Mitos ‘kutukan 7 tahun’ kembali mencuat di kalangan media Korea Selatan. Mitos tersebut kembali hadir di permukaan setelah kabar pemutusan kontrak girl group Brave Girls.
Pada 14 Februari 2023, girl group MOMOLAND mengumumkan bahwa mereka telah resmi bubar setelah berkarir sejak 2016 lalu. MLD Entertainment dan member MOMOLAND sepakat untuk mengakhiri kontrak eksklusif dan melakukan pembubaran grup.
Kemudian pada 16 Februari 2023 disusul dengan berita pembubaran Brave Girls. Sedikit disclaimer, Brave Girls mengumumkan bahwa mereka sebenarnya tidak bubar hanya memutuskan kontraknya dengan agensi. Terdapat beberapa kekeliruan menurut Minyoung oleh media.
BACA JUGA: Jelang Comeback, TWICE Rilis Tracklist untuk Mini Album ke-12 READY TO BE
Walaupun begitu, mitos ‘kutukan 7 tahun’ kembali dibahas oleh media Korea Selatan. Kutukan tersebut terkenal di kalangan industri musik sebagai kutukan yang kejam.
Menyadur media Korea Selatan SPOTV News, mitos ‘Evil 7 Years’ (kutukan 7 tahun) berpacu pada pembubaran grup atau keluarnya member setelah tujuh tahun mereka debut.
Mitos tersebut muncul pada tahun setelah Fair Trade Commission memperkenalkan kontrak standar eksklusif dengan maksimal 7 tahun untuk industri entertainer.
Sejak saat itu, pertanyaan tentang “apakah grup akan bubar” ataukah “akan ada member yang keluar muncul” muncul setiap sebuah grup memasuki tahun ketujuhnya.
Seperti halnya dengan MOMOLAND dan Brave Girls. MOMOLAND memilih untuk bubar bersamaan dengan perayaan ulang tahun ketujuh mereka. Brave Girls memutuskan kontrak eksklusifnya dengan Brave Entertainment sebagai agensi yang membentuknya.
BACA JUGA: Shelvie Sebut Daus Mini Selalu Ungkit Jatah Bulanan Mertua Langsung Disentil: Makanya Istri Kerja
Banyak faktor yang membuat sebuah grup dapat bertahan hingga lebih dari 7 tahun. Tak sedikit pula grup yang menyerah untuk bertahan hingga 7 tahun. Media Korea Selatan menyebutkan idola grup wanita lebih rentan dengan ‘kutukan 7 tahun’ dibandingkan grup pria.
Selain MOMOLAND dan Brave Girls, ada Miss A, 2NE1, 4Minute, Rainbow, Sistar, GFriend, dan Lovelyz yang memutuskan untuk bubar ataupun keluar dari agensi dalam waktu 7 tahun.
Di antara grup tersebut, ada yang berkarir secara individual dengan mempersiapkan jalan mereka sendiri. Ada pula yang membentuk grup baru, seperti beberapa member GFriend yang debut sebagai VIVIZ.
Walaupun begitu, masih banyak grup idola K-pop yang berhasil melewati ‘kutukan 7 tahun’ tersebut. Seperti EXO, Big Bang, BTS, Oh My Girl, Twice, hingga SEVENTEEN.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Drama Korea 'Love Next Door' Sukses Cetak Rekor Rating Baru di Episode 6
-
Kejutkan Penggemar, Hyunhee VVUP Hengkang dari Grup karena Masalah Kesehatan
-
NOWADAYS Resmi Comeback dengan Merilis Video Musik 'Why Not?'
-
Lee Minhyuk BTOB akan Gelar Fan Meeting untuk Pertama Kalinya
-
Geram Keluarga Ikut Diserang, V dan Jungkook BTS Gugat YouTuber Sojang
Artikel Terkait
-
Minyoung Tegaskan Brave Girls Tak Bubar, Hanya Putus Kontrak dengan Agensi
-
Fans Khawatir HYBE Labels akan Membubarkan Grup SM Entertaiment yang Kurang Populer
-
Fesyen dan Make Up Bernuansa Korea Jadi Kategori Paling Banyak Dicari Masyarakat, Gara-Gara Idol KPOP?
-
Diduga Copy Paste Surat Perpisahan, Netizen Korea Kecewa pada MOMOLAND
-
Brave Girls Umumkan Disband, Penggemar Akui Kecewa dengan Perlakuan Agensi
Entertainment
-
Usung Genre Isekai, Web Manga Odebu Akujo Resmi Dapatkan Adaptasi Anime
-
Sinopsis Bhabiji Ghar Par Hain, Film Terbaru Ravi Kishan dan Aasif Sheikh
-
3 Fakta Mengejutkan tentang Takdir Yuji Itadori di Jujutsu Kaisen: Modulo
-
Manga The Elusive Samurai Resmi Tamat usai 5 Tahun, Anime Lanjut Season 2
-
Yulhee Eks LABOUM Ambil Peran Dewasa di Drama Pendek Quiet in the Office
Terkini
-
Labirin Waktu dan Kebenaran
-
Dekonstruksi Sosok Priyayi Jawa dalam Mahakarya Umar Kayam: Dari Sastrodarsono hingga Lantip
-
Sejarah dan Asal-usul Nama Salat Tarawih dalam Islam
-
The Power of Gardening: Cara Ampuh Menghilangkan Stres dengan Berkebun
-
Analisis Karakter Animal Farm: Saat Babi Berkuasa dan Relevansinya dengan Politik Modern