Ulasan

Stranger Things: Tales from '85 Season 2, Melangkah Kembali ke Kota Hawkins

Stranger Things: Tales from '85 Season 2, Melangkah Kembali ke Kota Hawkins
Salah satu adegan di serial Stranger Things: Tales from '85 Season 2 (IMDb)

Stranger Things: Tales from '85 Season 2 merupakan serial animasi spin-off resmi dari Stranger Things yang berlatar musim dingin 1985, tepat di antara peristiwa Musim 2 dan Musim 3 serial live-action.

Diproduksi oleh Flying Bark Productions dengan showrunner Eric Robles serta dukungan eksekutif dari Matt dan Ross Duffer, Shawn Levy, dan lainnya, musim kedua ini diluncurkan secara global di Netflix pada 17 September 2026.

Seluruh delapan episodanya tersedia untuk streaming di wilayah Indonesia sejak tanggal tersebut melalui langganan Netflix, tanpa penundaan regional yang signifikan.

Misteri Spora Biru dan Ancaman dari Kedalaman Upside Down

Salah satu adegan di serial Stranger Things: Tales from '85 Season 2 (IMDb)
Salah satu adegan di serial Stranger Things: Tales from '85 Season 2 (IMDb)

Cerita dilanjutkan langsung setelah akhir Musim 1, di mana Hawkins Investigators Club (HIC)—terdiri atas Eleven (Brooklyn Davey Norstedt), Mike (Luca Diaz), Will (Benjamin Plessala), Dustin (Braxton Quinney), Lucas (Elisha EJ Williams), Max (Jolie Hoang-Rappaport), dan anggota baru Nikki Baxter (Odessa A’zion)—kembali ke aktivitas rutin seperti bermain di Palace Arcade dan mempersiapkan Valentine’s Day.

Ketenangan itu segera terganggu oleh munculnya bunga bercahaya biru yang disebut murder flowers, hantu-hantu misterius, serta kawanan hate sprites yang menyebar di sekitar tambang perak terbengkalai dan hutan Hawkins.

Ancaman ini terhubung dengan Daniel Fischer (Lou Diamond Phillips), yang kesadaran-nya masih bertahan di Upside Down dan mencoba membuka gerbang baru melalui jaringan tanaman serta makhluk besar berbentuk golem atau pohon raksasa.

Musim ini terdiri atas delapan episode berdurasi sekitar 25–30 menit: Chapter One: A Haunting in Hawkins, Chapter Two: The Mine, Chapter Three: The Curse of Bloodaxe Bill, Chapter Four: The Séance, Chapter Five: Split the Party, Chapter Six: The Lich, Chapter Seven: The Golem, dan Chapter Eight: Count to Five.

Alur mengikuti format misteri klasik yang melibatkan investigasi sejarah pendiri Hawkins, seance dengan Ouija board, serta pembagian kelompok untuk menghadapi ancaman secara simultan.

Animasi tetap menjadi kekuatan utama, dengan desain makhluk yang menarik—dari hate sprites yang bersinar hingga Wood Monster Daniel yang diliputi bunga iridescent. Suara para pengisi juga konsisten dengan karakter live-action, terutama Braxton Quinney sebagai Dustin yang energik dan Jolie Hoang-Rappaport sebagai Max yang tegas.

Review Serial Stranger Things: Tales from '85 Season 2

Salah satu adegan di serial Stranger Things: Tales from '85 Season 2 (IMDb)
Salah satu adegan di serial Stranger Things: Tales from '85 Season 2 (IMDb)

Akan tetapi, ada sedikit catatan dariku tentang misteri keseluruhan yang kurang kompleks dan taruhan emosionalnya terbatas. Karena cerita berada dalam timeline yang sudah ditetapkan oleh serial utama, keselamatan tokoh inti hampir terjamin, sehingga aksi berulang—kejar-kejaran, pertarungan, dan ledakan—terasa kurang menegangkan dibandingkan live-action.

Pengembangan karakter cenderung sederhana, fokus pada konflik kecil seperti perselisihan Max-Lucas atau masalah keluarga Nikki, alih-alih kedalaman psikologis yang menjadi ciri khas Stranger Things. Meski demikian, musim ini berhasil mengikat loose ends dari Musim 1 dan menjaga nuansa petualangan remaja ala kartun Sabtu pagi tahun 1980-an.

Adegan paling menegangkan terdapat pada klimaks Episode 8, Count to Five. Mike terjebak di dalam jantung Golem yang semakin kuat karena menyerap rasa takutnya. Eleven tidak semata-mata mengandalkan telekinesis; ia mendorong Mike untuk mengendalikan napas dan melepaskan ketakutan sesuai nasihat Nancy.

Sementara itu, kelompok lain di tambang menghadapi kawanan hate sprites yang agresif, dan Lucas-Max berusaha membakar jembatan yang penuh bunga pembunuh sambil menghindari ancaman lokal.

Ketegangan dibangun melalui koordinasi multi-lokasi, ledakan yang nyaris fatal, serta bayangan gerbang Upside Down yang hampir terbuka. Momen ketika kekuatan Golem melemah seiring hilangnya rasa takut Mike menciptakan puncak ketegangan yang efektif, meski hasilnya dapat diprediksi.

Adegan yang paling kuingat adalah resolusi setelah pertempuran. Setelah gerbang tertutup dan Daniel denganering di Upside Down, Mike memberanikan diri meminta Eleven menjadi pacarnya di Palace Arcade—sebuah momen manis yang menghubungkan kembali ke kanon romansa mereka.

Selain itu, laporan video HIC yang mengungkap kebenaran sejarah Bloodaxe Bill dan Samuel Hawkins menjadi berita lokal, memberikan penutup yang memuaskan bagi subplot investigasi. Kehadiran Nikki yang semakin terintegrasi serta animasi detail makhluk Upside Down juga meninggalkan kesan visual yang kuat.

Jadi kesimpulannya, Stranger Things: Tales from '85 Season 2 menawarkan hiburan visual yang solid dan petualangan ringan bagi penggemar yang ingin kembali ke Hawkins dalam format animasi. Ia tidak menyamai intensitas atau kedalaman serial utama, tetapi berhasil mempertahankan semangat kebersamaan Party dan keajaiban paranormal dalam skala yang lebih ramah keluarga (rating TV-PG).

Dengan seluruh episode sudah tersedia di Netflix Indonesia sejak 17 September 2026, serial ini layak ditonton bagi mereka yang mencari kelanjutan singkat dunia Stranger Things sebelum musim-musim berikutnya atau spin-off lain. Animasi yang menawan dan beberapa momen karakter yang menghangatkan tetap menjadi daya tarik utamanya, meski misterinya terasa kurang ambisius. Rating pribadi: 7.5/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda