Rabu (6/5/2026) kemarin, paketan dari Yoursay.id berupa hadiah challenges Yoursay POV akhirnya tiba di rumah. Berbeda dengan paketan-paketan sejenis yang sebelumnya pernah saya dapatkan, cara Yoursay mengirimkan paketan kali ini sangat berbeda dan jauh lebih ramah terhadap lingkungan.
Sekadar menginformasikan, selama menjadi member di Yoursay, saya sudah beberapa kali mendapatkan kiriman hadiah atau merchandise dari UGC milik Suara.com tersebut. Secara ukuran, hadiah yang pernah saya dapatkan pun beragam.
Mulai dari hadiah yang seukuran penghapus papan tulis, hingga hadiah yang berukuran besar. Pun demikian halnya dengan isi dari hadiah-hadiah tersebut. Ada yang berupa merchandise dan hanya satu jenis, hingga plakat penghargaan yang sekotak dengan beragam hadiah lainnya.
Total, jika saya tak salah mengingat, semenjak berstatus sebagai member dari Yoursay ini, saya sudah empat kali mendapatkan kiriman dari platform menulis yang akan menginjak usia keenamnya di bulan Juni mendatang.
Namun, seperti yang telah sedikit saya singgung di atas, tulisan saya kali ini tak akan membahas hadiah-hadiah yang pernah saya terima dari Yoursay, namun lebih kepada keinginan saya untuk membahas cara Yoursay dalam mengemas dan mengirimkan hadiahnya kepada saya.
Sekadar menginformasikan, kiriman paketan yang saya terima dari Yoursay pada hari Rabu kemarin sangat simpel dalam pengemasannya.
Di bagian paling luar terdapat lapisan plastik dari penyedia jasa kirim, yang mana tentu menjadi SOP standar dari perusahaan ekspedisi untuk melindungi barang-barang kiriman dari pengguna jasa mereka dari panas terik dan hujan.
Setelah lapisan plastik luar yang memiliki logo penyedia jasa kirim tersebut, terdapat nama pengirim dan alamat penerima (tentu saja) yang ditempelkan di bungkus luar paketan yang menggunakan sampul cokelat dari kertas yang diperkuat dengan isolasi bening.
Yap, bukan kardus box apalagi plastik, kiriman paket dari Yoursay kali ini saya terima dengan bungkus utama berupa sampul cokelat berbahan kertas!
Setelahnya, tak ada lagi bungkus jenis lain yang membalut merchandise dari Yoursay. Alih-alih dibalut dengan plastik tebal seperti kebiasaan kita saat membeli barang-barang online, untuk paketan kali ini, Yoursay justru mengamankan hadiah-hadiahnya dengan totebag ramah lingkungan dan bisa digunakan berulang kali untuk beragam keperluan.
Kiriman hadiah dari Yoursay ini tentu saja membuat saya sedikit mengernyitkan dahi. Karena dengan jarak yang sedemikian membentang, di mana hadiah tersebut dikirimkan dari Jakarta, sementara saya berada di Rembang yang merupakan ujung paling timur Provinsi Jawa Tengah, tentu membungkus paketan seperti itu akan sangat rentan merusak barang-barang yang dikirimkan.
Akan tetapi, setelah saya pikir-pikir inilah contoh nyata dari kampanye yang dilakukan oleh Yoursay, Suara.com dan Suara Hijau untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Terlebih lagi, meskipun paketan dibungkus dengan sederhana, namun isi di dalamnya sama sekali tak rusak sehingga sudah memenuhi standar minimal dalam hal pengiriman barang.
Dicontohkan Langsung Yoursay kepada Saya
Memang, jika dibandingkan dengan paketan sebelumnya, kiriman dari Yoursay kali ini memang sangat minimalis dalam hal pengemasan. Ketika saya mendapatkan tiga kiriman sebelumnya, semuanya dibalut dengan plastik berlapis dan itu pun masih dilapisi lagi dengan bubble wrap.
Bahkan, ketika saya mendapatkan kiriman "hadiah kecil" dari Yoursay, hadiah-hadiah itu dibalut dengan beberapa lapis seperti plastik luar dari penyedia jasa kirim, kemudian plastik luar box dan masih lagi dilapisi dengan bubble wrap sebelum kardus kemasan produk.
Dalam satu kiriman ini, setidaknya sudah ada tiga lapisan yang harus terbuang. Itu pun "hanya" berasal dari barang kiriman yang relatif kecil ukurannya.
Dan ketika saya mendapatkan kiriman dari Yoursay dengan volume yang berkali-kali lipat lebih besar, tentunya bagian-bagian yang harus saya buang dari paketan itu jauh lebih banyak lagi.
Bahkan, hingga saat ini, bubble wrap dan plastik dari paketan yang dikirimkan oleh Yoursay pada tahun 2024 lalu masih ada di rumah karena terlalu eman untuk saya buang mengingat ukurannya yang lumayan jumbo.
"Ah, simpan saja dulu. Kali saja nanti berguna," begitu pikirku saat itu. Sebuah pemikiran yang pada akhirnya hanya memunculkan residu sampah di rumah.
Sehingga, ketika saya mendapati paketan Yoursay kali ini begitu minimalis, saya langsung berguman, "Memang, seharusnya seperti inilah caranya mengirimkan paketan,".
Bukan karena pengiritan, bukan karena tak peduli dengan keamanan barang-barang yang dikirimkan, namun konsep sederhana mengirimkan barang adalah, yang penting barang sampai dengan aman, bukan?
Sehingga, ketika dengan kemasan minimalis seperti yang dicontohkan oleh Yoursay itu barang yang dikirimkan bisa sampai ke tujuan dengan aman dan selamat, maka syarat-syarat lain seperti lapisan kemasan yang bertumpuk-tumpuk tentu sudah bukan menjadi sebuah kewajiban lagi.
Berkaca dari cara Yoursay mengirimkan paketan kepada saya kemarin, saya seolah diberikan contoh langsung bagaimana cara untuk menjalani hidup yang damai dengan lingkungan. Pasalnya, dari paketan Yoursay tersebut, terus terang saya hanya membuang bagian sampul kertas saja. Tak sebanyak kiriman-kiriman terdahulu.
Dan lagi yang lebih penting adalah, melalui kiriman tersebut, Yoursay menunjukkan bahwa mereka tak hanya mengajak untuk kampanye less waste more future, namun juga memberikan contoh secara langsung.
Sepertimana yang diunggah oleh akun Instagram Yoursay.id dan Suara Hijau (7/5/2026), kegiatan belanja online (termasuk pengemasan dan pengiriman paketnya), bisa menghasilkan lebih banyak sampah sebesar empat kali lipat ketimbang belanja secara konvensional.
Tanpa disadari, kegiatan yang dirasa biasa-biasa saja dan tak penting-penting amat seperti itu makin hari makin menciptakan krisis sampah tersembunyi.
Sebuah hal yang sangat mengkhawatirkan, mengingat berdasarkan data SIPSN 2025 yang tercantum di unggahan Instagram Suara Hijau, timbulan sampah secara nasional mencapai 24,8 juta ton, yang mana hanya sekitar 8,5 juta ton atau sekira 34,55 persen saja yang berhasil dikelola.
Sehingga, dengan potensi empat kali lebih besar dalam menghasilkan sampah daripada kegiatan belanja tradisional, kebiasaan belanja online termasuk proses pengiriman paketan di dalamnya, dipastikan bakal menimbulkan permasalahan baru di bidang persampahan, setidaknya dalam hal kuantitas.
Sebuah kenyataan yang sebelumnya sama sekali tak pernah saya pikirkan ketika asyik berbelanja online, dan mungkin juga tak disadari oleh teman-teman pembaca.
Namun, dengan datangnya paketan terbaru dari Yoursay ke rumah beberapa waktu lalu, pemikiran dangkal saya menjadi terbuka, bahwa sejatinya mengirimkan paket bisa dilakukan dengan cara yang lebih ramah lingkungan, tanpa mengesampingkan faktor keamanan dari barang yang ada dalam kemasan.
Kalau sekelas Yoursay saja sudah memberikan contoh nyata mengirimkan paket dengan cara yang ramah lingkungan, mengapa kita tak bisa mencontohnya?
BTW, kalian pernah dapat kiriman apa saja nih dari Yoursay?
Baca Juga
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
Artikel Terkait
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Cerita Generasi Muda Diajak Menemukan Jati Diri Lewat Kampanye See-U
-
Menulis dari Pengalaman: Rahasia Agar Tulisan Kolom Lebih Hidup dan Relate
-
Peringati Hari Kartini, Penumpang KRL Diajak Berani Lawan Pelecehan
-
Yoursay Class: Ubah Cerita Pengalaman Jadi Ulasan Jurnalistik yang Kuat
Kolom
-
Mengintip Surga Laptop Second Jogja yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Rantau
-
Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?
-
Ledakan Pengangguran: Membaca Persoalan di Balik Ketergantungan pada MBG
-
Rakyat Bukan Ayam: Mengatasi Lapar dengan Martabat, Bukan Sekadar Bantuan
-
Saat Fisika Bertemu Bela Diri: Seni Mengalahkan Lawan Tanpa Kekuatan Kasar Lewat Jiu-Jitsu
Terkini
-
DC Studios Umumkan Joker: Laugh Riot, Jadi Serial Anime Pertama
-
Membaca Ulang Sang Mahapatih Gajah Mada di Buku Agus Munandar
-
Ulasan The Winning Try: Kisah Tim Rugby Buangan yang Layak Diperjuangkan
-
Dibintangi Jenna Ortega, Sony Pictures Rilis Trailer Film Klara and the Sun
-
Prediksi Uruguay vs Spanyol: Taktik Bielsa dan De la Fuente Demi Juara Grup