Ulasan

Belajar Arti Keluarga, Mimpi, dan Kehidupan dari Novel Gadis-Gadis Kecil

Belajar Arti Keluarga, Mimpi, dan Kehidupan dari Novel Gadis-Gadis Kecil
Novel Gadis-Gadis. (Dok. Pribadi/Agustian)

Gadis-Gadis Kecil atau Little Women merupakan novel klasik karya Louisa May Alcott yang pertama kali diterbitkan pada 1868–1869. Novel ini bercerita tentang keluarga March yang memiliki empat anak perempuan dengan sifat dan impian yang berbeda. Versi bahasa Indonesianya sudah diterbitkan oleh beberapa penerbit, salah satunya Gramedia Pustaka Utama dengan judul Gadis-Gadis March.

Cerita dalam buku ini berpusat pada Meg, Jo, Beth, dan Amy. Keempatnya tinggal bersama sang ibu dalam kondisi sederhana karena ayah mereka sedang bertugas sebagai prajurit dalam Perang Saudara Amerika. Meski hidup mereka tidak selalu mudah, rumah keluarga March tetap dipenuhi cerita, pertengkaran kecil, tawa, dan rasa sayang.

Isi Novel Gadis-Gadis Kecil

Meg adalah anak tertua yang lebih dewasa dan punya sifat keibuan. Ia menyukai hal-hal yang cantik dan pernah membayangkan kehidupan yang serba berkecukupan. Namun, keadaan keluarganya membuat Meg belajar untuk menghargai apa yang mereka punya.

Berbeda dengan Meg, Jo punya sifat tomboy, keras kepala, dan sangat suka menulis. Ia tidak terlalu tertarik dengan kehidupan yang dianggap cocok untuk perempuan pada zamannya. Jo justru punya keinginan untuk menjadi penulis dan terus mengejar mimpinya lewat cerita-cerita yang ia buat.

Beth menjadi sosok yang paling pendiam di antara mereka. Ia pemalu, lembut, dan sangat menyukai piano. Sementara Amy, si bungsu, punya sifat yang lebih manja dan suka menggambar. Meski sering berbeda pendapat, keempat saudari ini tetap dekat dan saling membantu ketika salah satu dari mereka sedang menghadapi masalah.

Kehidupan keluarga March kemudian berubah ketika mereka mendapat kabar bahwa ayah mereka sedang sakit. Sang ibu pun harus pergi ke Washington untuk merawatnya. Keempat anak perempuan itu akhirnya harus menghadapi keadaan tanpa kehadiran kedua orang tua mereka untuk sementara waktu.

Di tengah keadaan tersebut, masalah lain ikut muncul. Jo bahkan rela memotong dan menjual rambutnya untuk membantu biaya pengobatan sang ayah. Ada juga kejadian ketika Beth jatuh sakit setelah membantu keluarga Hummel. Peristiwa itu membuat suasana keluarga March yang biasanya ramai berubah menjadi penuh kekhawatiran.

Selain kehidupan keluarga, novel ini juga memperlihatkan hubungan mereka dengan Laurie, pemuda kaya yang tinggal di rumah sebelah. Kehadiran Laurie membuat keseharian Meg, Jo, Beth, dan Amy semakin ramai. Mereka bermain, berbagi cerita, dan mengalami berbagai kejadian bersama.

Ulasan Novel Gadis-Gadis Kecil

Menurut aku, buku ini benar-benar punya daya pikat yang bisa bikin kita langsung jatuh cinta dari bab pertama. Pas awal baca, aku ngerasa dekat sama keempat bersaudara March: Meg, Jo, Beth, dan Amy. Meskipun latar ceritanya zaman dulu banget pas Perang Saudara di Amerika, tapi konflik sehari-hari mereka relatable sama kehidupan kita sekarang.

Cara penulisnya menggambarkan bagaimana mereka harus bertahan di tengah keterbatasan ekonomi tapi tetap bisa ceria dan kompak, meskipun ya namanya bersaudara pasti ada saja drama berantamnya.

Nah, dari keempat karakter itu, aku pribadi paling favorit sama Jo March. Dia tipikal cewek tomboi yang rebel, keras kepala, tapi punya ambisi gede banget buat jadi penulis sukses. Di zaman ketika perempuan cuma dituntut buat dandan cantik dan cepet nikah, Jo berani beda dan mendobrak aturan itu.

Selain itu, pembaca ikut terinspirasi sama semangatnya Jo, apalagi pas dia berinteraksi sama Laurie, tetangga sebelah rumah mereka yang kaya raya. Hubungan mereka yang awalnya sahabatan seru tapi penuh dinamika emosional itu bener-bener bikin aku gemas sekaligus ikutan baper pas baca.

Selain fokus ke Jo, ada kehangatan yang dihadirkan lewat karakter ibu mereka, Marmee. Beliau tipe ibu idaman yang sabar dan selalu punya cara bijak buat menasihati anak-anaknya tanpa terkesan menggurui. Hubungan antara Meg yang feminin, Beth yang pemalu dan berhati malaikat, serta Amy yang agak manja tapi berbakat, bikin dinamika keluarga ini terasa utuh.

Membaca novel ini rasanya menenangkan dan bikin hati adem. Buku ini juga bikin pembaca merenungkan lagi arti keluarga, persahabatan, dan perjuangan buat mempertahankan prinsip hidup.

Buat sobat yoursay yang lagi butuh bacaan yang menghangatkan hati sekaligus bisa ngasih motivasi buat ngejar mimpi, novel Gadis Gadis Kecil ini recommended banget.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda