Ulasan
Petaka Ritual Healing yang Menghancurkan Persahabatan di Film Hasut
Film horor psikologis terbaru Indonesia, Hasut, resmi tayang di bioskop Cinema XXI dan CGV Indonesia sejak 8 Oktober 2026. Film garapan sutradara Ilya Sigma dan produser Putra Matuta ini berfokus pada ketakutan psikologis manusia yang paling mendalam.
Secara garis besar, film ini menceritakan runtuhnya kepercayaan sekelompok sahabat akibat manipulasi suara misterius. Karakter dalam film ini diperankan dengan sangat apik oleh Rachel Amanda, Karina Salim, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova.
Petaka Ritual Healing yang Berujung Adu Domba Maut

Cerita dimulai ketika empat orang sahabat dekat memutuskan pergi menjauh dari hiruk-pikuk perkotaan demi melakukan ritual pemulihan batin (healing). Mereka memilih sebuah kawasan hutan terpencil di daerah Yogyakarta yang masih sangat asri dan jauh dari pemukiman warga. Tujuan utama mereka sebenarnya adalah menemani Vira yang membawa misi khusus untuk membantu menyembuhkan luka psikologis dan trauma masa lalu adiknya yang mendalam.
Awalnya, perjalanan mereka berlangsung menyenangkan dan dipenuhi dengan tawa hangat khas bernostalgia. Namun, suasana damai tersebut mendadak berubah mencekam ketika mereka mulai mendengar suara-suara berbisik yang misterius. Suara tersebut anehnya muncul secara konstan dari dalam alat komunikasi Handy Talky (HT) yang mereka bawa, padahal mereka berada di area terasing yang sama sekali tidak memiliki jangkauan sinyal seluler normal.
Bukannya membawa kedamaian, suara dari HT itu perlahan mulai membongkar rahasia kelam, dendam tersembunyi, dan kebohongan masa lalu yang selama ini mereka simpan rapat-rapat satu sama lain. Bisikan misterius tersebut secara cerdik mengadu domba mereka dan menanamkan rasa curiga yang luar biasa. Pikiran mereka mulai terdistorsi oleh ego dan ketakutan, membuat mereka tidak bisa lagi membedakan mana kenyataan dan mana yang cuma hidup di dalam kepala.
Kondisi psikologis mereka kian memburuk seiring berjalannya waktu karena terjebak di tengah luasnya hutan tanpa tahu arah jalan pulang. Hubungan persahabatan yang awalnya terlihat begitu solid dan tulus kini hancur total berubah menjadi arena bertahan hidup yang brutal. Tanpa adanya gangguan fisik dari monster atau makhluk gaib, ego dan rasa tidak percaya justru membuat mereka mulai saling menyerang dan menghancurkan satu sama lain demi menyelamatkan diri.
Ulasan Film Horor Psikologis Hasut

Film ini beneran beda dari film horor lokal kebanyakan yang biasanya pamer hantu atau mengandalkan jumpscare. Ceritanya berhasil membuktikan kalau isi kepala manusia yang penuh kecurigaan itu jauh lebih menyeramkan daripada penampakan mistis apa pun. Menurut aku, ide sutradara untuk memakai latar siang bolong di luar ruangan justru sukses menciptakan rasa tegang yang unik, sekaligus membuktikan kalau teror itu tidak melulu butuh nuansa gelap gulita.
Menurut aku, nilai plus film ini ada pada kualitas penataan suaranya yang digarap sangat serius. Buktinya bisa didengar dari audio bisikan misterius yang keluar dari HT para karakter. Suara itu dibuat dengan efek kresek yang terasa dekat, seolah-olah ikut berbisik langsung di samping kita. Penggunaan audio sebagai motor utama penggerak plot ini sukses bikin bulu kuduk merinding tanpa manipulasi visual yang berlebihan.
Akting dari keempat pemeran utamanya juga keren karena punya transisi emosi yang dapet banget. Salah satu bagian terbaik adalah melihat bagaimana dinamika kelompok ini pecah. Penonton bisa melihat bukti kuat kerapuhan mental karakter saat mereka mulai saling menuduh siapa "penyusup" di antara mereka setelah suara HT membocorkan rahasia personal mereka.
Rachel Amanda dan Karina Salim luar biasa dalam menampilkan ekspresi paranoid lewat tatapan mata yang gelisah, sementara Marthino Lio bener-bener meyakinkan saat memerankan sosok yang gampang tersulut emosi dan defensif ketika rahasianya mulai dikuliti.
Dari sisi visual, pengambilan gambarnya juga bagus banget. Kamera sering ditempatkan di sudut-sudut yang tidak terduga, contohnya seperti saat adegan mengintip dari balik rimbunnya pohon atau dari sudut rendah di dalam goa. Pilihan visual ini sukses bikin kita ikut merasakan suasana terisolasi para karakter. Ini membuktikan kalau hutan di siang hari yang terang benderang pun bisa berubah jadi tempat yang sangat mengancam.
Overall, Hasut adalah tontonan horor psikologis yang sangat solid, cerdas, dan dapet banget efek menegangkannya. Aku pribadi suka bagaimana strukturnya dibagi dalam format ala bab-per-bab (chapter-style), yang membuat kita sebagai penonton dipaksa ikut menebak-nebak versi kebenaran dari masing-masing karakter. Film ini sangat cocok buat sobat Yoursay yang lagi mencari suasana baru di genre horor.