Meskipun hanya tersisa satu bulan sebelum tanggal penyelenggaraannya pada bulan Oktober mendatang, konser gratis BTS yang menjadi bagian dari penawaran 'Busan World Expo 2030' masih terus dibayangi kontroversi.
Sebelumnya, lokasi konser bertajuk BTS Yet To Come in Busan ini disorot karena dianggap tidak memadai untuk menampung 100 ribu penonton. Karena banyaknya kekhawatiran atas lokasi tersebut, pihak penyelenggara pun memutuskan untuk memindahkan lokasi konser yang sebelumnya bertempat di Ilgwang Special Stage ke Busan Asiad Main Stadium.
Walaupun telah dilakukan pemindahan, rupanya masih ada banyak orang yang mengeluhkan permasalahan lain, salah satunya akomodasi. Menurut laporan Kbizoom, harga akomodasi terus meroket dan terjadi pembatalan reservasi akomodasi tak hanya di dekat lokasi konser, tetapi di seluruh kota Busan.
Seperti biaya akomodasi di sekitar lokasi konser BTS sebelumnya yang sempat menaikkan harga hingga 10 kali lipat, biaya penginapan di dekat Asian Main Stadium juga meroket menyusul dengan adanya pengumuman pemindahan lokasi konser BTS.
Sebagai respons, kota Busan sebenarnya telah mengumumkan bahwa mereka akan melakukan bimbingan di tempat, tetapi tampaknya tidak ada banyak perbaikan karena masih banyak akomodasi yang sengaja memasang harga tinggi di sekitar tanggal konser, beberapa penginapan bahkan menawarkan harga di atas 1 juta won (Rp10,9 juta) per malam.
Sementara itu, di tengah banyaknya pengusaha penginapan yang curang, ternyata masih ada tempat penginapan yang menunjukkan niat baik mereka untuk membantu para penggemar yang kesulitan mencari akomodasi.
Belum lama ini, seorang ARMY yang kebetulan menjalankan bisnis penginapan di Busan diketahui ingin membantu para penggemar lainnya untuk dapat menginap di sana, "Aku kesal dan marah melihat bisnis penginapan yang buruk di Busan. Aku memposting ini karena aku mau membantu."
ARMY tersebut kemudian mengatakan bahwa ia ingin membuka penginapan khusus untuk para ARMY lainnya, "Aku ingin membuka semua kamar 'khusus ARMY' dengan harga weekend di musim sepi."
Niat baiknya pun disambut baik oleh para netizen. Mereka yang melihat penawaran ARMY tersebut kemudian meninggalkan berbagai komentar positif.
"Seperti yang kuduga! Semua ARMY adalah malaikat! Sangat keren!"
"Terima kasih atas perhatianmu,"
"Entah kenapa aku menangis. Terima kasih atas kebaikan hatimu."
"Ini sangat indah dan mengharukan."
"Aku senang dengan tawaranmu yang luar biasa. Aku pasti akan menginap di sana."
Bagaimana pendapatmu soal permasalahan akomodasi di sekitar lokasi konser BTS yang belum kunjung dibenahi? Tuliskan komentarmu di bawah, ya!
Baca Juga
-
Setelah Jadi Barista Paruh Waktu, Kini Kim Sae Ron Bekerja sebagai Florist?
-
Tak Terima Bayaran Dari Baeksang Awards, Pengakuan Lee Je Hoon Auto Viral
-
Masih di Bawah Umur, Penobatan Haerin NewJeans Jadi Duta Dior Tuai Kritikan
-
Comeback Tim Doldam Dinantikan, Drama Korea Dr. Romantic 3 Raih Rating Fenomenal!
-
Dianggap Berisik, Lokasi Syuting Drama Park Eun Bin Dilempari Batu Bata
Artikel Terkait
-
Konser di Jakarta Tinggal Menghitung Hari, Jay B GOT7 Siapkan Penampilan Spesial
-
Penjelasan Lengkap Promotor Soal Pemindahan Venue Konser Day6 dari JIS ke Stadion Madya GBK
-
Kiss Of Life Sapa Fans Jelang Konser Perdana di Jakarta: Kami Tidak Sabar!
-
Lagi Berbahagia, Rossa Kasih Undangan Langsung ke Gubernur Pramono Anung
-
Yoo Jae-suk hingga Suga BTS Beri Sumbangan Imbas Kebakaran Hutan di Korea
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?