Ulasan

Adat vs Petualangan, Kisah yang Jarang Tersuarakan di Buku The Song Walker

Adat vs Petualangan, Kisah yang Jarang Tersuarakan di Buku The Song Walker
The Song Walker (Dok.Pribadi/Oktavia)

Bagaimana jika seseorang terbangun di tengah gurun tanpa mengingat nama, masa lalu, bahkan alasan keberadaannya di sana? Dalam situasi seperti itu, setiap langkah bukan hanya menjadi upaya untuk bertahan hidup, melainkan juga perjalanan untuk menemukan kembali identitas yang hilang. Premis inilah yang ditawarkan Zillah Bethell melalui novel The Song Walker (Lagu Pengelana), sebuah kisah petualangan yang memadukan misteri, persahabatan, pencarian jati diri, dan sejarah masyarakat adat Australia.

Diterbitkan di Indonesia oleh Bhuana Ilmu Populer (BIP) pada 17 April 2024, novel ini memiliki 326 halaman. Karya ini juga meraih penghargaan Edward Stanford Children's Travel Book of the Year 2022 dan Wales Children's Book of the Year 2022. Meski dikategorikan sebagai novel middle grade atau bacaan untuk pembaca usia anak menjelang remaja, tema-tema yang diangkatnya tetap relevan bagi pembaca dewasa.

Sinopsis Novel

Cerita bermula ketika seorang gadis kulit putih terbangun di tengah gurun pedalaman Australia yang luas dan gersang. Ia mengenakan gaun sutra dan hanya memiliki sebelah sepatu. Di dekatnya terdapat sebuah kotak logam berwarna keperakan yang terkunci, tetapi ia tidak mengingat kombinasi angka untuk membukanya. Hal yang lebih membingungkan, ia sama sekali tidak mengetahui siapa dirinya dan bagaimana ia bisa berada di tempat tersebut.

Dalam kebingungan itu, seorang gadis berusia 13 tahun bernama Tarni menemukannya. Tarni merupakan bagian dari masyarakat adat Australia dan sedang melakukan perjalanan dengan tujuan yang belum sepenuhnya dipahami oleh gadis misterius tersebut. Keduanya berasal dari latar belakang berbeda, tetapi keadaan membuat mereka harus berjalan bersama melintasi pedalaman yang penuh tantangan.

Tarni kemudian memberikan nama Moonflower kepada gadis yang kehilangan ingatannya itu. Sepanjang perjalanan, berbagai pertemuan dan pengalaman menghadirkan petunjuk baru mengenai identitasnya. Namun, jawaban tidak datang sekaligus. Pembaca diajak mengikuti perjalanan secara bertahap, menyusun potongan-potongan informasi sembari mempertanyakan hubungan antara masa lalu tokoh utama, kotak logam, dan tujuan perjalanan mereka.

Zillah Bethell membangun cerita melalui alur yang cenderung perlahan. Pada bagian awal, minimnya penjelasan dapat membuat pembaca merasa kebingungan. Akan tetapi, pendekatan tersebut juga menciptakan rasa penasaran yang mendorong pembaca terus mengikuti perkembangan karakter hingga rahasia di balik perjalanan mereka mulai terungkap. 

Di balik petualangan melintasi gurun, The Song Walker sebenarnya merupakan cerita tentang dua gadis yang sama-sama sedang mencari jawaban mengenai diri mereka sendiri. Moonflower berusaha menemukan kembali ingatan dan identitasnya. Tanpa mengetahui masa lalu, ia harus memahami dirinya melalui pengalaman baru dan hubungan yang dibangunnya dengan orang lain. Sementara itu, Tarni menghadapi persoalan berbeda: bagaimana melepaskan ketergantungan emosional terhadap kakaknya dan belajar menentukan jalan hidupnya sendiri.

Kedua persoalan tersebut saling melengkapi. Moonflower kehilangan akses terhadap masa lalunya, sedangkan Tarni harus belajar bahwa kasih sayang kepada keluarga tidak berarti ia harus terus bergantung pada orang yang dicintainya. Perjalanan mereka memperlihatkan bahwa menemukan jati diri bukan hanya tentang mengetahui siapa kita dahulu, tetapi juga tentang menentukan siapa yang ingin kita menjadi. Persahabatan keduanya berkembang di tengah perbedaan latar belakang dan cara pandang. Hubungan mereka tidak dibangun melalui kesamaan semata, melainkan melalui pengalaman, kepercayaan, dan kesediaan untuk saling menemani dalam ketidakpastian.

Kelebihan dan Kekurangan

Salah satu aspek paling menarik dari novel ini adalah pengenalan terhadap budaya masyarakat adat Australia. Judul The Song Walker berkaitan dengan tradisi lagu yang dalam konteks budaya Aborigin dapat menyimpan pengetahuan tentang tempat, jalur perjalanan, dan hubungan dengan tanah leluhur. Lagu-lagu yang diwariskan antargenerasi bukan sekadar ekspresi seni, tetapi juga bagian dari sistem pengetahuan dan ingatan budaya.

Novel ini juga menyinggung ketidakadilan historis yang dialami masyarakat adat. Salah satu persoalan yang disoroti adalah kebijakan pengambilan anak-anak Aborigin dari keluarga mereka untuk dibesarkan dalam lingkungan yang dianggap lebih sesuai dengan standar masyarakat dominan. Kebijakan asimilasi semacam ini menyebabkan banyak keluarga terpisah dan meninggalkan luka antargenerasi.

Bethell menyampaikan persoalan tersebut melalui sudut pandang yang dekat dengan pengalaman anak-anak. Pendekatan ini membuat isu sosial yang berat terasa lebih mudah dipahami tanpa menghilangkan dampak emosionalnya. Pembaca juga didorong untuk mencari tahu lebih jauh mengenai sejarah masyarakat adat Australia melalui informasi tambahan yang disediakan dalam buku.

Rekomendasi Pembaca

Sebagai novel petualangan, The Song Walker tidak mengandalkan aksi cepat atau kejutan pada setiap bab. Kekuatan utamanya terletak pada perkembangan karakter, suasana pedalaman Australia, dan misteri yang terurai sedikit demi sedikit. Plot twist yang dihadirkan mungkin tidak sepenuhnya mengejutkan bagi setiap pembaca, tetapi tetap memberikan makna baru terhadap perjalanan kedua tokoh utama.

Novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai cerita berorientasi karakter dengan alur relatif lambat, tetapi kaya akan refleksi. Melalui perjalanan Moonflower dan Tarni, Zillah Bethell mengingatkan bahwa identitas tidak selalu ditemukan melalui ingatan masa lalu. Terkadang, kita justru mengenali diri sendiri melalui perjalanan, hubungan yang kita bangun, serta keberanian untuk melepaskan sesuatu yang selama ini kita genggam terlalu erat.

Identitas Buku

  • Judul Indonesia: The Song Walker 
  • Penulis: Zillah Bethell
  • Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP) 
  • Tanggal Terbit: 17 April 2024
  • ISBN: 9786230417399
  • Tebal: 326 halaman

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda