Ulasan
Kepada Ilah yang Tak Diketahui: Ketika Manusia Berhadapan dengan Alam dan Keyakinan
Ada kalanya manusia merasa mampu mengendalikan hidupnya melalui kerja keras, ambisi, dan keyakinan yang dipegang teguh. Namun, apa yang terjadi ketika seluruh usaha itu berhadapan dengan kekuatan alam yang tidak dapat ditaklukkan? Pertanyaan inilah yang mengemuka dalam novel Kepada Ilah yang Tak Diketahui, karya John Steinbeck yang membawa pembaca menyusuri batas antara spiritualitas, obsesi, dan ketidakberdayaan manusia.
Kisahnya berpusat pada Joseph Wayne, seorang pemuda dari Vermont yang memilih membangun kehidupan baru di Lembah Nuestra Senora, California. Setelah memperoleh izin dari ayahnya, John Wayne, ia berangkat ke barat untuk menggarap tanah.
Bagi Joseph, tanah bukan sekadar sumber penghidupan, melainkan sesuatu yang memiliki ikatan emosional dan spiritual. Ketika ayahnya meninggal, ia bahkan meyakini bahwa kehadiran sang ayah tetap hidup melalui pohon ek besar di dekat kediamannya.
Ketiga saudaranya, Thomas, Burton, dan Benjy, kemudian datang bersama keluarga masing-masing. Joseph menikahi Elizabeth, seorang guru sekolah, dan kehidupan mereka perlahan berkembang menjadi makmur. Akan tetapi, ketenteraman itu tidak berlangsung selamanya. Benjy tewas dibunuh Juanito, pekerja pertanian mereka, setelah berselingkuh dengan istri Juanito.
Di tengah kehilangan tersebut, Elizabeth melahirkan putra mereka, John. Pertanian sempat kembali berjaya, tetapi keyakinan Joseph terhadap pohon ek memicu pertentangan dengan Burton yang menganut Kristen secara kaku. Menganggap kepercayaan saudaranya sebagai penyimpangan pagan, Burton diam-diam merusak pohon yang dianggap sakral itu.
Sejak saat itu, kemalangan demi kemalangan menghantam lembah. Kekeringan berkepanjangan menghabiskan persediaan air, membuat ternak mati, dan menghancurkan kehidupan masyarakat. Elizabeth pun meninggal setelah terjatuh dari batu di dekat tebing keramat.
Dalam keputusasaan, Joseph semakin menjauh dari agama formal dan menggantungkan harapannya pada pengorbanan spiritual. Ia akhirnya menyayat pergelangan tangannya di atas batu tempat aliran air terakhir pernah muncul. Tidak lama kemudian, hujan deras membasahi lembah yang tandus.
Saya membutuhkan waktu cukup panjang untuk menuntaskan novel setebal 326 halaman ini. Temanya yang kompleks membuat proses membaca terasa menantang, tetapi sekaligus mengajak saya memasuki pergulatan batin yang mendalam. Saya merasa seolah-olah ikut menelusuri perjalanan spiritual Joseph, menyaksikan bagaimana keyakinan yang awalnya memberi makna bagi kehidupan perlahan berubah menjadi sumber kehancuran.
Salah satu gagasan yang paling membekas ialah keterbatasan manusia di hadapan alam dan takdir. Joseph merupakan pekerja keras yang berhasil membangun pertanian, tetapi keberhasilannya tidak menjamin keselamatan ketika kekeringan datang. Novel ini mengingatkan bahwa kemampuan manusia memiliki batas dan alam tidak selalu tunduk pada kehendak kita.
Saya juga melihat bagaimana keputusasaan dapat mengaburkan pertimbangan rasional. Alih-alih mencari jalan keluar yang nyata, Joseph semakin terperangkap dalam kepercayaannya terhadap pohon ek dan kekuatan spiritual tanah.
Di sisi lain, pertentangannya dengan Burton memperlihatkan bahwa manusia dapat menafsirkan peristiwa yang sama melalui keyakinan yang berbeda. Perbedaan tersebut, apabila disertai sikap tertutup, berpotensi menghancurkan hubungan antarmanusia.
Pada akhirnya, novel ini mengajak saya mempertanyakan batas antara pengabdian dan obsesi. Kecintaan terhadap tanah yang semula menjadi kekuatan Joseph justru menuntunnya menuju pengorbanan yang ekstrem. Bagi saya, Kepada Ilah yang Tak Diketahui bukan sekadar kisah tentang kekeringan dan kepercayaan, melainkan peringatan bahwa keterikatan yang berlebihan dapat mengorbankan diri sendiri maupun orang-orang terdekat.
John Steinbeck menghadirkan cerita yang sarat simbolisme dan pertanyaan filosofis tentang iman, alam, serta keberadaan manusia. Novel ini mungkin menuntut kesabaran karena alurnya yang berat, tetapi refleksi yang ditawarkannya membuat pengalaman membaca terasa berarti. Buku ini layak dibaca oleh mereka yang menyukai sastra dengan lapisan makna mendalam dan tidak keberatan diajak merenungkan batas antara keyakinan, nalar, dan pengorbanan.
Identitas Buku
Judul: Kepada Ilah yang Tak Diketahui
Penulis: John Steinbeck
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020621760