Menyusul versi disney princess yang lain, sang putri duyung berambut merah dan berekor hijau yang ikonik di 'Little Mermaid ' akan hadir dalam bentuk live actionnya di bioskop 26 Mei 2023 mendatang.
Teaser resminya bahkan hingga hari ini masih menempati posisi trending 3 di kategori Film YouTube meski sudah berselang 2 minggu dari jadwal publishnya.
Diperankan oleh Halle Bailey, sosok Ariel dalam The Little Mermaid ternyata cukup banyak menuai kontroversi. Hal ini lantaran Princess Ariel yang digambarkan dalam cerita aslinya ialah sosok berkulit putih dengan rambut merah khasnya yang menyala.
Sedangkan dalam versi live action yang dijadwalkan tayang Mei 2023 ini, sosok Ariel berkulit tan dan berambut cokelat. Para penonton pun banyak yang merasa kecewa sebab sosok Ariel yang begitu khas di serial Disney memiliki perubahan yang cukup banyak dari yang diharapkan.
Menurut penonton, sosok Halle lebih sesuai memerankan karakter Princess Disney yang lain seperti Mulan atau Jasmine. Namun, tidak sedikit pula yang menantikan serial ini dengan pandangan positif atas pemilihan Halle Bailey sebagai Princess Ariel.
Rob Marshall, selaku sutradara film The Little Mermaid mengungkapkan alasannya memilih Halle sebagai Karakter Ariel dengan pertimbangan yang matang. Lewat canting yang serius dan ketat, dan pemilihan tanpa memandang etnis manapun.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Berkah Ramadhan Amanda Manopo Resmi Masuk Islam Disaksikan Arya Saloka, Benarkah?
Selain sosok Ariel yang digambarkan ceria, lincah, dan bersemangat. Rob juga mencari sosok yang memiliki karakter suara yang indah seperti layaknya Ariel digambarkan aslinya. Suara yang begitu halus, kuat, dan khas untuk menjadi suara yang seirama dengan samudra.
Pemilihan Halle Bailey sebagai Princess Ariel juga ternyata tanpa diduga menuai respons yang positif dalam menyerukan kesetaran. Hal ini tentunya menjadi salah satu dampak baik dalam pemilihan Halle, tanpa diskriminasi atas warna kulit, etnis, dan lain sebagainya.
Dalam teaser resmi yang dirilis awal maret kemarin, sosok Halle punya karakter unik yang khas untuk memerankan sosok Ariel. Terlihat dari totalitasnya dalam memerankan film garapan Disney ini. Suaranya yang seperti ombak samudra, juga kelincahannya dalam mendalami sosok Ariel layak mendapat apresiasi dan antusias penonton.
Adapun para aktor dan aktris yang terlibat di film ini antara lain Jonah Hauer-King sebagai Eric, Melissa McCarthy sebagai Ursula, Javier Bardeem sebagai Raja Triton, serta Daveed Diggs dan Jacob Tremblay mengisi suara dua sahabat Ariel, yaitu Sebastian dan Flounder. Wah makin gak sabar nih buat nonton filmnya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Di Atas Dendam, Ada Martabat: Mengenal Sisi Intim Buya Hamka Lewat Memoar Anak
-
Privilege Pendidikan: Les Privat dan Wajah Ketimpangan yang Kita Abaikan
-
Mengingat yang Dilupakan: Kisah Segara Alam dan Bayang-Bayang 1965
-
Mewarisi Kartini yang Mana? Membaca Ulang Jalan Menuju Terang
-
Jadi Ahli Bedah Toraks: Pesona Lee Jong-suk di Doctor Stranger
Artikel Terkait
-
Peluk Pinggang Doddy Sudrajat hingga Panggil Shah Rukh Khan, Lina Mukherjee Didoakan Berjodoh
-
6 Kontroversi Arteria Dahlan, Gertak Mahfud Md Hingga Minta OTT KPK Tak Diberlakukan
-
Politisi Sarat Kontroversi, Siapa Arteria Dahlan Legislator Berani Ancam Perkarakan Mahfud MD?
-
Siap Digantung di Monas, Nostalgia Jejak Kontroversi Anas Urbaningrum
-
Nikita Mirzani Ngamuk, Hotman Paris Auto Lemes dan Spot Jantung
Entertainment
-
Sticky oleh NCT Wish: Hubungan Asmara Unik tapi Manis bak Hidangan Penutup
-
Siapa Wali Nikah Syifa Hadju? Ini Penjelasan dari Pihak Keluarga
-
Battlefield Diangkat ke Layar Lebar, Michael B. Jordan Gabung Jadi Produser
-
Perdana Tayang, Film Michael Raup 39,5 Juta Dolar di Box Office Domestik
-
Manga Princess Knight Dapat Adaptasi Anime Baru Setelah 27 Tahun di Netflix
Terkini
-
Pendidikan Tanpa SPP, Tapi Tidak Tanpa Beban: Membaca Pelanggaran Hak Anak
-
Di Atas Dendam, Ada Martabat: Mengenal Sisi Intim Buya Hamka Lewat Memoar Anak
-
Narasi Politik yang Setengah Jadi di Balik Kampanye Sekolah Gratis
-
Bukan Gratis, tapi Sulit: Jeritan Pendidikan di Namorambe
-
Privilege Pendidikan: Les Privat dan Wajah Ketimpangan yang Kita Abaikan