Sudah menjadi sebuah rahasia umum jika para pelaku dunia hiburan harus selalu total dalam menjalankan profesi yang digelutinya. Atas nama profesionalisme, para pelaku dunia entertainment harus memberikan yang terbaik, termasuk melakukan peran yang tidak biasa bagi para aktor atau aktris demi bisa memberikan sebuah suguhan yang terbaik.
Bahkan, atas nama profesionalisme pula, mereka harus mau untuk berdandan atau tampil out of the box, lain daripada kehidupan nyata yang mereka jalani, atau bahkan tampil lain dari image yang mereka bangun di dunia keartisan.
Hal inilah yang dapat teman-teman temukan di film berjudul Pretty Boys. Meskipun judulnya menggunakan bahasa Inggris, namun jangan salah, film ini merupakan film buatan anak negeri, lho. Film yang dirilis pada tahun 2019 lalu ini disutradarai oleh Tompi, dan diproduseri oleh Deddy Mahendra Desta alias Desta.
Jalan cerita film ini cukup sederhana, yakni berkisah tentang lika-liku perjuangan Anugerah (Vincent Rompies) dan juga Rahmat (Deddy Mahendra Desta), dua sahabat yang berjuang untuk menggapai cita-cita mereka menjadi public figure di dunia hiburan.
Namun, tak hanya alur filmnya saja yang menarik untuk diikuti. Namun, dandanan para aktor yang terlibat dalam film ini-lah yang membuat saya pribadi menjadi salut dengan totalitas akting dan penokohan yang mereka sajikan.
Iya, film ini sendiri merupakan salah satu film yang menyentuh dunia yang sensitif di Indonesia, yakni fenomena penampilan pria kewanita-wanitaan di dunia industri hiburan Indonesia. Diceritakan pula, demi menggapai kesuksesan, Rahmat dan Anugerah harus mau berpenampilan seperti wanita dalam sebuah acara laris di televisi. Ingat ya, Rahmat dan Anugerah ini adalah laki-laki normal. Namun, mereka harus berdandan demikian demi acara televisi yang mereka isi.
Tak hanya Desta dan Vincent yang harus berdandan demikian, dalam film ini pun kita akan bertemu dengan aktor-aktor yang terkenal macho di dunia hiburan tanah air, namun harus berdandan sebagai ladyboy atau pria yang kewanita-wanitaan. Seperti contoh, Onadio Leonardo alias Onad yang berpenampilan gahar dan penuh tato itu pun fasih tampil sebagai lelaki “bertulang lunak”. Sekadar informasi, "Tulang Lunak" merupakan julukan yang diberikan oleh para komika kepada laki-laki yang berpenampilan “melambai”.
Selain mereka bertiga? Ada lagi dong. Bahkan nama lain yang juga tampil sebagai lelaki “tulang lunak” atau ladyboy dalam film ini adalah dua nama aktor macho, yakni Tora Sudiro dan juga Dwi Sasono. Selain itu? Masih ada sederet nama lain seperti Imam Darto, dan Ferry Maryadi. Kecuali nama terakhir, semua nama-nama tersebut merupakan pria yang selama ini selalu tampil elegan dan “sangat lelaki”.
Nah, bagaimana? Penasaran dengan akting para bintang besar yang tampil out of the box di film ini? Segera saja nonton ke layanan streaming kesayangan teman-teman ya. Dijamin akan menemukan sebuah totalitas dalam tokoh-tokoh yang mereka perankan.
Baca Juga
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sinopsis The Honest Realtor, Film Komedi Dibintangi Tomohisa Yamashita
-
Era Baru Dimulai, Anime The Ghost in the Shell Resmi Umumkan Tayang 7 Juli
-
Dari Gombalan SMA ke Realita Kampus, Dilan ITB 1997 Punya Vibe yang Berbeda
-
Kyoto Animation Garap Film Anime The Credits Roll Into The Sea, Tayang 2027
-
Kisah Dante Berlanjut, Devil May Cry Season 2 Tayang 12 Mei di Netflix
Terkini
-
Lebih Dekat dengan Sang Pencipta dalam Syahdu-nya Seni Merayu Tuhan
-
Jam Tangan Casio AQ-240 Resmi Meluncur: Desain Vintage, Harga Bersahabat
-
Dari Murah ke Flagship, Ini 8 Tablet Xiaomi Terbaik 2026
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?
-
Tanah Bangsawan: Rahasia Kelam di Balik Identitas Ganda Seorang Pemuda Eropa