Netflix keluarkan film romansa komedi yang disutradarai dan ditulis oleh Mark Steven Johnson yang dapat disaksikan sejak 1 September lalu.
Menggandeng Tom Hopper, Kat Graham, dan Laura Hopper, film yang membil tema Romeo dan Juliet modern tersebut berdurasi 114 menit.
Berkisah tentang seorang wanita bernama Julie (Kat Graham) yang sangat menggilai cerita Romeo & Juliet dan percaya akan cinta sejati adalah bentuk pengorbanan. Berencana melakukan perjalanan ke tempat di mana Romeo & Juliet diceritakan, Italia, bersama kekasihnya, Julie justru harus melakukan perjalannya seorang diri sebab sebelum keberangkatan dirinya mengalami putus cinta.
Perjalanan Julie tidaklah mulus, ada saja hal-hal yang menguji kesabarannya, termasuk sesampainya di Verona, Italia, Julie berhadapan dengan Charlie (Tom Hopper), seorang pria Inggris yang menempati villa pesanannya.
Setelah ditelisik rupanya pihak villa melakukan kesalahan yang membuat villa tersebut dipesan oleh dua orang. Tidak ingin rugi, baik Julie dan Charlie berlomba saling “usir” demi bisa menempati villa yang sudah mereka pesan.
Berbagai keributan mereka lakukan tapi tidak satupun yang mau mengalah, hingga akhirnya mereka terpaksa berbagi tempat yang sama selama beberapa hari dan membiarkan benih cinta tumbuh.
Kisah Klasik Jual Cerita Romeo dan Juliet
Dari segi cerita, ‘Love in the Villa’ memilih cerita cinta klasik dengan minim twist dan plot ringan yang mudah ditebak, tetapi juga mudah dinikmati.
Mengangkat cerita cinta Romeo dan Juliet menjadi daya tarik utama dari film original Netflix tersebut. Awalnya dalam imajinasi saya ini menjadi film ikonik Romeo dan Juliet versi modern yang akan membawa gebrakan baru di perfilman romantis ala Netflix, nyatanya ‘Love in the Villa’ menyajikan cerita berbeda daripada Romeo dan Juliet yang selama ini kita kenal.
Seperti film romantis pada umumnya yang tidak jauh dari cerita benci jadi cinta dan perjalanan untuk menemukan belahan jiwa di negeri sebrang.
Perang Konyol Demi Perebutkan Villa
Dalam film ini, karakter Julie diceritakan sebagai seorang guru SD yang sangat mencintai pekerjaannya, ia juga seorang wanita yang sering kali bertingkah ceroboh. Sementara Charlie adalah seorang wine-taster profesional. Keduanya digambarkan sebagai orang dewasa yang ulung di bidangnya masing-masing.
Tetapi kedewasaan itu tidak dibutuhkan apabila berkaitan dengan kepemilikan dan hak atas persewaan villa.
Julie dan Charlie terjebak pada keadaan yang mengharuskan keduanya melakukan perang konyol yang cukup tidak masuk akal demi memperebutkan vila. Barang siapa yang bertahan sampai akhir, maka berhak tinggal vila tersebut hingga waktu liburan mereka berakhir.
Tunjukkan Destinasi Wisata di Verona
Mengambil latar di Verona, Italia dengan konsep cerita Romeo dan Juliet, ‘Love in the Villa’ membawa pemirsa untuk ikut liburan di kota cinta di Italia dengan visual yang amat memukau.
Pemilihan latar tempat yang dikenal sebagai salah satu tujuan paling romantis di dunia ini mampu menambah nilai “keromantisan” dalam film.
Dalam film juga menyajikan destinasi yang paling sering dikunjungi ketika berada di Verona seperti rumah Juliet atau Casa di Giulietta beserta balkon legenda Juliet dan patung perunggu Juliet sedang memegang mawar, Verona Love Wall, The Juliet Club, dan destinasi lainnya.
Meskipun tidak dipuaskan dengan plot cerita yang klise, setidaknya visual ‘Love in the Villa’ mampu menyihir pemirsa agar bisa menikmati film hingga akhir.
Apabila kamu menikmati film komedi romansa ringan, film ini cocok untukmu. ‘Love in the Villa’ dapat disaksikan di Netflix.
Video yang mungkin Anda suka
Baca Juga
-
Makin Blak-blakan, Aaliyah Massaid Akui Bucin Ke Thariq Halilintar: Kamu Juara di Hati Aku
-
Mengenal Li Ran, Princess Eropa dari Asia Pertama, Istri dari Pangeran Charles Belgia
-
Fans Fuji Kecewa Konten Eksklusif Tersebar: Jadi Percuma Bayar
-
Nyanyi 'Cundamani' di Hadapan Happy Asmara, Celetukan Niken Salindry Bikin Ngakak Satu Venue
-
ARMY Next Level! Wanita Ini Pamer Rumah Berkonsep BTS, Semua Serba Ungu
Artikel Terkait
-
Resmi Bersaing, Jumbo dan Pabrik Gula Kini Selisih 500 Ribu Penonton
-
Bersaing Sengit, Komang dan Qodrat Tembus Dua Juta Penonton di Bioskop
-
5 Film Korea 2025 Beragam Genre yang Pantang Buat Kamu Lewatkan, Ada Mickey 17
-
Review Film One to One - John and Yoko: Aktivisme, Seni, dan Politik
-
Bedah Skema Judi Online di Balik Film China "No More Bets"
Entertainment
-
Tantang Diri Sendiri, Kai EXO Usung Banyak Genre di Album Baru Wait on Me
-
Park Bo Young Ambil Peran Ganda dalam Drama Baru, Visualnya Bikin Pangling
-
Resmi Bersaing, Jumbo dan Pabrik Gula Kini Selisih 500 Ribu Penonton
-
Bersaing Sengit, Komang dan Qodrat Tembus Dua Juta Penonton di Bioskop
-
Penampilan Jang Wonyoung di Acara Pop-Up Innisfree Tarik Perhatian Netizen: Seperti Peri!
Terkini
-
4 Ide OOTD Youthful ala Jiwoo Hearts2Hearts, Sederhana tapi Tetap Memikat!
-
Blak-blakan! Sandy Walsh Ngaku Beruntung Bela Timnas Indonesia Sejak Awal
-
Hanya Satu Pemain yang Masuk Tim ASEAN All Stars, Pendukung Timnas Indonesia Siap Kecewa
-
Review Novel 'Totto-chan': Bukan Sekolah Biasa, Tapi Rumah Kedua Anak-anak
-
Benarkah 'Kerja Apa Aja yang Penting Halal' Tak Lagi Relevan?