Sejatinya, setiap orang mencari dan membutuhkan tempat di antara orang-orang di sekitarnya. Sudah menjadi naluri manusia memiliki keinginan untuk diakui sebagai bagian dari suatu kelompok masyarakat, baik keluarga, teman-teman, maupun kelompok masyarakat yang lebih besar. Begitulah yang tergambar dalam film Jepang “Principal”.
Diangkat dari manga berjudul sama karya Ryo Ikuemi, film Principal berkisah tentang seorang gadis SMA bernama Shima Sumitomo (diperankan oleh Yuina Kuroshima). Ia bersekolah di SMA khusus putri, tapi tidak kerasan dan merasa tak cocok sekolah di sana. Meski begitu, ia lebih memilih bergaul dengan teman-temannya daripada harus diam di rumah. Sebab, ia tak nyaman berada di rumah bersama ayah tiri dan sang ibu yang telah menikah sebanyak 4 kali.
Namun, pilihan Shima untuk terus bergaul di sekolah juga tidak membuahkan hasil yang baik. Semakin sering ia bertemu dengan kawan-kawannya, peluang untuk berselisih juga semakin besar dan membuatnya kerap bertengkar dengan teman-temannya. Mereka akhirnya mengucilkan Shima dan mengakibatkan dirinya mengurung diri di kamar, tak mau kembali ke sekolah.
Sang ibu yang khawatir melihat keadaannya, lantas menghubungi ayah Shima dan memintanya untuk tinggal dengan sang putri. Shima pun pindah ke rumah sang ayah dan bersekolah di SMA biasa. Walau berat berpisah dengan Shima, ibunya berharap lingkungan baru dapat membuat Shima merasa lebih baik.
Namun, nyatanya di hari pertama Shima masuk sekolah, ia sudah harus bersitegang dengan seorang siswa bernama Gen Tatebayashi (diperankan oleh Nozomu Kotaki) perihal tempat duduk. Gen tidak terima Shima duduk di sebelahnya, karena kursi yang Shima tempati adalah milik Wao Sakurai (diperankan oleh Mahiro Takasugi), sahabat Gen yang hari itu kebetulan tidak masuk sekolah. Ketegangan di antara keduanya membuat sang guru harus turun tangan menengahi perselisihan tersebut.
Beberapa siswi di kelasnya lantas berkenalan dengan Shima, salah satunya adalah Haruka Kunishige (diperankan oleh Rina Kawaei). Hal itu membuat Shima senang, karena akhirnya ia mendapatkan lingkar pertemanan yang baru.
Ketika Shima pulang ke rumah, ia terkejut karena sang ayah memperkenalkan seorang pemuda bernama Wao yang sedang berkunjung ke rumahnya. Ia semakin kaget saat melihat Gen datang untuk menjemput Wao. Ternyata, Gen dan Wao tinggal berdekatan dengan Shima.
Dari Haruka, Shima mengetahui bahwa hubungan Gen dan Wao seakan tidak bisa dipisahkan. Mereka sudah bersahabat sejak kecil. Wajah keduanya yang rupawan membuat mereka terkenal di sekolah, bahkan seluruh gadis di sekolah itu menganggap Gen dan Wao adalah milik mereka bersama. Gadis mana pun yang mencoba untuk mendekati mereka akan dianggap memonopoli dan berujung dikucilkan. Walau begitu, Shima merasa tak mungkin ia terus menghindari Gen dan Wao hanya karena hal tersebut, terlebih mereka adalah tetangga.
Nyatanya, ucapan Haruka bukanlah omong kosong. Saat Shima hendak berangkat ke sekolah, ia bertemu dengan Gen dan Wao. Mereka pun pergi bersama-sama. Para gadis di sekolah yang mengetahui hal itu, merasa tidak suka melihat Shima dekat dengan Gen dan Wao. Mereka pun melabrak dan mengancam Shima. Shima pun berusaha melawan mereka dengan berkata bahwa mereka tidak seharusnya memperlakukan Gen dan Wao seakan kedua pemuda itu milik mereka.
Tak hanya sampai di situ, Shima juga kembali mendapatkan perlakuan tak menyenangkan ketika Haruka mengajaknya pergi karaoke. Meski Shima sudah lama menunggu di tempat temu janji, tak ada satu pun dari teman-temannya yang datang, termasuk juga Haruka. Akankah kali ini pun Shima benar-benar dikucilkan dan tak bisa mendapatkan tempat di antara teman-teman sekolahnya? Saksikan kelanjutan kisah gadis ini dalam film Principal. Selamat menonton!
Tag
Baca Juga
-
Wajib Tahu! Ini 3 Alasan Pentingnya Riset bagi Penulis
-
Selamat! Go Ayano dan Yui Sakuma Umumkan Pernikahan Mereka
-
Selamat! Keita Machida Resmi Menikah dengan Aktris Korea-Jepang Hyunri
-
4 Manfaat Membuat Kerangka Karangan dalam Kegiatan Menulis
-
NiziU Nyanyikan Lagu Tema Film Animasi 'Doraemon: Nobita's Sky Utopia'
Artikel Terkait
-
Teman Jadi Cinta, Film 'From Me to You': Perjalanan Sawako dan Kazehaya
-
Menguras Emosi, Film '366 Days': Ketika Cinta, Mimpi dan Waktu Beradu
-
Nangis Bombai, Film How to Forget You: Kenangan Pahit dalam Mencintai
-
Isu Diskriminatif di Balik Film Jepang 'Sweet Bean'
-
Yunho TVXQ Dikabarkan Debut Film Jepang Lewat Remake The Outlaws
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?