Setelah ditunggu selama dua tahun, komoditas terhangat dunia perfilman Indonesia, KKN di Desa Penari akhirnya dirilis secara resmi pada tanggal 30 April 2022. Film horor yang menceritakan pengalaman mistis Nur (Tissa Biani), Widya (Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy) dan Wahyu (M Fajar Nugraha) dalam menjalankan program KKN dari kampusnya tersebut bahkan mencatatkan dua rekor beruntun hanya dalam berselang hitungan hari.
Setelah mencatatkan penjualan tiket dengan skema pre-sale yang mencapai 100 ribu lembar, film ini juga mencatatkan jumlah penonton yang berjumlah lebih dari 200 ribu pasang mata pada hari pertama penayangan. Namun sayangnya, hingar bingar pemutaran perdana film ini menuai kekecewaan warganet. Bukan karena alur filmnya, tapi lebih kepara penonton yang menyaksikan KKN di Desa Penari secara langsung di bioskop.
Disadur dari laman Instagram resmi MD Entertainment (@md_entertainment), kekecewaan penonton ini lebih ke arah moral dan etika para penonton yang menyaksikan di bioskop yang tak sesuai dengan pembagian rating film.
Dalam sebuah unggahan di akun MD Entertainment, warganet dengan username baju_K3balik menyatakan kekecewaanya karena ternyata, banyak anak-anak di bawah umur yang menonton film KKN di Desa Penari versi uncut. Hal ini sangat dia sayangkan, karena bisa dipastikan anak-anak tersebut tidak memenuhi syarat untuk menonton film dengan rating 17+, tapi bisa masuk ke bioskop yang memutar versi uncut.
"Sayang banget tadi di bioskop ternyata banyak anak-anak yang ikut nonto, mana yang versi uncut lagi. Semoga pihak XXI lebih selektif lagi mana yang boleh masuk mana yang engga," tulisnya di kolom komentar.
Tulisan akun baju_k3balik tersebut juga diamini oleh pemiliki akun dengan username naufalzahid_y yang membenarkan hal tersebut. "Iya betul banget," tulis sang pemilik akun dengan singkat, tapi menguatkan kebenaran komentar dari baju_k3balik.
Bahkan, dalam sebuah komentar lainnya, warganet dengan username tingtinga896 memberikan komentar yang agak keras dan menyarankan untuk tidak menonton film ini karena terdapat adegan-adegan dewasa dan sangat tidak cocok untuk anak kecil. Terlebih lagi, film ini dirilis ketika bulan Ramadan masih berlangsung. "Jangan ditonton banyak adegan 17+ , ndak cocok buat anak kecil apalagi rilis pas puasa!" tulisnya di kolom komentar.
Memang sangat disayangkan, kemeriahan film yang diangkat dari utas tulisan Simple Man ini harus dinodai dengan kesalahan pemilihan versi film oleh para penonton yang tak bertanggung jawab. Padahal, pihak MD Entertainment sendiri telah menyediakan dua versi film yang disesuaikan dengan umur para penontonnya.
Sekadar informasi, film KKN di Desa Penari sendiri dirilis ke pasaran dengan dua versi, yakni versi cut dan versi uncut. Di mana versi yang pertama diberi rating 13+ oleh Lembaga sensor film Indonesia. Sementara yang versi kedua, diberikan rating 17+ oleh LSF Indonesia. Jadi, bagi yang belum menonton film ini, harap pilih versi filmnya dengan bijak ya!
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
Entertainment
-
6 Film Resident Evil Tayang di Netflix September 2026, Ini Daftarnya
-
Andrew Kalaweit Soroti Karhutla Kalimantan: Hutan Tak Terbakar Sendiri
-
Alyssa Daguise Kena Body Shaming, Beri Respons Menohok kepada Netizen!
-
Gak Sabar! 5 Hal yang Bikin Film Laut Bercerita Sangat Dinanti Tayangnya
-
Manga Boruto Hiatus 1 Bulan, Chapter 37 Kembali pada September 2026
Terkini
-
Pesona Alam di Bawah Bayang-Bayang Ekskavator: 4 Wisata Indonesia yang Terdampak Tambang
-
4 Body Serum Efek Tone Up Bikin Kulit Lebih Cerah, Harga Murah Rp30 Ribuan
-
Tertipu Gaya Film Perang Serius, Tropic Thunder Ternyata Satir Komedi Paling Pecah
-
Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS
-
Rayakan HUT ke-81 RI, Suasana Pasar Ngijon Mendadak Meriah dan Penuh Warna