Ulasan

Review The Good Son: Thriller Psikologis yang Siap Mengacaukan Pikiranmu

Review The Good Son: Thriller Psikologis yang Siap Mengacaukan Pikiranmu
The Good Son (dok.pribadi/rizkymelinda)

Lagi cari bacaan yang mendebarkan, memicu adrenalin, dan siap membuatmu berpikir keras? Buku karya penulis Korea Selatan Jeong You-jeong ini bisa menjadi pilihan yang tepat! Nuansa horor, thriller psikologis, dan misterinya sangat terasa. Penasaran isinya tentang apa? 

Identitas Buku

  • Judul: The Good Son (Anak Teladan)
  • Penulis: Jeong You-jeong
  • Alih Bahasa: Iingliana
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Jumlah halaman: 408 Halaman

Sinopsis ‘The Good Son’

Yu-jin terbangun karena bau darah dan menemukan dirinya berbaring di ranjangnya sendiri dalam keadaan berlumuran darah. Tetapi itu bukan darahnya. Lalu darah siapa? Jawaban untuk pertanyaan itu baru diketahuinya setelah ia menemukan ibunya tergeletak tak bernyawa dengan leher tergorok di tengah genangan darah di kaki tangga apartemen dupleks mereka.

Sebagai penderita epilepsi, ingatan Yu-jin sering bermasalah dan ia tidak bisa mengingat apa pun yang terjadi kemarin malam. Hanya suara ibunya yang selalu terngiang-ngiang di telinga. Suara ibunya yang memanggil namanya. Apakah sang ibu memanggilnya untuk meminta tolong? Atau untuk memohon agar Yu-jin tidak membunuhnya?

Yu-jin pun berusaha mencari tahu apa yang terjadi, menggali ingatannya, dan menguak rahasia gelap tentang keluarganya... dan tentang dirinya sendiri.

Sementara itu, di dermaga tidak jauh dari sana, ditemukan juga mayat seorang wanita muda dengan luka menganga di leher.

Ulasan Lengkap Novel ‘The Good Son’

Karya-karya penulis Asia memang memiliki ciri khasnya tersendiri, termasuk The Good Son yang hadir dengan warna dan cerita yang mampu memikat hati pembaca sejak halaman pertama. 

Kesan misteri dipadukan dengan cerita yang menggunakan sudut pandang orang pertama berhasil menarik pembaca seakan masuk ke dalam cerita dan menyaksikan langsung adegan demi adegan.

Yu-jin yang digambarkan sebagai seorang pemuda berusia 26 tahun penderita epilepsi, tiba-tiba terbangun dalam kondisi berlumuran darah. Siapa yang tidak terkejut jika bangun dalam keadaan demikian? Penulis sangat lihai menggambarkan kondisi psikis Yu-jin yang awalnya terguncang, bingung, lalu perlahan berusaha memahami apa yang telah terjadi di kediamannya bersama ibunya itu.

Hanya dua hari. Keseluruhan novel ini menceritakan apa yang terjadi selama dua hari, berawal dari hari terbangunnya Yu-jin dalam keadaan yang membingungkan, dan berakhir dua hari kemudian saat kenyataan terkuak satu per satu.

Hal ini lah yang menjadi salah satu daya tarik novel ini. Meski plot dipadatkan menjadi hanya dua hari, tetapi beberapa flashback atau kilas balik serta penjabaran emosi yang dirasakan Yu-jin terasa sangat nyata. 

Tidak heran jika novel setebal lebih dari 400 halaman terasa candu. Setelah dipaparkan berbagai fakta tak terbantahkan, tiba-tiba saja menjelang akhir penulis menyodorkan fakta demi fakta lain yang berhasil mengguncang teori yang mungkin sejak awal tanpa sadar sudah pembaca susun.

Selain plot cerita yang menarik, salah satu faktor penting yang membuat sebuah karya nyaman dibaca terutama karya terjemahan adalah gaya bahasa. Aku pribadi merasa gaya terjemahan novel ini sangat nyaman dibaca dan minim salah ketik.

Secara garis besar, buku ini terbagi menjadi beberapa bab utama saja. Mungkin bagi sebagian pembaca, bab-bab yang terlalu panjang akan membuat pengalaman membaca terasa jenuh. Aku juga awalnya merasa demikian.

Namun, lama-kelamaan seiring dengan makin intensnya jalan cerita, tanpa sadar kita akan terus membacanya hingga akhir. 

Buku ini aku rekomendasikan untuk para pencinta genre thriller psikologis yang suka mengulik emosi ‘pelaku’.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda