Ulasan
The First Ride: Perjalanan Kacau yang Menyimpan Pesan tentang Persahabatan
"Kita pergi lain kali, ya."
Kalimat itu mungkin terdengar sangat sederhana dan biasa kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, nyatanya kita tidak pernah tahu kapan "lain kali" itu datang. Kita pun tak pernah tahu apakah ketika "lain kali" itu tiba semuanya masih sama seperti hari ini.
Ketika pertama kali melihat poster dan cuplikan film The First Ride berseliweran di media sosial, saya berekspektasi film ini akan jadi tontonan yang kocak dan penuh tawa. Namun, begitu saya menontonnya, ternyata beberapa adegan justru malah membuat saya merasa sedih.
Sinopsis Film The First Ride
Film ini bercerita tentang empat laki-laki bernama Yeon-min (Cha Eun-woo), Tae-ju (Kang Ha-neul), Geum-bok (Kang Young-seok), dan Do-jin (Kim Young-kwang) yang sudah menjalin persahabatan sejak usia mereka masih 6 tahun.
Empat sekawan tersebut sama-sama memiliki mimpi untuk bisa pergi liburan ke luar negeri. Ketika hal itu terwujud, trip yang mereka lakukan malah berakhir kacau.
Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan masing-masing, banyak hal yang berubah dari kehidupan mereka. Namun, dengan kondisi berbeda itu, mereka nekat mewujudkan impian lama untuk berlibur ke Thailand.
Kali ini mimpi mereka untuk menyaksikan festival DJ di Thailand benar-benar terwujud, meskipun trip tersebut tetap penuh dengan kekacauan, kejadian tak terduga, bahkan membuka luka lama yang menguji persahabatan mereka.
Ulasan Film The First Ride
Satu hal yang paling membekas bagi saya di film ini adalah ucapan mereka tentang kalimat "lain waktu". Sama seperti mereka yang punya rencana melakukan banyak hal bersama, saya pun pernah merencanakan liburan singkat bersama teman dekat saya. Namun, karena kesibukan masing-masing, hal itu selalu tertunda. Sampai akhirnya, teman dekat saya sudah lebih dulu dipanggil menghadap Sang Pencipta. Ia pergi untuk selamanya tanpa sempat melihat saat "lain waktu" itu datang.
Mungkin karena itulah, film bergenre komedi ini justru malah membuat saya merasa sedih dan teringat kembali pada teman saya yang sudah tidak ada lagi di dunia ini. Seperti halnya Do-jin dan kawan-kawan yang sempat sulit menerima kepergian salah satu sahabatnya. Saya rasa kehilangan tak pernah menjadi luka yang mudah untuk diterima dan dibiarkan berlalu begitu saja bagi semua orang. Butuh banyak waktu bagi kita untuk berdamai dengan luka tersebut.
Ide tentang kekacauan trip yang diangkat dalam film ini memang terasa klise dan sudah banyak kita temui. Meskipun begitu, akting aktor kawakan yang jadi pemeran utama di sini sekaligus chemistry mereka yang solid tetap membuat drama persahabatan ini terasa hangat dan penuh dinamika seperti pada umumnya. Tingkah kocak mereka di banyak adegan pun cukup berhasil menghibur penonton.
Sayangnya, dalam eskskusinya, transisi alur dari persahabatan remaja yang ceria dan penuh tawa menjadi plot sedih tentang kehilangan terasa kurang mulus bagi banyak penonton, termasuk saya.
Namun, terlepas dari kelebihan dan kekurangan film ini, menurut saya The First Ride tetap berhasil menyampaikan pesan yang cukup mendalam tentang persahabatan dan kebersamaan dengan orang yang kita sayangi.
Dari pertemanan Tae-ju dan kawan-kawan kita seolah diingatkan betapa berharganya setiap waktu yang kita miliki bersama orang terdekat, sebab kita tak pernah tahu kapan kita akan kehilangan mereka untuk selama-lamanya.
Selain itu, film ini juga mengingatkan bahwa sahabat sejati akan dengan tulus menerima kekurangan kita dan tidak meninggalkan kita saat sedang berada di masa-masa sulit.
Melalui karakter utamanya, kita juga diajak untuk melihat bahwa banyak hal dalam hidup ini mungkin tak selalu berjalan sesuai dengan harapan dan rencana kita. Film ini mengingatkan kita bahwa semakin beranjak dewasa, kita perlu untuk mulai belajar berdamai dengan realitas yang kadang terasa pahit dan bertanggung jawab atas setiap pilihan yang kita ambil.