Ulasan
Kisah Dua Sahabat yang Diuji oleh Kehamilan di Film Komedi Let's Have Kids!
Let's Have Kids! hadir sebagai film komedi dewasa yang secara berani mengawinkan humor blak-blakan dengan gejolak drama emosional. Menjadi proyek debut yang ambisius bagi sutradara Adam Sztykiel, film yang menyoroti realitas hubungan ini sudah resmi menyapa penonton secara digital sejak 13 Oktober 2026.
Film ini menceritakan kisah Emma (Karen Gillan) dan Phoebe (Zoë Chao), dua sahabat karib sejak kecil yang dibantu penampilan Sam Richardson dan Max Greenfield. Memasuki akhir usia tiga puluhan, ide tidak biasa untuk hamil bareng justru menjadi pemicu keretakan hubungan mereka yang semula dianggap sangat erat.
Perbedaan nasib yang tidak terduga ini dikemas lewat alur yang seru dan relatable, sanggup membawa penonton ikut merasakan campuran momen komedi sekaligus emosional yang bikin nyesek saat melihat ego persahabatan mereka diuji.
Ketika Rencana Punya Bayi Menguji Ikatan Sahabat

Hubungan antara Emma dan Phoebe sebenarnya sudah terbentuk sejak mereka dilahirkan di rumah sakit yang sama pada hari yang sama pula. Pertemanan erat ini terus bertahan melewati masa sekolah, cinta monyet di usia remaja, hingga mereka berdua beranjak dewasa.
Setiap tahunnya, Emma punya kebiasaan membuat sebuah rencana seru yang wajib dilakukan bersama agar persahabatan mereka tidak hambar. Mereka pernah mencoba berbagai hal mulai dari belajar olahraga anggar hingga pergi liburan nekat ke Meksiko, dan semuanya selalu berakhir dengan tawa.
Namun, kejutan besar muncul ketika Emma mengusulkan rencana tahunan yang jauh lebih menantang dan ekstrem dari sekadar pergi berlibur. Dia mengajak Phoebe untuk merencanakan kehamilan dan memiliki bayi di waktu yang bersamaan. Emma sangat yakin kalau mereka berdua bisa menjalani dan menaklukkan fase sulit dunia motherhood jika saling mendampingi. Rencana ini dibuat agar mereka bisa terus menghabiskan waktu bersama di fase kehidupan baru sebagai orang tua.
Phoebe awalnya sempat ragu karena dia tahu betul kalau memiliki anak membutuhkan komitmen besar seumur hidup, bukan sekadar hobi musiman. Tetapi melihat semangat Emma yang begitu meluap-luap, Phoebe akhirnya luluh dan menyetujui pakta kehamilan tersebut tanpa pikir panjang.
Bayangan indah langsung muncul di benak mereka berdua, mulai dari rencana belanja kereta bayi bersama, menghadiri kelas senam hamil, hingga impian untuk saling menemani di ruang persalinan nantinya.
Sayangnya, rencana manis yang sudah tersusun rapi di atas kertas itu mendadak berantakan karena faktor biologis yang tidak bisa ditebak. Ketika proses dimulai, takdir justru memihak pada Phoebe yang berhasil positif hamil dalam waktu singkat bersama suaminya.
Di sisi lain, Emma yang justru menginisiasi ide gila tersebut malah terus-menerus gagal untuk mengandung. Perbedaan nasib yang tidak terduga ini akhirnya menjadi bumerang besar yang mulai memberi jarak emosional di antara kedua sahabat sejati ini.
Review Film Let's Have Kids!

Waktu pertama kali membaca premis cerita film ini, jujur saja aku sempat mengira kalau plotnya bakal menjadi komedi situasi yang klise dan kurang masuk akal. Menonton dua perempuan dewasa membuat janji untuk hamil bersama seperti sedang merencanakan liburan akhir pekan rasanya agak aneh. Tetapi, sutradara Adam Sztykiel ternyata pintar mengemas kecerobohan dan kenaifan karakter tersebut menjadi gambaran yang sangat relevan tentang kecemasan perempuan di usia matang.
Daya tarik yang membuat film berdurasi 94 menit ini terasa hidup adalah interaksi yang sangat natural antara Karen Gillan dan Zoë Chao. Persahabatan mereka di depan kamera terlihat begitu hangat dan nyata, sehingga penonton bisa ikut merasakan kenyamanan sekaligus rasa frustrasi yang muncul. Ketika karakter Emma mulai bertingkah egois karena merasa ditinggalkan, Gillan mampu memperlihatkan sisi rapuh karakternya dengan baik.
Komedi di film ini juga seru karena berani menyentil kelakuan para calon orang tua zaman sekarang. Ceritanya menyindir bagaimana pasangan kelas menengah sering kali terlalu terobsesi dengan gengsi barang-barang bayi.
Dialog-dialog kocak seputar adu mewah merek stroller atau dekorasi boks bayi yang estetis sukses memancing tawa. Menurutku, sindiran ini terasa pas untuk mempertegas perbedaan dunia baru penuh materi yang mulai dimasuki oleh Phoebe.
Walaupun dasarnya adalah film komedi, bagian dramanya digarap dengan rapi dan tidak terasa dipaksakan. Konflik emosional antara karakter yang bisa hamil dengan mudah dan sahabatnya yang terus-menerus gagal disajikan dengan porsi yang seimbang.
Selain itu, maik-turunnya emosi mereka berdua berhasil membuat ceritanya lebih berbobot. Hal ini membuat film tersebut tidak sekadar menjadi hiburan lucu-lucuan saja, tetapi juga memiliki pesan drama yang menyentuh hati.
Overall, aku merasa Let's Have Kids! menjadi sebuah tontonan komedi drama yang cukup menghibur dan menyenangkan untuk ditonton karena ceritanya yang ringan. Meski ada beberapa bagian alur cerita yang mudah ditebak, penyelesaian konflik persahabatan mereka ditutup dengan momen yang hangat dan menyentuh hati.
Film ini juga berhasil menyampaikan pesan bahwa esensi utama dari ceritanya bukan cuma tentang memiliki anak, melainkan tentang bagaimana sebuah hubungan yang tulus harus bisa saling memahami ketika jalan hidup masing-masing sudah mulai berubah arah.
Itulah ulasan film Let's Have Kids! Buat Sobat Yoursay yang penasaran dengan drama komedi ini, kamu bisa menontonnya melalui Prime Video atau Apple TV ya!