Ulasan
Review The Intern: Sindiran Budaya Kerja Korea yang Dikemas Komedi
The Intern merupakan film remake Korea Selatan dari film Hollywood berjudul sama yang dirilis pada 2015. Film drama-komedi ini disutradarai oleh Kim Do-young dengan latar dunia industri fashion dan startup modern di Seoul.
Dirilis di bioskop Indonesia pada 30 Oktober 2026, film ini dibintangi Choi Min-sik dan Han So-hee. Keduanya dipercaya memerankan dua tokoh utama dari generasi berbeda dalam cerita yang diadaptasi ke kultur kerja masyarakat Korea.
Dengan durasi 2 jam 12 menit, film ini mengangkat kehidupan dunia kerja modern dengan perpaduan humor dan kehangatan khas cerita aslinya.
Pertemuan Dua Generasi di Dunia Kerja Modern

Cerita dimulai dengan memperkenalkan sosok Kim Gi-ho, seorang kakek berusia 70 tahun yang kesepian setelah istrinya tiada. Alih-alih berdiam diri di rumah menghabiskan masa tuanya, ia memilih mencari kesibukan baru agar hidupnya kembali terasa bersemangat.
Peluang itu datang dari WOO22, sebuah perusahaan startup fashion sukses yang sedang membuka lowongan magang khusus lansia. Perusahaan ini dipimpin oleh Lee Seon-woo, seorang CEO muda perempuan yang sangat ambisius dan mandiri.
Namun di balik kesuksesannya, Seon-woo adalah sosok workaholic yang perfeksionis dan mengontrol segalanya sendiri. Akibatnya, ia selalu dikejar waktu, sering stres, dan tidak memiliki kehidupan pribadi yang seimbang.
Haat Gi-ho diterima dan ditugaskan menjadi asisten pribadinya, gesekan awal langsung terasa di antara mereka. Seon-woo yang terbiasa bergerak cepat awalnya menganggap kehadiran kakek lansia ini hanya akan merepotkan kerja kantornya.
Hari-hari pertama Gi-ho pun penuh kecanggungan karena ia gagap teknologi di tengah kultur Gen Z yang serba digital. Meski awalnya sering diabaikan dan tidak diberi tugas penting, Gi-ho tetap sabar dan berinisiatif membantu hal-hal kecil.
Ketulusan dan pembawaan Gi-ho yang tenang perlahan-lahan mulai meluluhkan dinding pertahanan Seon-woo yang keras. Gi-ho berubah menjadi sosok pendengar yang bijak saat Seon-woo mulai didera berbagai krisis di perusahaannya.
Hubungan mereka pun berkembang menjadi persahabatan lintas generasi yang sangat menyentuh hati. Gi-ho berhasil membuktikan bahwa pengalaman hidupnya jauh lebih berharga daripada algoritma teknologi tercanggih sekalipun.
Review Film The Intern

Jujur, aku sempat khawatir film ini hanya akan menjadi copy-paste adegan demi adegan dari versi Hollywood-nya. Namun, kekhawatiran itu langsung sirna begitu melihat sutradara Kim Do-young yang berhasil menyuntikkan ruh budaya kerja Korea secara natural.
Sindiran halus mengenai budaya lembur hingga rasa sungkan dalam menghadapi senioritas disajikan dengan porsi komedi yang pas dan dekat dengan realita sehari-hari.
Bagi aku pribadi, kekuatan film ini terletak pada performa akting luar biasa dari Choi Min-sik. Sangat magis rasanya melihat sang aktor yang biasa tampil garang di film-film thriller kini menjelma menjadi kakek magang yang begitu hangat, karismatik, dan jenaka.
Setiap senyuman, gestur tubuh yang sopan, hingga tatapan matanya yang bijaksana sukses membuat penonton merasa tenang dan nyaman sepanjang film.
Di sisi lain, Han So-hee juga tampil sangat memukau dan berhasil mengimbangi karisma sang aktor senior dengan sangat baik. Aku suka caranya menampilkan dualitas karakter Seon-woo yang tangguh di luar, tetapi rapuh di dalam. Chemistry lintas generasi yang mereka bangun di layar terasa begitu mengalir dan organik tanpa ada kesan dipaksakan.
Dari segi visual, penggambaran kantor WOO22 yang estetik, modern, dan dipenuhi anak muda Gen Z mampu memanjakan mata. Kontras visual antara pakaian formal milik Gi-ho dengan gaya kasual para karyawan muda memberikan humor tersendiri. Ditambah iringan musik yang lembut, atmosfer film ini sukses membuat perasaan campur aduk antara tertawa dan haru.
Meski begitu, film ini bukannya tanpa cela ya. Eksplorasi karakter pendukung di sekitar kantor agak minim jika dibandingkan dengan versi aslinya. Beberapa rekan kerja kurang diberikan ruang untuk bersinar, alhasil, fokus cerita lebih banyak tertuju pada dua pemeran utama. Selain itu, bagi penonton yang sudah menghafal alur versi aslinya, paruh akhir cerita mungkin akan terasa sedikit mudah ditebak.
Overall, The Intern versi Korea ini menggambarkan sisi menyenangkan dari dunia kerja modern. Film ini juga mengingatkan bahwa ketulusan hati tetap punya tempat, bahkan di tengah kehidupan yang serba cepat ini.