Ulasan

Ulasan Film Hear Me: Our Summer: Saat Cinta dan Ketulusan Tak Hanya Butuh Suara

Ulasan Film Hear Me: Our Summer: Saat Cinta dan Ketulusan Tak Hanya Butuh Suara
Hear Me: Our Summer (Viu)

Meskipun tak diungkapkan lewat kata, perasaan cinta dan ketulusan seseorang tetap dapat dirasakan melalui sorot mata, ekspresi wajah, bahasa tubuh, hingga hal-hal kecil yang dilakukan demi membuat orang yang dicintainya bahagia.

Kesan itulah yang pertama kali saya rasakan setelah menyelesaikan film Hear Me: Our Summer beberapa waktu lalu. Film romansa Korea tahun 2024 yang mungkin terasa klise, tapi berhasil menyentuh hati penonton melalui premisnya yang mengangkat kisah remaja penyandang disabilitas. Namun, meski memiliki konflik yang sederhana, film Hear Me: Our Summer menyimpan pesan yang cukup dalam tentang cinta, ketulusan, hingga mencintai diri sendiri.

Kisah di film tersebut berpusat pada Lee Yong-jun (Hong Kyung), pemuda yang baru lulus dari universitas dan masih mencari arah hidupnya. Sembari mencari pekerjaan yang cocok dengan minatnya, Yong-jun bekerja sebagai kurir makanan di restoran yang dikelola oleh kedua orang tuanya. Saat mengantarkan pesanan ke sebuah kolam renang, ia bertemu dengan gadis bernama Seo Yeo-reum (Roh Yoon-seo) yang merupakan kakak perempuan dari salah satu perenang tunarungu yang berlatih di sana.

Mendapati dirinya jatuh cinta pada pandangan pertama pada sosok Yeo-reum, Yong-jun pun menanyakan beberapa hal tentang gadis itu kepada adiknya, Seo Ga-eul (Kim Min-ju) dengan menggunakan bahasa isyarat. Dari sana, ia berusaha mendekati Yeo-reum hingga menjadi salah satu orang terdekatnya yang membuat gadis itu perlahan membuka hati untuk Yong-jun yang selalu baik padanya dan Ga-eul.

Ulasan Film Hear Me: Our Summer

Dengan alurnya yang ringan dan punya konflik cenderung datar, saya rasa film ini kurang cocok untuk Sobat Yoursay yang lebih menyukai film dengan plot dan karakter yang kompleks, serta konflik yang penuh ketegangan. Sebagai penggemar genre thriller, sejujurnya film Hear Me: Our Summer sedikit membosankan bagi saya. Namun, karena merasa cukup tertarik dengan komunikasi bahasa isyarat di dalamnya, saya pun memutuskan untuk menyelesaikan filmnya sampai akhir.

Salah satu hal paling menarik sekaligus menjadi kekuatan utama film ini adalah penyampaian emosinya yang terasa kuat meski hanya dengan ekspresi dan bahasa tubuh yang minim dialog suara. Akting para pemeran utamanya pun banyak dipuji oleh penonton. Hong Kyung tampil maksimal sebagai pemuda baik hati yang masih mencari arah hidup, lalu Roh Yoon-seo yang menampilkan sosok kakak setia yang rela melakukan apapun untuk adiknya. Sementara Kim Min-ju juga berhasil menampilkan karakter penyandang tuna rungu dengan cukup meyakinkan.

Dari ketiga tokoh tersebut, menurut saya perkembangan karakter yang paling terlihat adalah Seo Yeo-reum. Di awal, ia digambarkan sebagai seorang kakak yang bersedia mengorbankan apapun untuk mewujudkan mimpi adiknya. Yeo-reum melakukan banyak pekerjaan paruh waktu dan menghabiskan hidupnya untuk hal itu. Seiring waktu, pertemuan dengan Yong-jun, percakapan dengan kedua orang tuanya sendiri, juga pertengkaran kecil dengan Ga-eul perlahan membuat Yeo-reum menyadari bahwa ia punya hidup sendiri dan berhak melakukan apa yang dia inginkan.

Selain Yeo-reum, dua tokoh utama lain juga mengalami perkembangan karakter yang cukup signifikan. Yong-jun yang awalnya kehilangan arah dan tak punya ambisi berkembang menjadi sosok yang lebih dewasa dan bertanggungjawab. Sementara Ga-eul yang sebelumnya sangat bergantung pada sang kakak pun menjadi pribadi yang lebih dewasa dan berani menyuarakan kemandiriannya.

Jika bicara soal kekurangan, selain alurnya yang klise dan konfliknya yang datar, plot twist di bagian akhir juga terasa sedikit dipaksakan. Namun, sebenarnya hal itu bisa ditebak jika penonton memperhatikan beberapa detail kecil yang seolah sengaja diselipkan sebagai petunjuk.

Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, Hear Me: Our Summer tetap berhasil menyampaikan beberapa pesan yang cukup mendalam. Melalui interaksi Yong-jun, Yeo-reum, dan Ga-eul, film ini mengingatkan bahwa komunikasi sejati tak hanya lahir dari suara, tapi juga kesediaan mendengarkan dengan hati, memberi perhatian penuh ke lawan bicara, dan berusaha memahami perspektif orang lain tanpa memandang keterbasan mereka.

Kemudian dari karakter Yeo-reum dan Ga-eul kita belajar bahwa menyayangi seseorang juga berarti mempercayai kemampuannya untuk mandiri. Kita tetap bisa mendukungnya tanpa harus mengorbankan hidup kita sendiri dan membuat orang lain merasa menjadi beban. Karena bagaimanapun, setiap orang berhak memiliki ruang untuk menjalani hidup dengan kebahagiaan dan mewujudkan mimpinya sendiri. Menyayangi orang lain tak seharusnya membuat kita lupa untuk mencintai diri sendiri.

Sementara karakter Yong-jun mengingatkan bahwa tidak apa-apa jika kita masih merasa bingung dan kehilangan arah di usia muda. Asalkan kita tetap berani mencoba dan bertanggung jawab atas pilihan yang kita ambil.

Secara keseluruhan, Hear Me: Our Summer yang mengangkat isu inklusi bagi penyandang tunarungu tetap menjadi film yang layak untuk ditonton. Di balik cerita romansanya yang ringan dan konfliknya yang sederhana, film ini punya cerita yang menghangatkan hati, penyampaian emosi yang kuat, dan pesan mendalam soal kehidupan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda