Film horor misteri KKN di Desa Penari tampaknya memang menjadi primadona masyarakat saat ini. Meskipun mengalami penundaan hingga 2 tahun penayangannya, tapi antusiasme penonton terhadap film Garapan Awi Suryadi ini seolah tak luntur.
Setelah sang penulis utas di Twitter, Simple Man menyatakan bahwa penjualan tiket dengan skema pre-sale saja sudah mampu menembus angka 100 ribu lembar, kini, film yang dibintangi oleh oleh Tissa Biani, Achmad Megantara, Calvin Jeremy, Adinda Thomas, Aghniny Haque dan M Fajar Nugraha tersebut kembali mencatatkan rekor fantastis mengenai jumlah penonton di hari pertama pemutaran filmnya.
Melalui laman resmi instagramnya, @tissabiasi, Tissa Biani yang menjadi pemeran Nur dalam film tersebut menyatakan bahwa hari pertama pemutaran di seluruh bioskop, KKN di Desa Penari telah mengantongi jumlah penonton yang mencapai 200 ribu pasang mata hingga pukul 3 sore.
Catat ya, ini per jam 3 sore tanggal 30 April 2022, belum termasuk jumlah penonton yang menonton film setelah jam tersebut. Jumlah ini tentu saja menjadi sebuah jumlah yang sangat fantastis, mengingat, film-film beken di tanah air sendiri membutuhkan waktu hingga berhari-hari, berpekan-pekan dan bahkan berbulan-bulan untuk bisa mencatatkan jumlah penonton mencapai ratusan ribu lho.
Dengan jumlah penonton ini, film KKN di Desa Penari dipastikan langsung masuk dalam daftar 10 film dengan jumlah penonton terbanyak di tahun 2022 ini. Disadur dari laman filmindonesia, KKN di Desa Penari secara perhitungan jumlah penonton yang didapat, akan langsung melejit di posisi kedelapan sebagai film terlaris tahun 2022, di bawah film dari MD Entertainment lainnya berjudul Garis Waktu yang memiliki catatan jumlah penonton 325.800 pasang mata dan menempati posisi ketujuh
Raihan yang dicapai oleh KKN di Desa Penari ini sendiri menggeser tiga film lain yang telah lebih dulu rilis, yakni Cinta Pertama, Kedua & Ketiga yang memiliki catatan jumlah penonton 108.579 pasang mata, Ben & Jody dengan 107.803 pasang mata, dan Ambo Nai Sopir Andalan yang semula berada di posisi kesepuluh dengan 65.581 jumlah penonton di bioskop.
Namun perlu diingat, capaian jumlah penonton yang dimiliki oleh film yang mengangkat kisah tentang enam mahasiswa yang menjalani KKN di sebuah desa yang penuh dengan aura mistis tersebut dipastikan akan terus meningkat. Mengingat film ini baru saja dilempar ke pasaran dan masih banyak yang memburu tiketnya.
Terlebih lagi, pekan ini masyarakat Indonesia akan memasuki perayaan hari raya Idul Fitri, dan juga cuti bersama dengan durasi waktu yang cukup lama. Jadi, akan sangat mungkin perolehan jumlah penonton Film KKN di Desa Penari akan menjadi berkali-kali lipat dari yang dicatatkan pada hari pertama ini.
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Film KKN di Desa Penari Tuai Kekecewaan Warganet Usai Penayangan Perdana, Ada Apa?
-
Pilih dengan Bijak, Ini 3 Perbedaan Film KKN di Desa Penari Versi Cut dan Uncut
-
Belum Juga Tayang, Film KKN di Desa Penari Kembali Tuai Sambutan Positif
-
Istri Rony Dozer Terancam Dipolisikan Karena Tak Bisa Kembalikan Uang Produksi Film
Entertainment
-
Serial Crazy Rich Asians Resmi Digarap, Michelle Yeoh Bakal Comeback
-
3 Rekomendasi Drakor Netflix Oktober 2026: Dari Misteri Medis hingga Aksi Spionase
-
Sinopsis The Soulmate Rings, Drama Romantis Mook Worranit dan Euro Yotsawat
-
Novel Ascendance of a Bookworm Bagian 4 Diadaptasi Jadi Anime TV
-
Agensi Konfirmasi Sophia KATSEYE Bakal Comeback Januari 2027 Usai Hiatus
Terkini
-
7 Dekade Berlalu, Ini 4 Alasan Mengapa Kritik Novel '1984' Makin Relevan Hari Ini
-
Tujuh Hari Sebelum Aku Menghilang
-
Terorisme Ekologi Bernama Karhutla: Saat Rakyat Terpaksa Berhenti Bernapas
-
Tidak Semua Luka Terlihat, Ini Pentingnya Menjadi Pendengar Tanpa Menghakimi
-
Menanti Kejelasan Laporan Insiden Prambanan, PSHT Minta Adil dan Transparan