Usia 20-an sering kali terasa seperti berdiri di persimpangan tanpa papan petunjuk. Di satu sisi, kita dituntut dewasa. Di sisi lain, banyak hal masih terasa asing. Hari-hari diisi dengan keputusan kecil yang rasanya besar.
Perasaan campur aduk ini sering membuat kita bertanya, “Aku normal, kan?” Jawabannya: iya, sangat normal.
1. Merasa Dewasa dalam Satu Hal, tetapi Kekanak-kanakan dalam Hal Lain
Di usia 20-an, kamu bisa memikirkan masa depan dengan serius, tetapi tetap bingung memilih menu makan siang. Kamu bisa bertanggung jawab dalam pekerjaan, tetapi panik saat harus menelepon orang asing. Rasanya seperti hidup dalam dua versi diri yang berbeda. Kadang merasa sudah jauh melangkah, kadang merasa tertinggal.
Momen ini sering membuat kita ragu pada diri sendiri, padahal sebenarnya itu adalah bagian dari proses. Kedewasaan memang tidak datang sekaligus; ia tumbuh di satu sisi sambil tertatih di sisi lain.
2. Lelah Bekerja, tetapi Bingung Saat Libur Tiba
Hari kerja terasa panjang dan melelahkan. Namun, saat libur datang, justru muncul kebingungan. Mau istirahat, tetapi kepala tetap penuh. Mau produktif, tetapi badan meminta jeda. Akhirnya, waktu libur habis tanpa rasa puas. Hal ini sering terjadi karena kita terbiasa sibuk sampai lupa cara benar-benar diam.
Usia 20-an mengajarkan bahwa lelah bukan hanya soal fisik, melainkan juga soal pikiran yang tidak pernah benar-benar berhenti.
3. Merasa Tertinggal, Padahal Jalan Hidup Berbeda
Media sosial penuh dengan kabar baik orang lain. Ada yang menikah, naik jabatan, atau terlihat mapan. Kamu ikut senang, tetapi diam-diam membandingkan diri sendiri. Muncul perasaan tertinggal meskipun sadar bahwa hidup bukan lomba. Perasaan ini sering datang tanpa logika.
Usia 20-an memang fase rawan membandingkan diri. Kita lupa bahwa setiap orang berjalan dengan waktu dan beban yang berbeda, meskipun layar ponsel terlihat seragam.
4. Punya Banyak Rencana, tetapi Sulit untuk Memulai
Ide berseliweran di kepala. Ingin pindah karier, memulai usaha, atau mengubah hidup. Namun, langkah pertama terasa sangat berat. Bukan karena malas, seringnya hal itu terjadi karena takut salah. Takut gagal, takut pula menyesal. Akhirnya, rencana hanya tinggal wacana.
Momen ini umum terjadi di usia 20-an, saat pilihan terasa banyak tetapi keberanian belum sepenuhnya matang. Kita belajar bahwa memulai memang sering kali lebih sulit daripada membayangkan hasilnya.
5. Ingin Mandiri, tetapi Kadang Rindu "Diselamatkan"
Ada dorongan kuat untuk membuktikan diri bahwa kita bisa berdiri sendiri dan mengurus hidup tanpa bantuan. Namun, pada waktu tertentu, muncul rindu akan dukungan sederhana. Ingin ada yang mendengarkan tanpa menghakimi, ingin ditenangkan tanpa ditanya solusi. Perasaan ini sering membuat bingung karena seolah bertolak belakang. Padahal, mandiri tidak berarti menutup diri. Usia 20-an mengajarkan bahwa meminta dukungan bukanlah tanda kegagalan.
Usia 20-an memang penuh dengan momen aneh. Namun, justru di situlah kita belajar tentang jatuh, bangkit, ragu, dan bertahan. Kalau kamu merasa hidupmu terasa berantakan, kemungkinan besar kamu sedang berada di fase yang sangat manusiawi. Dan itu tidak apa-apa.
Baca Juga
-
Kita Pernah Dekat, Tapi Tidak Pernah Benar-Benar Bersama
-
Bukan Antisosial, Ini 6 Tantangan Berteman di Usia Dewasa Awal
-
Di Balik Ekspektasi: 5 Realitas yang Sering Disalahpahami dari Usia 20-an
-
Lelah Bertemu Orang? Kenali 5 Sinyal Anda Perlu Jeda Sosial
-
Hidup Bukan Lomba, Ini 6 Kebiasaan untuk Mengatasi Rasa FOMO Biar Lebih Tenang
Artikel Terkait
-
Kota yang Bising, Pikiran yang Lelah: Apa Kabar Kesehatan Mental Anak Muda?
-
Alienasi di Balik Pintu Kos: Kesepian Kolektif di Sudut Ruang Kota
-
Generasi Muda Mendominasi Bisnis Kuliner, Tapi 80 Persen Gagal: Ini Rahasia Bertahan Menurut Ahli
-
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Performa Hybrid dan Warna Baru untuk Anak Muda
-
Siap-siap Makin Jatuh Cinta, Grand Filano Hybrid Kini Tampil dengan Warna-warna yang Lebih Stylish
News
-
4 Wash-Off Mask Cica Atasi Jerawat dan Kontrol Sebum pada Kulit Sensitif
-
Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana Sejak Bangku Sekolah
-
Dokumen Jeffrey Epstein Sebut Nama Donald Trump dan Bill Clinton, Apa Kasusnya?
-
Wanita Di Ujung Senja
-
Psychological Reactance: Alasan di Balik Rasa Kesal Saat Disuruh dan Dilarang
Terkini
-
Chemistry Tatjana Saphira dan Fadi Alaydrus di Serial Baru Picu Isu Cinlok?
-
4 Serum Retinol Rahasia Kulit Kencang dan Halus, Harga Pelajar Rp30 Ribuan
-
Timnas U-17 Lakoni Uji Coba Lawan Cina, Siapa Pantas Jadi Pelatih?
-
Akhiri Puasa Gelar, Leo/Bagas Juara Thailand Masters 2026: Rasa Kebangkitan!
-
Hangatnya Ikatan Ayah dan Anak dalam Novel One Big Family