi pencair suasana di saat alur dan konflik saat itu sedang berat. Lalu, novel ini menggunakan alur maju dan mundur, di mana penulis mampu mengeksekusi alur tersebut dengan baik dan membuat para pembaca menjadi paham tentang luka yang dialami para tokoh tanpa bingung dengan latar waktu yang sedang ditulis.
Selain itu, penggambaran tokoh-tokoh dalam novel ini sangat hidup sesuai dengan penggambaran karakter mereka, dan interaksi antartokoh menjadi salah satu bagian menyenangkan dari novel ini. Tak hanya itu, desain cover novel Anesthetized sangat unik dan mengandung makna filosofis kuat yang menggambarkan isi cerita dari novelnya.
Meski memiliki alur dan tema yang bagus, beberapa pembaca merasa bahwa penyelesaian konflik utama dalam novel ini terasa kurang membekas jika dibandingkan dengan konflik yang penuh emosional di bagian awal cerita. Selain itu, meskipun interaksi dan karakter para tokoh dijabarkan dengan kuat, tapi beberapa pembaca merasa karakter sampingan dalam novel ini terhutung banyak, sehingga membuat para pembaca harus memiliki fokus ekstra untuk mengingat karakter tokohnya.
Jika para pembaca menyukai novel romansa yang memiliki sentuhan komedi meskipun mengangkat konflik berat, alur yang rapi, dan penggambaran karakter tokoh yang kuat, maka novel Anesthetized dapat menjadi rekomendasi utama untuk dibaca. Namun, jika para pembaca kurang menyukai penyelesaian konflik yang kurang membekas dan karakter tokoh sampingan yang banyak, maka novel ini dapat dipertimbangkan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: Anesthetized
- Penulis: Nurul Izzati
- Tahun Terbit: Februari 2018
- Penerbit: Penerbit Inari
- Tebal: 308 halaman
- ISBN: 9786026682147
- Genre: Romance Fiction