Ulasan

Review Lanterns: Aksi Hal Jordan dan John Stewart Ungkap Misteri Kelam!

Review Lanterns: Aksi Hal Jordan dan John Stewart Ungkap Misteri Kelam!
Salah satu adegan di serial Lanterns (IMDb)

Lanterns adalah serial drama superhero DC Universe yang tayang perdana 16 Agustus 2026 di HBO dan HBO Max. Serial delapan episode ini dibuat oleh Chris Mundy (Ozark, True Detective), Damon Lindelof (Watchmen), dan Tom King (penulis komik DC). Ia menggabungkan misteri kriminal buddy-cop dengan mitos Green Lantern dalam gaya yang lebih dewasa, gelap, dan grounded dibanding film superhero biasa.

Awal Mula Penyelidikan: Pembunuhan Misterius di Jantung Amerika

Salah satu adegan di serial Lanterns (IMDb)
Salah satu adegan di serial Lanterns (IMDb)

Cerita mengikuti Hal Jordan (Kyle Chandler), Green Lantern legendaris yang sudah lelah dan sinis setelah puluhan tahun bertugas, bersama rekrutan baru John Stewart (Aaron Pierr). Keduanya terjun ke kota kecil Rushville, Nebraska, untuk menyelidiki penembakan yang ternyata terkait ancaman kosmik Manhunter.

Hubungan mentor-anak didik mereka penuh gesekan: Hal curiga John akan menggantikannya, sementara John harus menghadapi trauma masa lalu dan tekanan dari Guardians of the Universe. Latar 2016 dan 2026 saling berkelindan, mengungkap rahasia lokal, alien, dan konsekuensi kekuasaan cincin hijau.

Review Serial Lanterns

Poster serial Lanterns (IMDb)
Poster serial Lanterns (IMDb)

Aaron Pierre memberikan performa yang kuat sebagai John—diam, penuh beban moral, dan sangat manusiawi. Kyle Chandler tampil meyakinkan sebagai Hal yang brilian tapi rusak. Kelly Macdonald sebagai Sheriff Kerry Kane, Garret Dillahunt, Poorna Jagannathan (Zoe), Ulrich Thomsen (Sinestro), dan cameo Nathan Fillion sebagai Guy Gardner menambah kedalaman ensemble.

Serial ini menghindari spektakel berlebih di awal, lebih fokus pada karakter, tema warisan, ras, dan harga menjadi pahlawan. Ini adalah prestise TV yang berhasil, meski misterinya kadang terlalu lambat dan penuh pengaruh True Detective.

Di wilayah Indonesia, Lanterns bisa ditonton di HBO Max. Serial ini mulai streaming sejak 16 Agustus 2026 (bersamaan dengan penayangan di AS, dengan penyesuaian zona waktu Asia yang biasanya membuat episode tersedia Senin pagi WIB). Semua delapan episode kini sudah lengkap tersedia setelah episode akhir dengan judul Dirt and Stars tayang sekitar 4–5 Oktober 2026. Cukup berlangganan HBO Max (tersedia paket mobile hingga premium dengan harga lokal), dan serial ini siap dinikmati kapan saja.

Adegan aksi paling menegangkan ada di Episode 5 berjudul Lights Out. Rushville berubah jadi medan perang total. Manhunter Zoe mengerahkan satelit senjata yang menghancurkan kota dengan laser merah dari langit. Alien Antaan dan anak buahnya meledak diri, senjata lokal meledak, menara air berisi asap hitam yang mematikan kekuatan cincin Green Lantern runtuh.

Hal terbang, membuat perisai dan tornado hijau, lalu beraksi dalam mode POV night-vision mirip Call of Duty di tengah asap gelap. Ledakan mobil, baku tembak, dan adu tinju keras antara Hal dan John di motel yang hampir hancur membuat napas tertahan.

Puncaknya saat John menggunakan Hal sebagai umpan, lalu menembak Zoe dari jarak jauh dengan senapan sniper. Aksi ini bukan sekadar spektakel—setiap ledakan dan tembakan membawa konsekuensi emosional dan moral yang berat.

Adegan paling emosional juga banyak muncul di episode yang sama, terutama momen John mengambil keputusan besar. Setelah membunuh Zoe (dengan air mata di mata), ia mencabut cincin dari jari Hal yang kalah dan hancur. Hal, yang sebelumnya sombong, kini hanya bisa berteriak putus asa bahwa Guardians akan mengganti John suatu hari nanti.

Kemudian, di depan Guardian, John melemparkan jantung kristal Zoe sebagai dosa dan konsekuensi mereka, lalu melepaskan cincin itu sendiri. Ia mengakui bahwa setelah seumur hidup mendambakan rasa bangga dan kekuatan, yang ia rasakan hanyalah kehampaan. Adegan ini sangat menusuk—Aaron Pierre menyampaikan rasa kecewa dan kelegaan dengan cara yang hampir tak terdengar, membuatku ikut merasakan beban menjadi pahlawan yang sebenarnya tidak diinginkan.

Pada bagian akhir, ketegangan emosional berlanjut dengan percakapan berat antara John dan tokoh muda yang terkait warisan Hal, menyentuh tema ayah-anak, pengorbanan, dan pilihan untuk tidak membunuh meski takut akan masa depan. Serial ini berhasil membuat aksi dan emosi saling menguatkan, bukan saling menenggelamkan.

Jadi bisa kusimpulkan, Lanterns adalah salah satu entri DC Universe yang paling matang sejauh ini. Ia tidak mengejar wow dengan visual yang terus-menerus, melainkan menggali apa artinya memakai cincin yang seharusnya memberi kehendak tanpa batas, tapi justru memperlihatkan kerapuhan manusia.

Buat kamu penggemar Green Lantern yang siap dengan tone gelap, misteri lambat, dan karakter yang kompleks, serial ini sangat aku rekomendasikan. Dengan delapan episode yang sudah lengkap di HBO Max Indonesia, ini saat yang tepat untuk menonton dari awal sampai akhir tanpa harus menunggu. Rating pribadi: 8.5/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda