tvN kembali memanjakan pemirsa melalui drama Korea romantis yang bertajuk 'The Midnight Romance In Hagwon' yang akan tayang dalam waktu dekat ini.
Digarap oleh sutradara terkemuka dan dibintangi oleh aktor terkenal, 'The Midnight Romance In Hagwon' mengambil latar tempat di Daechi, sebuah kawasan yang menjadi pusat pendidikan swasta di Korea.
Sebelum resmi tayang, yuk simak beberapa hal menarik yang semakin meyakinkanmu untuk memasukkan 'The Midnight Romance In Hagwon' ke dalam daftar tontonmu.
1. Kolaborasi Wi Ha Joon dan Jung Ryeo Won
'The Midnight Romance In Hagwon' mengusung nama populer seperti Wi Ha Joon dan Jung Ryeo Won yang akan menghidupkan genre drama romantis.
Chemistry Jung Ryeo Won dan Wi Ha Joon yang manis membuat drama ini semakin layak untuk dinantikan.
2. Ajang reuni Wi Ha Joon dengan Sutradara Ahn Pan Seok
'The Midnight Romance In Hagwon' merupakan karya Sutradara Ahn Pan Seok, yang sebelumnya sukses menggarap drama populer 'Something in the Rain', Wi Ha Joon ikut bermain di dalamnya.
Wi Ha Joon pun mengaku senang dan bersyukur ketika sutradara memberinya tawaran. Sutradara Ahn Pan Seok mengizinkan para aktor untuk bertindak sesuka hati mereka.
"Ada banyak momen yang saya rasakan ‘seperti yang diharapkan’ ketika melihat bagaimana dia membuat adegan baru dan mengesankan melalui tatapan yang tidak terduga. Itu adalah lokasi syuting di mana saya belajar dan merasakan banyak hal,” tutur Wi Ha Joon seperti dikutip dari Soompi.
3. Suguhkan romansa manis antara guru dan murid
Jung Ryeo Won berperan sebagai Seo Hye Jin, seorang guru akademi swasta yang berhasil membimbing muridnya, Lee Joon Ho (Wi Ha Joon) hingga diterima di universitas bergengsi.
Setelah lulus dan bekerja di perusahaan besar, Lee Joon Ho berhenti dari pekerjaannya dan memilih kembali ke akademi pendidikan untuk menjadi pengajar karena teringat dengan cinta pertamanya, yaitu Seo Hye Jin.
Meski mengusung kisah romantis antara guru dan murid, drama ini tidak menampilkan gap usia yang terlampau jauh sehingga kisah cinta pemerannya masih bisa dinikmati.
4. Gantikan slot drama 'Queen of Tears'
'The Midnight Romance In Hagwon' akan tayang perdana pada 11 Mei 2024, setiap Sabtu dan Minggu pukul 21.20 KST, yang sebelumnya merupakan slot drama 'Queen of Tears'.
Sebagai drama garapan stasiun tvN, 'The Midnight Romance In Hagwon' akan menyajikan kisah yang tak kalah seru dengan drama pendahulunya.
Itulah 4 hal menarik dari drama 'The Midnight Romance In Hagwon'. Jangan lupa untuk menyaksikannya, ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
MBG-Kopdes dalam APBN: Benarkah Negara Sedang Menciptakan Lapangan Kerja?
-
Skill Serba Bisa, Bayaran Seadanya: Pergeseran Makna UMR di Dunia Kerja
-
Ironi Perayaan Kemerdekaan: Pejabat Pakai Anggaran, Warga Bayar Patungan
-
Salah Kaprah Soal Independent Woman: Kemandirian yang Terjebak Bias Kelas
-
Geliat Literasi Anak Muda: Minat Baca Bangkit, Harga Buku Sulit
Artikel Terkait
-
Tayang 4 Mei 2024, Ini 4 Alasan The Atypical Family Wajib Masuk Watchlist
-
Jadi Ahli Bedah, Ini Detail Karakter Kim Nam Hee dalam 'Bitter Sweet Hell'
-
Comeback Usai Wamil, Jang Ki Yong Ungkap Alasan Main 'The Atypical Family'
-
4 Drama Zhai Zilu yang Tayang di Mango TV, Seru!
-
Sosoknya Misterius, Ini Bocoran Karakter Oh Yeon Seo dalam The Player 2: Master of Swindlers
Entertainment
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
-
J.C. STAFF Garap Anime Wound & Bandage, Romcom Putri Yakuza dan Pengasuhnya
-
A Love Other Than Yours Rilis Still Cuts Perdana, Ada Bau-Bau Sad Ending?
-
Nostalgia! NCT 127 Renungkan Perjalanan 10 Tahun di Video Trailer Call 127
-
Takut Diremehkan Jadi Aktris, Inde Navarrette Rela Hapus Konten di Twitch
Terkini
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia
-
Perempuan dan Kebiasaan Overthinking: Sesulit Itukah Memerdekakan Pikiran?